Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

LLDikti XIII Bersama PTS Harus Terdepan Tuntaskan Tiga Permasalahan Pendidikan Tinggi

redaksi by redaksi
07/02/2025
in Nanggroe
0
LLDikti XIII Bersama PTS Harus Terdepan Tuntaskan Tiga Permasalahan Pendidikan Tinggi

JAKARTA – Pendidikan tinggi Indonesia masih ditopang oleh perguruan tinggi swasta (PTS), sejumlah 64,03% dari total 4.437 perguruan tinggi di Indonesia. Karenanya, pelayanan terhadap perguruan tinggi swasta, terutama di Wilayah Aceh sebagai teras barat Indonesia, harus dilaksanakan dengan baik oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).

Pesan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi yang didampingi staf khusus Mendiktisaintek Eski Tri Rezeki Widianti, dalam kegiatan dialog bersama pimpinan dan pegawai di LLDikti Wilayah XIII Aceh pada Jumat (7/02/2025) di Kantor LLDikti XIII.

“Artinya, tanpa kehadiran perguruan tinggi swasta, proses pendidikan tinggi, proses pembelajaran kepada anak bangsa itu tidak bisa kita penuhi,” tutur Khairul menjelaskan betapa strategisnya peran LLDikti XIII.

Menurut Dirjen Dikti, terdapat tiga tantangan utama di bidang pendidikan tinggi Indonesia, termasuk di wilayah Aceh, yaitu masalah akses, mutu, dan relevansi. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) saat ini tengah berupaya untuk menyelesaikan tantangan-tantangan itu, salah satunya melalui peninjauan ulang regulasi pendidikan tinggi yang eksis saat ini.

“Prinsipnya, regulasi jangan menghalangi pengembangan dan ruang minat dosen, tetapi harus mampu mengembangkannya untuk pendidikan tinggi bermutu,” tutur Guru Besar bidang teknik elektro tersebut.

Guna menuntaskan tiga tantangan itu, Dirjen Dikti kembali menegaskan peran LLDikti harus menjadi garda terdepan dalam menuntaskannya. “Saya harapkan LLDikti dapat memfasilitasi PTS, termasuk dari daerah-daerah, kita harus jemput bola,” ajak Dirjen Dikti.

Tantangan tersebut diamini oleh Kepala LLDikti Wilayah XIII Aceh Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T. Ia menuturkan saat ini tantangan utama pendidikan tinggi di Wilayah Aceh adalah soal kualitas dosen. Pasalnya, dari 78 PTS di Wilayah Aceh, baru terdapat 7 guru besar. “Jadi proses mendapatkan guru besar di Aceh ini sangat-sangat sedikit, ini menjadi PR kami juga. Perlu perhatian dari Pak Dirjen,” tutur Rizal.

Tantangan kedua ialah soal kelembagaan. Di Wilayah LLDikti XII masih terdapat dua perguruan tinggi dalam status pembinaan, sehingga tidak aktif. Sehingga, LLDikti XII terus mengupayakan agar PTS yang masih aktif dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Selain itu, lokasi PTS di wilayah 3T Aceh masih memerlukan perhatian khusus untuk pelayanan pengembangannya.

Dalam kegiatan ini, Dirjen Dikti percaya bahwa LLDikti XIII dapat menjadi garda terdepan dalam penuntasan masalah tersebut. Pasalnya, secara fasilitas perkantoran, LLDikti XIII telah menjadi salah satu rujukan utama bagi LLDikti di wilayah lain.

“Fasilitas perkantoran yang ramah terhadap disabilitas, dapat memastikan pelayanan yang inklusif. Ini yang sedang kita upayakan juga di perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Khairul saat mengunjungi fasilitas LLDikti XIII. Ia pun berharap LLDikti XIII dapat terus meningkatkan layanan prima demi menuntaskan tiga masalah pendidikan tinggi di Indonesia.

Previous Post

MK Tolak Tiga Permohonan Perselisihan Hasil Pilkada 2024 di Aceh

Next Post

Pertamina Jamin Ketersediaan dan Harga Epiji 3 Kg di Aceh Stabil

Next Post
Pertamina Jamin Ketersediaan dan Harga Epiji 3 Kg di Aceh Stabil

Pertamina Jamin Ketersediaan dan Harga Epiji 3 Kg di Aceh Stabil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Aceh Harus Menjadi Penerima Manfaat Utama Blok Andaman

Aceh Harus Menjadi Penerima Manfaat Utama Blok Andaman

17/06/2026
Dayah SIDIQ Haflah Takhrij, Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Wisudawan Berilmu dan Berintegritas

Dayah SIDIQ Haflah Takhrij, Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Wisudawan Berilmu dan Berintegritas

17/06/2026
Ardhiyanto Ujung: Aceh Singkil dan Subulussalam Sudah Layak Jadi Satu Dapil DPRA

Ardhiyanto Ujung: Aceh Singkil dan Subulussalam Sudah Layak Jadi Satu Dapil DPRA

17/06/2026
Prodi MKM FK USK Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Universiti Kebangsaan Malaysia

Prodi MKM FK USK Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Universiti Kebangsaan Malaysia

17/06/2026
Bupati Aceh Tamiang Lepas 273 Petugas Sensus Ekonomi

Bupati Aceh Tamiang Lepas 273 Petugas Sensus Ekonomi

17/06/2026

Terpopuler

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

15/06/2026

LLDikti XIII Bersama PTS Harus Terdepan Tuntaskan Tiga Permasalahan Pendidikan Tinggi

Diduga Dikuasai Oknum, Aset Alat Berat Pidie Jaya Jadi Sorotan Aktivis

Besok, Ribuan Pelajar Ramaikan Pawai Syiar 1 Muharram 1448 Hijriah di Banda Aceh

Pesisir Pantai Lambadeuk Ditanami 200 Batang Mangrove

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com