Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Dirjen Kebudayaan: Biokultur Aceh Masih Perlu Perbanyak Riset

redaksi by redaksi
05/09/2024
in Nanggroe
0
Dirjen Kebudayaan: Biokultur Aceh Masih Perlu Perbanyak Riset

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, saat memberikan kuliah umum di Universitas Syiah Kuala pada Kamis (5/9/2024). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra.

Banda Aceh – Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek, Hilmar Farid, menegaskan bahwa Aceh masih perlu memperbanyak riset terhadap kekayaan budaya dan biokultural, terutama pada tanaman langka yang berpotensi sebagai bahan pengobatan.

“Di Aceh terdapat tanaman langka yang berpotensi besar untuk pengobatan, tetapi risetnya masih minim,” katanya di Banda Aceh, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan Hilmar Farid saat mengisi kuliah umum di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.

Hilmar menyoroti kekayaan biokultural Aceh, seperti ekosistem Leuser, Ulu Masen, dan mangrove yang erat kaitannya dengan budaya lokal, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.

Padahal, menurut dia, kekayaan tersebut berpotensi menjadi kunci dalam pengembangan gaya hidup sehat berbasis kearifan lokal.

Dia juga mengingatkan bahwa banyak pengobatan modern, seperti aspirin dan kina, bermula dari pengetahuan tradisional. Tetapi, potensi biokultural di Indonesia, termasuk Aceh, belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Potensi biokultural Indonesia sangat besar, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menekankan pentingnya menjaga ketahanan budaya agar tetap relevan di tengah perubahan global. Dan pengelolaan kekayaan biokultural yang tepat dapat memperkuat identitas budaya serta mencegah pengaruh asing.

Hilmar juga menyoroti kebutuhan mendesak akan pendidikan tinggi di bidang Arkeologi, Epigrafi, Antropologi, Film dan Televisi, serta Tata Kelola Seni yang saat ini belum tersedia di Aceh.

“Pendidikan tinggi dalam bidang kebudayaan di Aceh bukan hanya kebutuhan, tetapi juga menjadi landasan penting agar dapat memanfaatkan biokultural masa depan,” katanya.

Karena itu, dia mendorong kolaborasi multisektor, termasuk Wali Nanggroe Aceh, Majelis Adat Aceh, Dewan Kesenian, dan Dewan Kebudayaan dapat bersama merumuskan kebijakan budaya yang komprehensif di Aceh.

“Partisipasi publik juga ditekankan dengan ajakan kepada masyarakat Aceh untuk lebih aktif terlibat dalam inisiatif-inisiatif seni dan budaya, termasuk pemanfaatan ruang publik sebagai pusat kegiatan budaya,” demikian Hilmar Farid.

Sumber: antara

Previous Post

Pasutri Penganiaya Anak hingga Tewas di Singkil Dituntut 15 Tahun Penjara

Next Post

Krak, Tim Beregu MTsN 1 Banda Aceh Lolos Grand Final KSM Ternate

Next Post
Krak, Tim Beregu MTsN 1 Banda Aceh Lolos Grand Final KSM Ternate

Krak, Tim Beregu MTsN 1 Banda Aceh Lolos Grand Final KSM Ternate

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

DPRK Abdya Sahkan KUA-PPAS APBK 2027 Sebesar Rp 955,4 Miliar

DPRK Abdya Sahkan KUA-PPAS APBK 2027 Sebesar Rp 955,4 Miliar

29/09/2026
Dukung Aksi Masyarakat, IMM Abdya Desak PT CA Hentikan Aktivitas di Lahan TORA Seluas 2.847,18 Hektare

Dukung Aksi Masyarakat, IMM Abdya Desak PT CA Hentikan Aktivitas di Lahan TORA Seluas 2.847,18 Hektare

29/09/2026
Demo Tuntut PT CA, Polres Abdya: Kami Dukung Langkah Masyarakat, Tapi Tetap Dalam Koridor Hukum

Demo Tuntut PT CA, Polres Abdya: Kami Dukung Langkah Masyarakat, Tapi Tetap Dalam Koridor Hukum

29/09/2026
Sukseskan TKA 2026, Cabdisdik Aceh Timur Gandeng Teknos Genius Aceh

Sukseskan TKA 2026, Cabdisdik Aceh Timur Gandeng Teknos Genius Aceh

29/09/2026
Belanja Naik Rp72 Miliar, Pendapatan Anjlok Rp134 Miliar: APBK-P Pidie Defisit Rp218 Miliar

Belanja Naik Rp72 Miliar, Pendapatan Anjlok Rp134 Miliar: APBK-P Pidie Defisit Rp218 Miliar

29/09/2026

Terpopuler

Dirjen Kebudayaan: Biokultur Aceh Masih Perlu Perbanyak Riset

Dirjen Kebudayaan: Biokultur Aceh Masih Perlu Perbanyak Riset

05/09/2024

HGU Habis Sejak 2017, 48 Kelompok Tani di Abdya Minta PT Cemerlang Abadi Angkat Kaki dari Lahan TORA 2.847 Ha

Ratusan Petani Geruduk Lahan Eks HGU PT Cemerlang Abadi, Desak Kejati Aceh Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Rp 10 T

Meski Telah Ada Perjanjian Penghentian Panen, PT Cemerlang Abadi Diduga Masih Kelola Hasil di Lahan Sengketa Abdya

Riuh Hasan Basri di Media, Mahlil: Ada Motif Politik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com