Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Unjukrasa Berujung ke Polisi, Rektor Unaya Dr Nurlis: Kami Ingin Keadilan

redaksi by redaksi
21/04/2025
in Nanggroe
0
Mahasiswa Unjukrasa, Rektor Unaya Dr Nurlis: Mereka Harus Jujur dan Berani untuk Kebenaran

Banda Aceh – Unjukrasa di Universitas Abulyatama kini bergulir ke ranah pidaha. Yayasan Abulyatama Aceh dan para korban telah melaporkannya ke Polda Aceh. “Benar menempuh jalur hukum. Sedari awal kita selalu mengikuti proses hukum dan administrasi yang sesuai ketentuan hukum di NKRI, kami ingin keadilan,” kata Rektor Unaya, Dr Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Senin (21 April 2025).

Pelaporan ke Polda Aceh dilakukan oleh Ketua Yayasan Abulyatama Aceh, Musa Bintang, sebab pada unjukrasa tersebut sudah memakan korban. “Semuanya dari pihak Satgas Universitas Abulyatama. Tujuh korban luka-luka, dan satu orang meninggal dunia,” kata Nurlis. “Karena itu ini jadi persoalan hukum.” Yayasan Abulyatama Aceh dan korban melaporkan ke Polda Aceh pada Jumat (19 April 2025).

Kuasa hukum Yayasan Abulyatama Aceh, Fadjri SH, menjelaskan pada tahap awal ini setidaknya ada enam orang yang dilaporkan. Di antaranya adalah MA, MR, IQ, AG, MTH, dan satu orang lagi. “Mereka semua diduga menjadi penggalang demo yang berujung pada perbuatan penganiayaan dan bahkan sampai ada yang meninggal dunia,” katanya.

Menurut informasi yang diperoleh Yayasan Abulyatama Aceh dan rektorat Universitas Abuluyatama, terdapat tiga titik penggalang unjukrasa. “Pertama adalah pada klaster mahasiswa, dan kedua adalah pada klaster para dosen. Dua klaster ini saling terhubung, dan terkoordinasi,” kata Nurlis.

Nurlis mengatakan dalam klaster mahasiswa dan dosen, menjalankan unjukrasa yang wajar. “Mereka menuntut untuk bisa belajar dan mengajar, selayaknya universitas yang sebenar-benarnya. Meskipun ini pun agak aneh, sebab saya tidak pernah melarang terlaksananya Tri Dharma Perguruan Tinggi, bahkan mewajibkannya sebab itu memang keharusan,” katanya.

Namun yang jadi masalah terdapat klaster ketiga adalah. “Ini saya duga klaster provokasi. Mereka ini dikumpulkan di dalam sebuah gudang di dekat kampus. Dan subuh-subuh mereka didrop di sebuah rumah yang terdapat di pintu sebelah kiri jalan utama masuk kampus,” kata Nurlis lagi.

Kemudian, Nurlis menjelaskan, ketika unjukrasa berlangsung dan rombongan mahasiswa masuk ke jalan utama kampus. “Dari dalam pagar rumah itu beterbangan batu ke arah mahasiswa, dan kemudian mahasiswa balik melempari batu ke arah rumah,” kata Nurlis.

Selanjutnya, Nurlis menambahkan, mahasiswa diprovokasi bahwa yang melempari mahasiswa adalah para Satgas Yayasan Abulyatama Aceh. “Syukurnya, banyak mahasiswa yang benar-benar menyalurkan aspirasi menyebarkan banyak video yang tanpa diolah, sehingga tergambarlah kebenaran yang sesungguhnya, bahwa lemparan batu berasal dari dalam rumah itu,” kata Nurlis.

Sebagaimana terdapat dalam video-video yang beredar di media social, kata Nurlis, tergambar bagaimana kekerasan terjadi. “Bahkan ada satu orang Satgas yang dikeroyok beramai-ramai, bahkan celananya ditarik hinggfa melorot,” katanya.

Perlu diketahui, Nurlis melanjutkan, diantara tujuh korban yang luka-luka dan masih hidup tidak satupun di antara mereka yang mengalami pengeroyokan itu. “Apakah yang mengalami kejadian tragi situ adalah korban yang meninggal dunia atau bukan? Ini yang sedang kami telusuri,” kata Nurlis.

Kendati demikian, Nurlis tetap mempercayakan semua kejadian itu pada aparat penegak hukum. “Kami menyerahkan semuanya pada proses hukum. Mari kita sama-sama percaya penanganan oleh aparat hukum,” kata Nurlis.[]

Previous Post

Tiga Tewas dalam Tabrakan Minibus dan Sepeda Motor di Aceh Jaya

Next Post

Nyan, Posisi Komisioner di Baitul Mal Pidie Jaya Kosong Sejak 4 April 2025

Next Post
Nyan, Posisi Komisioner di Baitul Mal Pidie Jaya Kosong Sejak 4 April 2025

Nyan, Posisi Komisioner di Baitul Mal Pidie Jaya Kosong Sejak 4 April 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran

Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran

24/03/2026
Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

Rusia Pantau Situasi Terbaru Iran, Sebut Ada Pernyataan Kontradiktif

24/03/2026
Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

24/03/2026
Kakanwil Kemenag Aceh Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

Kakanwil Kemenag Aceh Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

23/03/2026
Idul Fitri di Lokasi Bencana, Bupati Tamiang: Terimakasih Pak Presiden

Mendagri Ungkap 5 Desa di Aceh dan Sumut Hilang Total Tersapu Banjir

23/03/2026

Terpopuler

Mahasiswa Unjukrasa, Rektor Unaya Dr Nurlis: Mereka Harus Jujur dan Berani untuk Kebenaran

Unjukrasa Berujung ke Polisi, Rektor Unaya Dr Nurlis: Kami Ingin Keadilan

21/04/2025

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Pernyataan Prabowo Soal Pemulihan 100 Persen Bikin Korban Banjir Aceh Geram

Teknologi Canggih Iran Sukses Lumpuhkan Jet Siluman Amerika Serikat

Jak Bak Jeurat; Cara Warga Aceh Bersilaturahmi dengan Kerabat yang Sudah Tiada

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com