Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Warga Linge Tolak Tambang di Aceh Tengah

Admin by Admin
09/09/2019
in Lintas Tengah
0
Warga Linge Tolak Tambang di Aceh Tengah

TAKENGON – Warga Desa Penarun, Kecamatan Linge, ikut serta melakukan penolakan Tambang Emas pada tanggal 16 September mendatang di Gedung DPRK Aceh Tengah.

Dikatakan Sunar warga Penarun, pihaknya menantikan kedatangan Mahasiswa untuk mengajak masyarakat ikut dalam aksi penolakan tambang di Gedung DPRK Aceh Tengah.

“Kami tak pernah rela jika tanah nenek moyang kami di rusak oleh asing, dalam bentuk apapun,karena akan berdampak besar bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Sunar saat  melakukan pemasangan spanduk bersama Mahasiswa didepan salah satu kios.

Spanduk ukuran 5×1,2 meter yang bertuliskan, “‎Kami atas nama tokoh Masyarakat Mahasiswa seluruh lapisan Masyarakat Lingge menolak hadir PT. Lingge Mineral Resources di tanah nenek moyang kami.”

Disamping itu, Agus Muliara mengatakan ada beberapa titik spanduk yang sudah pasangkan.

Banyak masyarakat yang menolak hadir PT. LMR untuk menambang emas di linge.

“Masyarakat Linge pada dasarnya menolak penambangan emas oleh perusahaan, kalaupun ada yang mendukung dipastikan itu oknum masyarakat yang ingin mengambil keuntungan pribadi dari perusahaan,” Kata Agus Pengurus Organisasi Linge Musara.

Pemasangan spanduk penolakan oleh warga Linge dan Pengurus Organisasi Linge Musara  itu, dipasang di simpang Gading Isak, Simpang Simpil, Kampung Owaq, Lumut dan di Gunung Abong.

Selain itu pihaknya juga sempat menanyakan kepada para pekerja di areal pertambangan, berapa lama sudah mereka berkerja di tambang ini.

“Pak Anto mengatakan kami mulai berkerja sejak akhir tahun 2013, yang dimana mantan bupati Aceh Tengah Nasarudin sudah mengatakan silahkan kelola tambang itu demi kemaslahatan masyarakat,” cerita Agus dan Said saat memasang spanduk penolakan di Abong.

“Terus terang kami juga terkejut dengan pernyataan pak Anto yang mengatakan bahwa bupati sekarang Shabela Abubakar sebelum menjabat atau semasa masih kampanye Shabela pernah berkunjung 2 kali ke tambang itu. Tapi pernyataan Bupati sewaktu beberapa kali mengadakan aksi, mereka mengatakan tidak tahu akan adanya tambang itu di tanah Linge, ada apa dibalik ini semua. Sangat lucu kalau Pemda kita menjamu pihak PT. LMR hanya untuk sekedar menghidangkan makan dan minum seperti yang pernah ia lontarkan beberapa waktu kebelakang ini,” kata Agus yang pernah melakukan aksi tunggal penolakan tambang saat pelantikan DPRK Aceh Tengah di Gedung DPRK.

Pada 2006, Bupati Aceh Tengah menerbitkan Kontrak Karya kepada PT. LMR, di tahun 2009 PT. LMR disesuaikan ke Izin Usaha Pertambangan (IUP).

PT. LMR mendapatkan IUP Eksplorasi pada tahun 2009 dengan luas areal 98.143 ha, melalui Keputusan Bupati Aceh Tengah Nomor 530/2296/IUP-EKSPLORASI/2009 tentang Peningkatan Persetujuan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Kepada PT. Linge Mineral Resources, tanggal 28 Desember 2009, masa bupati Nasaruddin.

Penerbitan izin tersebut berdasarkan surat permohonan dari PT. LMR nomor LMR/101/20/XII/2009 tanggal 9 Desember 2009.

Berdasarkan pengumuman rencana AMDAL yang diumumkan pada 4 April 2019, luas areal yang diusulkan menjadi 9.684 ha yang berlokasi di Proyek Abong, desa Lumut, Linge, Owaq, dan Penarun, Kecamatan Linge, dengan produksi maksimal 800.000 ton/tahun. PT. LMR akan melakukan kegiatan penambangan dan pengolahan bijih emas dan mineral pengikut (dmp).

Tags: aceh tengahlingetambang emas
Previous Post

Warga Dayah Tuha Seruduk Kantor Bupati Pidie Jaya

Next Post

DPR Minta Pemprov Sumut Tindak Oknum Penghadang Truk Asal Aceh di Tapanuli

Next Post
Ratusan Truk Pengangkut Ikan Dari Aceh Dihadang Oleh Oknum Masyarakat Tapteng Sumut

DPR Minta Pemprov Sumut Tindak Oknum Penghadang Truk Asal Aceh di Tapanuli

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tukang Sampah di Italia Nemu Tiket Lotre Rp20 M yang Terbuang

Tukang Sampah di Italia Nemu Tiket Lotre Rp20 M yang Terbuang

06/08/2026
Digaji Berbulan-bulan, 10 Staf Kantor Polisi India Ternyata Fiktif

Digaji Berbulan-bulan, 10 Staf Kantor Polisi India Ternyata Fiktif

06/08/2026
ALAMP AKSI Aceh Desak Pemda Evaluasi Kinerja Kadis Dukcapil Aceh Singkil

ALAMP AKSI Aceh Desak Pemda Evaluasi Kinerja Kadis Dukcapil Aceh Singkil

05/08/2026
PII Aceh Desak Gubernur Aceh Evaluasi Total Kinerja Buruk Baitul Mal Aceh

PII Aceh Desak Gubernur Aceh Evaluasi Total Kinerja Buruk Baitul Mal Aceh

05/08/2026
Bupati Abdya Minta Dapur MBG di Abdya Konsisten Utamakan Bahan Lokal

Bupati Abdya Minta Dapur MBG di Abdya Konsisten Utamakan Bahan Lokal

05/08/2026

Terpopuler

Warga Linge Tolak Tambang di Aceh Tengah

Warga Linge Tolak Tambang di Aceh Tengah

09/09/2019

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Al Zahrah Awards 2026: Malam Puncak Apresiasi Santri dan Guru Berprestasi

Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com