Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

UGM Bangun 100 Unit Huntara di Aceh Utara

redaksi by redaksi
03/01/2026
in Lintas Timur
0
UGM Bangun 100 Unit Huntara di Aceh Utara

LHOKSEUMAWE – Universitas Gadjah Mada terus menguatkan perannya dalam fase pemulihan pascabanjir di Sumatra melalui pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan keterampilan konstruksi bagi warga sebagai bagian dari pembangunan 100 unit Hunian Sementara (Huntara) di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Program ini menempatkan warga sebagai subjek utama pemulihan dengan dukungan keilmuan dan pendampingan teknis dari kampus.

Pelatihan keterampilan konstruksi bagi warga dilaksanakan pada 31 Desember 2025 dengan melibatkan tim ahli konstruksi dan kebencanaan dari Tim Tangguh Fakultas Teknik UGM. Katua Tim, Ashar Saputra, Ph.D., mengungkapkan kegiatan ini dirancang untuk membekali warga dengan keterampilan konstruksi kayu yang aplikatif dan sesuai dengan desain hunian sementara yang dikembangkan UGM. Sebanyak 14 peserta mengikuti kegiatan ini dari Desa Geudumbak dan wilayah sekitar.

“Kami berangkat dari Yogyakarta dan langsung mendampingi pelatihan agar warga siap membangun hunian ini bersama-sama,” ujarnya, Jumat (2/1).

Desain huntara yang diterapkan menggunakan pendekatan konstruksi sederhana agar mudah dipahami dan direplikasi. Tim UGM mendampingi warga dalam memahami teknik pembangunan rumah papan berukuran 6×6 meter yang dapat dikerjakan dalam waktu relatif cepat. Pendekatan ini diharapkan mempercepat penyediaan hunian bagi penyintas banjir. “Kami melihat warga sangat cepat memahami teknologi konstruksi yang kami perkenalkan,” kata Ashar.

Ashar berujar pelaksanaan pembangunan di lapangan menghadapi sejumlah tantangan nonteknis. Keterbatasan listrik, air bersih, serta kondisi jalan yang berlumpur akibat hujan memerlukan penyesuaian dalam proses kerja. Meski demikian, pendampingan tetap berjalan dengan memaksimalkan sumber daya yang tersedia.

“Di lokasi ini tantangan utamanya memang listrik, air bersih, dan akses, tapi itu masih bisa kami atasi bersama warga,” tuturnya.

Antusiasme warga menjadi modal penting dalam pelaksanaan pembangunan huntara. Keterlibatan mereka dalam setiap tahap pekerjaan mempercepat proses sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap hunian yang dibangun. Warga tidak sekadar menunggu bantuan, tetapi aktif berkontribusi sebagai bagian dari tim pembangunan. “Warga sangat bersemangat karena mereka bisa ikut membangun rumahnya sendiri dan melihat hasilnya secara langsung,” ujar Ashar.

Kolaborasi dengan mitra kemanusiaan turut memperkuat pelaksanaan program di lapangan. Dalam pembangunan 100 unit huntara ini, UGM bekerja sama dengan Rumah Zakat yang mendukung pendanaan dan fasilitasi kebutuhan dasar selama proses pembangunan. Perwakilan Rumah Zakat, Ar Razi Izzatul Yazid, menjelaskan bahwa sinergi ini memungkinkan pendekatan keilmuan dari UGM diterapkan secara efektif di lokasi terdampak.

“Kami menyiapkan genset serta mengupayakan sumur dan toren air agar pembangunan huntara dapat berjalan lancar,” jelasnya.

Selain penyediaan hunian, kolaborasi ini juga menekankan peningkatan kapasitas warga melalui pelatihan keterampilan konstruksi bagi warga. Metode konstruksi yang diperkenalkan menjadi pengetahuan baru yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Dampak ini dirasakan langsung oleh warga yang terlibat dalam pembangunan.

“Bagi warga di sini, ini menjadi wawasan baru bahwa dengan papan pun bisa membangun rumah yang kuat dan layak,” ungkap Yazid.

Kehadiran hunian sementara dinilai memberi dampak signifikan bagi penyintas banjir dalam fase pemulihan. Hunian memungkinkan warga kembali tinggal dengan aman, nyaman, serta menjaga privasi keluarga. Keterlibatan warga juga membuka peluang pemulihan ekonomi lokal.

“Warga sangat bersyukur karena bisa kembali memiliki hunian yang aman dan melanjutkan penghidupan mereka setelah bencana,” pungkas Yazid.

Previous Post

UMY Rescue 2025 Aktifkan Kembali Layanan Kesehatan di Puskesmas Linge Aceh Tengah

Next Post

Upacara HAB ke-80, Kemenag Aceh Besar Ajak ASN Warnai AI dengan Konten Keagamaan

Next Post
Upacara HAB ke-80, Kemenag Aceh Besar Ajak ASN Warnai AI dengan Konten Keagamaan

Upacara HAB ke-80, Kemenag Aceh Besar Ajak ASN Warnai AI dengan Konten Keagamaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

05/08/2026
Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

05/08/2026
Forkopemras Aceh Selatan Minta Peserta Seleksi JPT Pratama Andalkan Kompetensi dan Integritas, Bukan Kedekatan

Forkopemras Aceh Selatan Minta Peserta Seleksi JPT Pratama Andalkan Kompetensi dan Integritas, Bukan Kedekatan

05/08/2026
Wakil Rektor USK Harap PPG USK Lahirkan Guru Profesional dan Religius

Wakil Rektor USK Harap PPG USK Lahirkan Guru Profesional dan Religius

05/08/2026
Eksekusi Putusan Inkracht, Kejari Pidie Jaya Lelang Solar dan iPhone Secara Terbuka

Eksekusi Putusan Inkracht, Kejari Pidie Jaya Lelang Solar dan iPhone Secara Terbuka

05/08/2026

Terpopuler

UGM Bangun 100 Unit Huntara di Aceh Utara

UGM Bangun 100 Unit Huntara di Aceh Utara

03/01/2026

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Kejari Pidie Jaya Lelang 1.296 Liter Solar dan iPhone Rampasan Negara, Eksekusi Aset Hasil Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com