BANDA ACEH – Akhir November 2025, musibah longsor dan banjir bandang melanda Aceh, juga menimpa provinsi tetangga: Sumut dan Sumbar. Semua kawasan Nanggroe Aceh, di ujung barat Sumatera, berdampak. Dan Aceh Tamiang yang berbatasan Sumut, masuk yang paling parah dari pascabencana hidrometeorologi.
Jalur transportasi dan listrik terputus, serta sarana komunikasi sangat terganggu. Kawasan yang jauh dengan daerah musibah, juga berdampak seperti Banda Aceh, ibu kota yang sedang rampungkan sejumlah agenda penting provinsi jelang akhir tahun.
Usai banjir, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang, H Anwar Padli SAg, baru selesai dari sebuah acara. Beberapa saat setelah menerima kabar yang belum utuh dari Kuala Simpang, Anwar cepat-cepat kembali dearah pengabdian.
Meski jalan pulang tidak mulus, ditapakinya lewat udara, darat, rakit, dan boat, asal bisa segera sampai ke Karang Baru, lokasi perkantoran yang tenggelam lumpur. Lumpur genangi kota, kampung, lahan, dan jalan.
Kisahnya, dari Banda Aceh ke daratan Tamiang ditempuhnya, hingga melintas batas provinsi. Setelah Anwar mendarat di Kuala Namu, Kab Deli Serdang, Sumut, tengah malam diiringi hujan, terasa ini malam yang kian panjang dan berat.
Dari perbatasan tembus langsung ke Kec Pangkalan Susu, Kab Langkat. Sama dengan Aceh Tamiang, kawasan sisi barat Sumut ini pun sama, kawasan permukiman dan perkebunan bagai danau.
Dengan tim, ia menyeberang ke Pulau Kampai Pangkalan Susu, membawa bantuan logistik, dengan kapal boat nelayan. Perahu mengarungi air yang kuning hingga ke Serang Jaya Kec Pematang Jaya, Kab Langkat. Boat menyusuri Paluh, Kec Batang Serangan, Kab Langkat, hingga sampai di daerah daratan sekitar Kec Rantau, dan Kuala Simpang, pusat Aceh Tamiang.
Ia dan tim mencari jalan elak yang tidak terdampak, hingga sampai di kediaman lalu mendirikan posko di rumahnya, Dusun Bukit Suling Desa Rantau Pauh Kec Rantau.
Di sini pula tempat berkumpulnya keluarga besar Kemenag Tamiang yang masih tercerai berai karena musibah banjir.
Dalam hitungan hari dan pekan, jalur transportasi pun sudah bisa digunakan, bantuan dan relawan berdatangan. Juga dari keluarga besar Kemenag. Relawan Kanwil Kemenag Aceh pun beberapa hari membantu ringankan beban duka di Karang Baru dan sekitarnya, bersama para Kankemenag se Aceh.
Tiga bulan sudah, kondisi warga dan sarana lainnya belum pulih, meski ada perubahan. Ikhtiar bersama dalam aksi Kemenag Berdampak, terus mengalir.
Terakhir, awal Februari ini, antara lain Anwar mendampingi tim Kemenag pusat, Kakanwil, dan peserta, yang memantau dan salurkan bantuan, seselai penutupan RKA-SK 2027 di Kota Langsa.
Dan Anwar Padli Ibrahim pun akan pamitan. “Alhamdulillah, per 1 Maret 2026, masuk masa purnatugas, setelah memulai perjalanan di Kemenag Aceh, sejak 2000,” runutnya.
Ini babak akhir perjalanan panjang dan melelahkan, bersama Anwar, pria berkulit putih kelahiran Februari 58 tahun silam.
Perjuangan di akhir masa karir PNS, menjelang ia purnabakti, dalam maksimalkan layanan di tengah lumpur. Anwar harus pamitan saat kondisi belum normal, masih berlumpur.
Anwar Padli, suamiI Hj Israyati SPd (Guru SMAN 2 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang), awali karir sejak 2000-2002, selaku Penyuluh Agama Islam Fungsional Kec Rantau Selamat, Aceh Timur.
Kab Aceh Tamiang mekarkan diri dari Kab Aceh Timur pada 2002. Dan dalam rentang 2002-2004 Anwar lanjutkan sebagai Penyuluh Agama Islam Kec Kota Kuala Simpang.
Sejak 2004-2006, Anwar masih Penyuluh Agama Islam Fungsional Kec Rantau.
Anwar yang masuk ke Fakultas Dakwah/DBP IAIN Ar-Raniry sejak 1989 lalu, termasuk PNS angkatan I Penyuluh Agama Islam Fungsional Kemenag Aceh.
Selama sekitar tiga tahun, 2006-2009, Anwar dipromosi sebagai Kepala Seksi Penamas dan Pekapontren Kemenag Aceh Tamiang.
Setelah dalam masa 2009-2013, sebagai Kepala Seksi Mapenda Kemenag Aceh Tamiang, Anwar dikasih amanah mengawal sekretariat dan rumah tangga kantor: Kasubbag TU Kankemenag Aceh Tamiang (2013-2021).
Setelah Kakankemenag Drs H Hasan Basri MM purnatugas akhir April 2020, Anwar Padli juga ditunjuk sebagai Plt Kankemenag saat Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi.
Kakankemenag setelah masa Anwar selaku Plt itu, ialah H Fadli SAg (yang mutasi dari jabatan lama sebagai Kakankemenag Pidie).
Pada 2021-2023 dimutasi lagi menjadi Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Aceh Tamiang.
Dan dalam pelantikan di Kanwil, sejak November 2023 hingga Feb 2026, Anwar diamanahkan Kepala Kantor kemenag Aceh Tamiang. Kakankemenag Anwar mengganti H Fadli SAg, yang mutasi mengepalai Kankemenag Kota Langsa.
“Ada 2 Penyuluh Agama yang sudah jadi Kakankemenag, saya dan Ustaz Azhar, yang ke Singkil,” kenangnya, untuk Kakankemenag Singkil.
“Semoga pengabdian di Kemenag ini berkah dan menjadi amal ibadah,” doa dan harapan Anwar, ayah sepasang putra-putri: dr Puan Adzkia Al-Anwari dan Alif Dzakwan Al-Anwari SE.
“Kemulian dari Kemenag, anatar lain diamanahkan dua kali petugas haji (PPIH) TPHI atau Ketua Kloter BTJ 07 tahun 2019 dan Ketua Kloter BTJ 07 tahun 2025, yang didominasi jemaah zona timur,” tambahnya.
“Akhirnya, kami mohon maaf atas segala kekhilafan selama bersama rekan dan jajaran serta warga di mana pun. Semoga kebersamaan kita tetap langgeng dalam keberkahan dari Allah Ta’ala,” pungkasnya.[]










