BANDA ACEH – Menghadapi dinamika politik dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, organisasi membutuhkan kader yang tidak hanya memiliki loyalitas, tetapi juga kapasitas berpikir kritis, kemampuan kepemimpinan, dan kecakapan beradaptasi.
Upaya membangun kualitas tersebut menjadi fokus Seminar Kader yang diselenggarakan Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik Partai Aceh di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, 27–29 Oktober 2026.
Mengusung tema “Mencetak Kader yang Transformatif dan Tangguh Ideologi”, kegiatan selama tiga hari dua malam ini diikuti 91 peserta yang berasal dari berbagai unsur, yaitu Partai Aceh, KPA, Ihong Balee, Putroe Aceh, Jaringan Anak Syuhada, MUNA, Muda Seudang, dan mahasiswa. Sebanyak 11 orang panitia turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan pada Selasa malam (27/10/2026) pukul 20.15 WIB. Selanjutnya, pembekalan materi berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan empat narasumber yang membahas aspek kepemimpinan, ideologi, karakter, serta strategi pengembangan organisasi.
Pada Rabu (28/10/2026), Dr. Rasyidin mengawali sesi materi dengan pembahasan bertajuk “Kepemimpinan Transformatif: Membangun Kader Kritis, Visioner, dan Berdaya Saing.” Materi tersebut mengajak peserta memahami pentingnya kepemimpinan yang mampu melihat peluang, merespons perubahan, serta membangun visi untuk masa depan organisasi.
Sesi berikutnya diisi Jufri melalui materi “Meneguhkan Ideologi, Memperkuat Identitas, dan Menjaga Arah Perjuangan Kader.” Pembahasan ini menempatkan ideologi sebagai pijakan utama bagi kader dalam memahami identitas, menjaga nilai-nilai organisasi, dan menentukan arah perjuangan.
Kedua materi tersebut memberikan gambaran bahwa kepemimpinan dan ideologi merupakan dua unsur penting yang perlu berjalan beriringan dalam membentuk kader yang memiliki prinsip sekaligus mampu menghadapi perkembangan lingkungan.
Pada Kamis (29/10/2026), Dr. Fajran menyampaikan materi “Membangun Kader yang Militan, Berintegritas, dan Tangguh.”
Pembahasan diarahkan pada pembentukan karakter kader yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki loyalitas, serta mampu menjaga integritas dalam menjalankan amanah organisasi.
Materi selanjutnya disampaikan Dr. Muhammad Iqbal, M.Pd., AIFO., dengan judul “Strategi Pengembangan Kader Transformatif: Tata Kelola Organisasi, Kepemimpinan Strategis, dan Gerakan Berbasis Data di Era Digital.”
Dalam materi tersebut, pengembangan kader dibahas dari sudut pandang manajemen dan tata kelola organisasi. Kader diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga mampu merancang program, mengelola sumber daya, membangun komunikasi, dan mengevaluasi hasil kerja secara sistematis.
Pemanfaatan teknologi digital dan data juga menjadi bagian penting dalam pengembangan gerakan organisasi. Perencanaan yang didasarkan pada kebutuhan dan informasi yang tepat dinilai dapat membantu organisasi menentukan prioritas, menetapkan target, serta mengukur capaian program.
Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan kader tidak semata-mata dilihat dari kehadiran atau keterlibatan dalam kegiatan organisasi, melainkan juga dari kemampuan menghasilkan gagasan, menjalankan tanggung jawab, dan memberikan kontribusi yang dapat dirasakan.
Keempat materi yang disampaikan para narasumber memberikan perspektif yang saling melengkapi tentang kebutuhan kader masa kini. Keteguhan ideologi perlu didukung karakter yang kuat, kepemimpinan yang visioner, wawasan intelektual, serta kemampuan mengelola organisasi secara efektif.
Seminar ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kaderisasi perlu dilanjutkan dengan kerja nyata. Pembekalan dan pendidikan politik akan lebih bermakna apabila pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam aktivitas organisasi dan kehidupan bermasyarakat.
Melalui penyelenggaraan seminar tersebut, Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik Partai Aceh mendorong penguatan sumber daya kader agar lebih siap menghadapi tantangan organisasi, perubahan sosial, dan perkembangan teknologi.
Kader yang dibutuhkan ke depan bukan hanya mereka yang memiliki semangat perjuangan, tetapi juga yang mampu berpikir jernih, bekerja secara terencana, menjaga integritas, dan menghadirkan perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.









