Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Petani Aceh Tengah Pikul Cabai ke Lhokseumawe Akibat Jalan Putus

redaksi by redaksi
13/12/2025
in Lintas Tengah
0
Cabai Merah Sumbang Deflasi Aceh Mei Sebesar 0,59 Persen

BANDA ACEH – Petani di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, terpaksa berjalan kaki sambil memikul cabai rawit untuk dijual ke Kota Lhokseumawe setelah akses jalan terputus akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi dua pekan lalu.

“Karena jalan putus, kami tidak bisa menggunakan kendaraan. Kalaupun bisa hanya sampai Kampung Buntul, selebihnya kami harus berjalan melewati lumpur setinggi lutut selama empat jam,” kata Riza Alpiandi, seorang petani Aceh Tengah, di Lhokseumawe, Jumat.

Riza bersama ayah, paman, dan iparnya, mengangkut cabai dagangannya ke Lhokseumawe melalui jalan KKA dari kampung halaman mereka. Mereka mengendarai sepeda motor hingga Kampung Buntul, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.

Dari Bantul, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 20 kilometer hingga Kampung Kem karena kondisi jalan yang terputus dan masih tertutup longsor pada beberapa titik.

Setibanya di Kampung Kem, mereka naik ojek menuju Kota Lhokseumawe dengan biaya Rp50 ribu per orang, masing-masing memikul cabai seberat 25-33 kilogram.

“Sepanjang jalan kami saling membantu satu sama lain, di sana juga ada ojek yang sangat membantu, apalagi dengan jalan yang sangat ekstrem,” ujarnya.

Para petani nekat menempuh perjalanan tersebut karena harga pangan di kampung sangat mahal. Harga beras yang sebelumnya sekitar Rp230 ribu kini mencapai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per karung.

Petani lainnya, Muslim, menyampaikan bahwa harga cabai di Aceh Tengah saat ini hanya Rp10 ribu per kg, sedangkan di Lhokseumawe harganya lebih tinggi, yakni Rp40 ribu per kilogram.

Cabai dipanen sehari sebelum keberangkatan ke Lhokseumawe agar tetap segar saat dijual. “Saya berharap cabai ini cepat laku karena keluarga di rumah menunggu kami membawa beras pulang,” kata Muslim.

Para petani berharap pemerintah segera memperbaiki jalan yang terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor tersebut agar aktivitas ekonomi mereka kembali normal.

Sumber: antara

Previous Post

Prabowo Cek Langsung Kayu Gelondongan Terbawa Banjir di Tamiang

Next Post

Drama Air Mata dan Inkonsisten Kebijakan di Aceh

Next Post
Relawan China Belum Maksimal di Aceh Akibat Terkendala Puing Kayu

Drama Air Mata dan Inkonsisten Kebijakan di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

ALAMP AKSI Aceh Desak Pemda Evaluasi Kinerja Kadis Dukcapil Aceh Singkil

ALAMP AKSI Aceh Desak Pemda Evaluasi Kinerja Kadis Dukcapil Aceh Singkil

05/08/2026
PII Aceh Desak Gubernur Aceh Evaluasi Total Kinerja Buruk Baitul Mal Aceh

PII Aceh Desak Gubernur Aceh Evaluasi Total Kinerja Buruk Baitul Mal Aceh

05/08/2026
Bupati Abdya Minta Dapur MBG di Abdya Konsisten Utamakan Bahan Lokal

Bupati Abdya Minta Dapur MBG di Abdya Konsisten Utamakan Bahan Lokal

05/08/2026
Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

05/08/2026
Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

05/08/2026

Terpopuler

Cabai Merah Sumbang Deflasi Aceh Mei Sebesar 0,59 Persen

Petani Aceh Tengah Pikul Cabai ke Lhokseumawe Akibat Jalan Putus

13/12/2025

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Kejari Pidie Jaya Lelang 1.296 Liter Solar dan iPhone Rampasan Negara, Eksekusi Aset Hasil Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com