Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Muhammad Yunus, Bankir Peraih Nobel Ditunjuk Jadi Pemimpin Bangladesh

redaksi by redaksi
07/08/2024
in Internasional
0
Muhammad Yunus, Bankir Peraih Nobel Ditunjuk Jadi Pemimpin Bangladesh

Muhammad Yunus peraih Hadiah Nobel Perdamaian ditunjuk jadi pemimpin interim Bangladesh. Foto: AFP/ALEXANDER KLEIN

Jakarta – Peraih Nobel Perdamaian Bangladesh, Muhammad Yunus, ditunjuk untuk menjadi pemimpin interim negara di Asia Selatan itu, usai Perdana Menteri Sheikh Hasina mengundurkan diri dan kabur ke luar negeri.

Hasina mundur di tengah pemberontakan massa terhadap pemerintahannya, karena menolak kuota PNS bagi kelompok tertentu yang dianggap bertujuan untuk melanggengkan kepemimpinan Hasina.

Yunus ditunjuk usai pemimpin protes mahasiswa, kepala tiga divisi militer, masyarakat sipil, dan beberapa pemimpin bisnis menggelar pertemuan selama lima jam untuk memutuskan kepala pemerintahan sementara.

Para mahasiswa sebelumnya memang sudah mengusulkan Yunus. Mereka juga mengklaim pelopor keuangan mikro berusia 83 tahun itu sudah setuju.

Profil Muhammad Yunus

Dilansir Al Jazeera, M. Yunus adalah kritikus dan lawan politik PM Sheikh Hasina.

Dia menyebut pengunduran diri Hasina sebagai “hari pembebasan kedua” bagi Bangladesh. Sebelumnya Hasina pernah menyebut Yunus sebagai “penghisap darah”.

Sebagai seorang ekonom dan bankir profesional, Yunus dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada 2006 karena mempelopori penggunaan kredit mikro untuk membantu orang miskin, khususnya perempuan.

Komite Hadiah Nobel Perdamaian memuji Yunus dan Grameen Bank miliknya atas upaya menciptakan pembangunan ekonomi dan sosial dari bawah.

Yunus mendirikan Grameen Bank pada tahun 1983, untuk menyediakan pinjaman kecil bagi para pengusaha, yang biasanya tidak memenuhi syarat untuk menerima pinjaman dari bank konvensional.

Keberhasilan bank milik Yunus mengangkat masyarakat kecil keluar dari kemiskinan menginspirasi pembiayaan mikro serupa di negara-negara lain.

Berseteru dengan Hasina

Perseteruan dengan Yunus dimulai saat PM Hasina pada tahun 2008 lalu meluncurkan serangkaian penyelidikan.

Pada 2007, Yunus mengumumkan bakal membentuk partai politik, ketika Bangladesh dijalankan oleh pemerintah yang didukung militer. Namun partai itu tak kunjung dibentuk.

Selama penyelidikan, Hasina menuduh Yunus sebagai pimpinan Grameen Bank menggunakan cara kekerasan untuk menagih pinjaman dari kalangan perempuan miskin di pedesaan. Namun Yunus membantah tuduhan itu.

Dia kemudian diadili pada 2013 dengan tuduhan menerima uang tanpa izin pemerintah, termasuk Hadiah Nobel dan royalti dari sebuah buku. Dia juga dituntut berbagai tuduhan yang melibatkan perusahaan lain miliknya seperti Grameen Telecom.

Pada tahun 2023, sejumlah eks pekerja Grameen Telecom menggugat Yunus dengan tuduhan penggelapan tunjangan karyawan. Yunus lagi-lagi membantah tuduhan itu.

Awal tahun ini, pengadilan khusus di Bangladesh mendakwa Yunus dan 13 orang lainnya atas tuduhan penggelapan uang senilai US$2 juta (setara Rp32 miliar). Yunus mengaku tidak bersalah dan saat ini dibebaskan dengan jaminan.

Pendukung Yunus menilai dia sering jadi sasaran karena hubungannya yang “dingin” dengan pemerintah PM Hasina.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Rusia-AS Bujuk Iran Batalkan Serangan Balas Dendam ke Israel

Next Post

Ulama Aceh Keluarkan Taushiyah Terkait Khitanan bagi Perempuan

Next Post
Ulama Aceh Keluarkan Taushiyah Terkait Khitanan bagi Perempuan

Ulama Aceh Keluarkan Taushiyah Terkait Khitanan bagi Perempuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Emas di PKM IV PTKIN Se-Sumatera

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Emas di PKM IV PTKIN Se-Sumatera

02/10/2026
Komnas HAM Perkuat Kapasitas Advokat IKADIN Aceh dalam Penanganan Perkara HAM

Komnas HAM Perkuat Kapasitas Advokat IKADIN Aceh dalam Penanganan Perkara HAM

02/10/2026
Pemerintah Bangun Sekolah Rusak Akibat Banjir Bandang di Pedalaman Aceh Barat

Pemerintah Bangun Sekolah Rusak Akibat Banjir Bandang di Pedalaman Aceh Barat

02/10/2026
Alue Deah Teungoh Jadi Kampung Zakat Pertama di Banda Aceh

Alue Deah Teungoh Jadi Kampung Zakat Pertama di Banda Aceh

02/10/2026
Merindu Doa

Merindu Doa

02/10/2026

Terpopuler

Muhammad Yunus, Bankir Peraih Nobel Ditunjuk Jadi Pemimpin Bangladesh

Muhammad Yunus, Bankir Peraih Nobel Ditunjuk Jadi Pemimpin Bangladesh

07/08/2024

Forkorda: Aceh Usulkan 6 CDOB Baru, Seluruh Syarat Administrasi Lengkap

Demo Tuntut PT CA, Polres Abdya: Kami Dukung Langkah Masyarakat, Tapi Tetap Dalam Koridor Hukum

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Emas di PKM IV PTKIN Se-Sumatera

IMM Lakukan Aksi Dorong Motor, Buntut Kelangkaan BBM di Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com