Banda Aceh – Polres Sabang tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh salah seorang wisatawan asal Kota Banda Aceh yang meninggal dunia tenggelam saat berenang (snorkeling) di pulau Rubiah Gampong Iboih, Kecamatan Sukamakmue Sabang, Aceh.
“Hasil visum et repertum yang dilakukan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Kapolres Sabang, AKBP Sukoco, di Sabang, Minggu.
Korban diketahui bernama M Raisul Abrar (18), pelajar, warga Desa Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, ia datang bersama sembilan rekannya untuk berenang di pinggiran pantai pulau Rubiah.
Kapolres menjelaskan, peristiwa tersebut berawal ketika korban bersama rekannya berangkat menuju Pulau Rubiah menggunakan boat sewaan milik masyarakat untuk melakukan aktivitas snorkeling sekitar pukul 08.00 WIB.
Lalu, korban bersama rombongan mulai turun ke laut menggunakan perlengkapan snorkeling berupa kacamata selam, pelampung, dan sepatu bebek.
Namun, sekira pukul 08.45 WIB, rekan-rekan korban yang telah naik ke permukaan menyadari korban tidak terlihat, sehingga dilakukan pencarian.
Lima menit kemudian, korban ditemukan sekitar satu meter dari bibir pantai dengan kedalaman kurang lebih 50 centimeter dalam posisi telungkup dan mengambang, dan masih menggunakan perlengkapan snorkeling, korban dievakuasi ke tepi pantai.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengeluarkan busa dari mulut.
Seorang pemandu wisata (tour guide) bernama Jabar langsung memberikan pertolongan pertama berupa CPR (Resusitasi Jantung Paru) hingga dari mulut korban keluar pasir bercampur air. Selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Iboih.
Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia, dan tidak ditemukan adanya luka pada tubuhnya.
Sekira pukul 12.28 WIB, jenazah korban diberangkatkan ke kampung halamannya di Kota Banda Aceh menggunakan KMC Express Bahari 2F.
“Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan tidak keberatan,” ujar Kapolres.
Dalam kesempatan ini, Kapolres Sabang AKBP Sukoco menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian tersebut serta mengingatkan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di laut.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa ini menjadi perhatian kita bersama agar lebih mengutamakan faktor keselamatan saat melakukan aktivitas di laut, khususnya snorkeling,” katanya.
Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan agar menggunakan perlengkapan yang sesuai standar, tidak berenang sendiri, serta selalu berada dalam pengawasan pemandu atau petugas demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kita terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna meningkatkan pengawasan dan keamanan di kawasan wisata bahari di Kota Sabang, sehingga tetap aman dan nyaman bagi para pengunjung,” demikian AKBP Sukoco.









