Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Etika Sangat Diperlukan dalam Membuat Konten Media Sosial

Atjeh Watch by Atjeh Watch
22/07/2025
in Lintas Barat Selatan
0
Etika Sangat Diperlukan dalam Membuat Konten Media Sosial

Meulaboh – Di tengah masifnya penggunaan media sosial di Indonesia, penting bagi setiap pengguna terutama penyuluh agama untuk tidak hanya memahami cara membuat konten yang menarik, tetapi juga menyadari nilai-nilai etika yang mendasari setiap unggahan.

Hal ini disampaikan oleh Pranata Humas Ahli Pertama STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Rahmat Trisnamal pada pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Media Sosial bagi Penyuluh Agama di Aula Kantor Kementerian Agama Aceh Barat, Selasa 22 Juli 2025.

Menurut Rahmat, etika dalam bermedia sosial menjadi aspek penting yang sering kali diabaikan demi mengejar popularitas dan viralitas. Menurutnya membuat konten bukan sekadar soal visual dan pesan, tapi juga soal tanggung jawab.

“Kita bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk opini publik. Di sinilah peran etika sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Rahmat menyebutkan, berdasarkan data DataReportal tahun 2024, jumlah pengguna media sosial di Indonesia sangat besar. Seperti YouTube yang memiliki 139 juta pengguna TikTok 126,8 juta pengguna, Facebook 117,6 juta pengguna, Instagram 100,9 juta pengguna, WhatsApp: 86,87 juta pengguna, LinkedIn 26 juta pengguna, dan X (Twitter): 24,69 juta pengguna.

Dengan dominasi platform ini, penyuluh agama sebagai figur publik di masyarakat memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang edukatif, inklusif, dan bebas dari ujaran kebencian maupun disinformasi.

Rahmat juga menyinggung pentingnya literasi digital, mengingat masih banyak pengguna internet yang menjadi korban sekaligus penyebar berita hoaks.

Ia mengutip data dari Verywell Mind yang menyebutkan bahwa kelompok rentan terhadap hoaks mencakup lansia, pengguna internet baru, kelompok dengan ideologi tertentu, remaja, hingga masyarakat yang memiliki literasi digital rendah.

Menurut analis data Kominfo pada tahun 2018, penyebar hoaks bukan usia anak muda, melainkan pengguna usia 45 tahun ke atas yang hanya asal membagikan kembali konten yang disampaikan tanpa harus membaca terlebih dahulu.

Oleh karena itu, menurut Rahmat, penyuluh agama harus menjadi pelopor dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan etis.

“Etika dalam membuat konten bukan hanya penting, tapi wajib. Apalagi kita membawa misi dakwah yang tentu tidak hanya menyasar dunia nyata, tetapi juga dunia digital,” pungkas Rahmat.

Sementara itu, Kasi Bimas Kankemenag Aceh Barat, Drs H Tharmizi menyampaikan, pelatihan yang diikuti 65 penyuluh agama ini bertujuan meningkatkan kemampuan penyuluh dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah yang efektif dan sesuai perkembangan zaman.

Ia berharap, dengan pelatihan yang didapatkan, penyuluh agama dapat memproduksi konten digital yang menarik, edukatif, dan sesuai dengan nilai-nilai keagamaan.[]

Previous Post

Bupati Al- Farlaky: Sosok Ibunda Guru Terbaik Sepanjang Karir Saya

Next Post

Kemenag Aceh Besar Bantu Siswa Korban Kebakaran di Baet Meusago

Next Post
Kemenag Aceh Besar Bantu Siswa Korban Kebakaran di Baet Meusago

Kemenag Aceh Besar Bantu Siswa Korban Kebakaran di Baet Meusago

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Din Saja: Seniman Sudah 35 Tahun Mengeluh, Dinas Kebudayaan Perlu Dievaluasi

Din Saja: Seniman Sudah 35 Tahun Mengeluh, Dinas Kebudayaan Perlu Dievaluasi

07/06/2026
SMAN 1 Idi Rayeuk Juara Piala Bupati Al-Farlaky 2026

SMAN 1 Idi Rayeuk Juara Piala Bupati Al-Farlaky 2026

07/06/2026
Pemkab Aceh Timur Sediakan Lahan untuk Pusat Rehabilitasi Narkoba

Pemkab Aceh Timur Sediakan Lahan untuk Pusat Rehabilitasi Narkoba

07/06/2026
Polres Aceh Selatan Periksa Enam WNA Asal Tiongkok

Polres Aceh Selatan Periksa Enam WNA Asal Tiongkok

07/06/2026
Parlindungan Berutu Resmi Dilantik Sebagai Ketua Umum HMPS Pendidikan Fisika UIN Ar-Raniry

Parlindungan Berutu Resmi Dilantik Sebagai Ketua Umum HMPS Pendidikan Fisika UIN Ar-Raniry

07/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com