Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Drama Air Mata dan Inkonsisten Kebijakan di Aceh

redaksi by redaksi
13/12/2025
in Saleuem
0
Relawan China Belum Maksimal di Aceh Akibat Terkendala Puing Kayu

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem saat memberikan keterangan kepada awak media usai menetapkan perpanjangan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh, di Pendopo Gubernur Aceh, di Banda Aceh, Rabu malam (10/12/2025). ANTARA/Rahmat Fajri

Diakui atau tidak, salah satu penyebab penanganan bencana di Aceh berjalan lamban dan tak terarah adalah karena gagap-nya kepemimpinan Mualem selaku pemegang komando tertinggi.

Kondisi ini dimulai usai bencana melanda Aceh di akhir November 2025 lalu.

Ketika bupati walikota daerah yang terkena dampak banjir dan longsor menangis karena kondisi daerah, Mualem dengan enteng mengatakan mereka itu cengeng.

Ketika bupati walikota membuat surat surat ketidaksanggupan menghadapi bencana di daerah, Mualem meminta mereka mundur jika tak mampu.

Sementara di sisi lain, Mualem berharap bencana di Aceh ditetapkan sebagai bencana nasional. Mualem sendiri juga menangis dalam wawancara dengan Mata Najwa. Apa beda tangis Mualem dengan para bupati?

Harusnya, jika status bencana nasional penting bagi Aceh, Mualem bisa mengungkapkan langsung saat bertemu dengan presiden Prabowo. Namun apa yang terjadi? Dalam pertemuan dengan Prabowo, hal tersebut justru tak terjadi. Dalam rapat terbatas dengan Prabowo, Mualem justru berharap bantuan obat-obatan.

Anehnya, di luar rapat dengan Prabowo, Mualem justru mengatakan bahwa Aceh terbuka untuk bantuan internasional. Perkataan Mualem tersebut tentu tak selaras dengan kebijakan pusat yang tak menerima bantuan internasional.

Imbas dari ketidakkonsisten tersebut, saat ini ada banyak bantuan dari Malaysia yang kabarnya menumpuk di Bandara Sultan Iskandar Muda serta belum ada izin untuk disalurkan kepada korban banjir.

Dalam logika bernegara, sikap konsisten seorang pemimpin harusnya sangat penting. Agar setiap kebijakan tidak tumpang tindih serta membuat para bawahannya pusing tujuh keliling.

Demikian juga dengan kondisi Pemerintah Aceh saat ini. Pemerintah bukanlah relawan yang tugasnya mendistribusikan bantuan kepada korban banjir di Aceh. Pemerintah harus menjadi ‘pengendali’ agar kondisi Aceh lebih cepat pulih pasca bencana.

Mualem jangan terlalu lama meninggalkan komando penanggulangan bencana di provinsi. Jangan biarkan lembaga vertical berkerja masing-masing tanpa arah di Aceh. Inilah tugas pemimpin yang sebenarnya.

Keberadaan APBA 2025 juga hampir berakhir tanpa ada perubahan berarti untuk korban bencana di Aceh. Harusnya ada kebijakan khusus untuk APBA 2026 nanti.

Kucuran Rp20 miliar dari pemerintah pusat untuk Aceh tidak cukup untuk penanganan bencana.

Kebijakan anggaran yang pro pada korban bencana di Aceh dalam APBA 2026 akan terasa jauh lebih penting dan bermanfaat dari keberadaan air mata para pemimpin di lensa kamera. Air mata siapapun.

 

Previous Post

Petani Aceh Tengah Pikul Cabai ke Lhokseumawe Akibat Jalan Putus

Next Post

KN Antares Tetap Siaga Mendukung Penyaluran Bantuan Logistik di Aceh

Next Post
KN Antares Tetap Siaga Mendukung Penyaluran Bantuan Logistik di Aceh

KN Antares Tetap Siaga Mendukung Penyaluran Bantuan Logistik di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemkab Abdya Serahkan 66 Gerobak untuk Pengumpul Batu Putih di Ujong Tanoh

Pemkab Abdya Serahkan 66 Gerobak untuk Pengumpul Batu Putih di Ujong Tanoh

22/09/2026
Kapolres Nagan Raya Ngopi Bareng Awak Media, Bangun Sinergi dan Perkuat Kemitraan

Kapolres Nagan Raya Ngopi Bareng Awak Media, Bangun Sinergi dan Perkuat Kemitraan

22/09/2026
Perkuat Syiar Islam, Program “Ngopi Sajan Teungku” Digelar di Suak Nibong

Perkuat Syiar Islam, Program “Ngopi Sajan Teungku” Digelar di Suak Nibong

22/09/2026
Abdya Mantap Maju Calon Tuan Rumah PORA XVI 2030, Ini Kata Ketua KONI

Abdya Mantap Maju Calon Tuan Rumah PORA XVI 2030, Ini Kata Ketua KONI

22/09/2026
Ribuan Rumah Korban Bencana Pidie Jaya Masuk Tahap II, Pencairan Kini Jadi Penantian

Ribuan Rumah Korban Bencana Pidie Jaya Masuk Tahap II, Pencairan Kini Jadi Penantian

22/09/2026

Terpopuler

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Utang RSUDZA Tembus Rp416,97 Miliar, Nasrul Zaman: Periksa Manajemen Lama

22/09/2026

Drama Air Mata dan Inkonsisten Kebijakan di Aceh

Idris Abdya Mantapkan Langkah Maju Sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI Utusan Aceh Periode Akan Datang

Atlet Anggar Abdya Tembus Kejuaraan Internasional di Thailand, KONI Beri Apresiasi

Politik Gagasan dan Inspirasi Kepemimpinan: Belajar dari Tapak Tilas Dr. Safaruddin dan Pohon Harapan di Abdya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com