TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari ke depan menyusul banjir melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Trumon Tengah.
Bupati Aceh Selatan Mirwan MS di Aceh Selatan, Sabtu, menyampaikan penetapan status tanggap darurat dikeluarkan setelah menerima laporan dan meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak bencana banjir akibat curah hujan tinggi yang juga diprediksi berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
“Kami sudah meninjau beberapa titik bencana banjir di Kecamatan Trumon Tengah serta menerima semua laporan yang masuk. Kami tetapkan status tanggap darurat banjir,” katanya.
Bupati mengatakan dirinya sudah menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Tugas (Ssatgas) Penanggulangan Bencana mengaktifkan kesiapsiagaan serta meningkatkan kewaspadaan potensi banjir susulan.
Masyarakat terdampak banjir dan yang berada di daerah rawan bencana, kata dia, diminta tidak panik menyusul status tanggap darurat bencana di wilayah tersebut.
“Menghadapi kondisi saat ini pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tanpa panik. Jangan sampai ada tindakan panik membeli kebutuhan yang hanya merugikan semua di tengah situasi darurat ini,” kata Mirwan.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan menyebutkan bencana banjir merendam dua gampong atau desa di Kecamatan Trumon Tengah Kabupaten Aceh Selatan dengan ketinggian berkisar 30 hingga 60 centimeter.
Banjir tersebut akibat meluapnya Sungai Lae Soeraya menyusul hujan dengan curah tinggi. Banjir menyebabkan sebanyak 112 jiwa warga Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, mengungsi akibat banjir.
Sebanyak 232 jiwa terdampak banjir dan 112 jiwa di antaranya atau 30 keluarga mengungsi ke Kompi Brimob di daerah itu dan rumah kerabat. Sedangkan 120 jiwa lainnya tetap bertahan di rumah masing-masing.









