Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 20

redaksi by redaksi
20/10/2026
in Cerbung
0
Sang Kombatan [Jilid 2]

Sekitar 30 menit, kendaraan yang dijanjikan akhirnya tiba. Kendaraan tersebut ternyata milik salah satu perusahaan yang berdiri tak jauh dari Krueng Geukuh.

“Sudah diisi bensin plus ada uang makan selama perjalanan pula. Kalau kurang, tinggal telepon lagi,” ujar Rambo sedikit berbisik di telingaku.

Aku bersikap acuh tapi dalam hati tersenyum kegilangan. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan, ketika kita memiliki kawan dan ia bisa diandalkan dalam setiap keadaan terdesak. Bagiku, salah satu sosok itu adalah Rambo.

“Uangnya kau pegang saja. Nanti keperluan selama perjalanan dan di Kutaradja, kamu yang atur,” ujarku singkat. Sedangkan Rambo cuma mengangguk.

Aku dan Rambo semobil. Rambo bertindak sebagai sopir. Sedangkan Rusli dan dua anggota lainnya duduk di deretan kedua dan ketiga. Kami berlima semobil.

Dekgam menjadi sopir di mobil kedua. Karena termasuk senior, ia kuberi tanggungjawab untuk pengatur di mobil kedua dan ketiga. Apapun keperluan dan kendala, ia tinggal menelpon Rambo.

Bang Lah, sang pemilik Warkop, bahkan menitip beberapa kantong kopi hitam untuk kami bawa dalam perjalanan.

Rambo memacu mobil dengan kecepatan tinggi. Sesuai peunutoh Bang Yan, kami harus tiba sebelum magrib. Aku bahkan tak bisa melihat area bekas tsunami sepanjang jalan. Sesaat memasuki wilayah Pidie, Dani menelpon dan mengatakan ia telah ikut bergerak dengan sejumlah anggota pasukan lainnya.

“Kami 5 mobil, Pakwa,” kata dia.

“Bagaimana dengan bensin dan keperluan selama perjalanan?”tanyaku.

Dani cuma tertawa. “Tenang, Pakwa. Aman. Sebulan kita tinggal di Kutaradja juga masih aman,” jawabnya. Aku tersenyum lebar.

Aku bersyukur bahwa persaudaraan kami yang terbangun selama gerilya masih terjaga dengan baik. Saat diperintahkan untuk bergerak, semua mengikuti arahan komando tanpa mengeluh untuk pulang terlebih dahulu guna mengambil baju dan keperluan lainnya.

Tak ada juga yang mempertanyakan apa tujuan ke Kutaradja, dimana mereka tinggal serta hal-hal mendetail lainnya.

Mereka percaya, setiap perintah adalah kewajiban dan aku sudah memikirkan semua keperluan mereka selama perjalanan. Jikapun harus lapar, maka kami lapar bersama.

Rombongan kami hanya berhenti saat jadwal salat tiba. Sesuai tujuan yang diberikan Bang Yan, lokasi tujuan kami adalah Hotel Cakra Donya.

Kami tiba sekitar pukul 17.24 WIB. Jauh lebih cepat dari syarat yang diajukan Bang Yan. Sedangkan Dani bergabung 20 menit kemudian. Pudin menyusul dengan 2 mobil, sekitar 1 jam kemudian.

[Bersambung]

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 16

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 17

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 18

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 19

 

Tags: Musa AMsang kombatanSang kombatan jilid 2
Previous Post

Tarmilin Usman Calon Ketua DKP PWI Aceh, Peroleh Dukungan 18 Kabupaten/Kota

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sang Kombatan [Jilid 2]

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 20

20/10/2026
Tarmilin Usman Calon Ketua DKP PWI Aceh, Peroleh Dukungan 18 Kabupaten/Kota

Tarmilin Usman Calon Ketua DKP PWI Aceh, Peroleh Dukungan 18 Kabupaten/Kota

19/10/2026
Rektor UIN Ar-Raniry Titip Pesan ke Mahasiswa BEM SI: Jaga Perdamaian Aceh

Rektor UIN Ar-Raniry Titip Pesan ke Mahasiswa BEM SI: Jaga Perdamaian Aceh

19/10/2026
Nyan, Rehabilitasi Jembatan Blang Miroe – Kumba Ditarget Rampung November

Nyan, Rehabilitasi Jembatan Blang Miroe – Kumba Ditarget Rampung November

19/10/2026
Lukman Age dan Muhammad Riza Nurdin Resmi Jabat Direksi PT PEMA

Lukman Age dan Muhammad Riza Nurdin Resmi Jabat Direksi PT PEMA

19/10/2026

Terpopuler

Polemik Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan, Protes Meluas hingga Tegang dengan Turki

Polemik Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan, Protes Meluas hingga Tegang dengan Turki

18/10/2026

Mualem Copot Teungku Muhammad Nur Dari Direktur Umum dan Keuangan di PEMA

Harga Gabah di Abdya Terjun Bebas di Angka Rp5.000 per Kg, Bulog Diminta Ambil Peran

Mahasiswa UTU Dilatih Pendidikan Dasar Penanggulangan Kebencanaan di Abdya

Nyan, Rehabilitasi Jembatan Blang Miroe – Kumba Ditarget Rampung November

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com