Banda Aceh – Prajurit TNI membangun jembatan gantung di Kalaili, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tamiang, guna membuka serta memperlancar hubungan antarwilayah terdampak bencana di pedalaman daerah tersebut.
Komandan Rayon Militer (Danramil) 05/Linge, Kodim 0106/Aceh Tengah, Lettu Inf Muklis, dalam keterangan diterima di Banda Aceh, Selasa, mengatakan jembatan gantung yang dibangun tersebut sepanjang 100 meter.
“Hingga kini, progres pembangunan Jembatan Gantung Kalaili di Kecamatan Linge, sudah mencapai 45,5. Personel di lapangan terus bekerja menyelesaikan pembangunan jembatan gantung tersebut,” katanya.
Jembatan gantung tersebut nantinya menghubungkan Desa Owaq dan sejumlah desa lainnya di wilayah Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, di antaranya Desa Linge, Desa Jamat, Desa Delung, Sekinel, Kute Reje, dan Reje Payung.
Pembangunan jembatan gantung tersebut di bawah koordinasi Komando Distrik Militer (Kodim) 0106/Aceh Tengah dengan dukungan material dari TNI Angkatan Darat.
Personel yang terlibat dalam pengerjaan jembatan dari Koramil 05/Linge Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 854/DK serta Kompi B Batalyon Infanteri (Yonif) 114/Satria Musara.
“Sampai saat ini, pekerjaan abutmen jembatan sudah rampung. Tiang atau pilon satu titik, kanan dan kiri, juga sudah didirikan. Tahapan ini merupakan bagian penting dalam menopang struktur utama jembatan sebelum memasuki pekerjaan lanjutan,” katanya.
Muklis menyebutkan tantangan utama pembangunan jembatan gantung tersebut pada proses langsir material karena jaraknya cukup jauh. Kondisi lapangan serta keterbatasan akses distribusi menjadi kendala tersendiri.
“Namun, kerja sama dan semangat gotong royong seluruh prajurit TNI serta dukungan berbagai pihak, pembangunan jembatan gantung terlaksana sesuai rencana,” kata Muklis.
Abdul Rahman, warga Desa Jamat, mengapresiasi dan berterima kasih kepada TNI karena membangun jembatan tersebut. Jembatan tersebut nantinya menjadi objek vital masyarakat pascabencana
“Selama ini, kami harus memutar cukup jauh untuk menuju desa sebelah, apalagi saat musim hujan. Kalau jembatan ini selesai, akses jadi lebih mudah, anak-anak ke sekolah lancar, dan hasil kebun bisa lebih cepat dibawa ke pasar,” kata Abdul Rahman.










