Takengon – Rabu, 22 April 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon kembali menggelar kegiatan Coffee Morning sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas akademik dan pengembangan wawasan keilmuan bagi sivitas akademika.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (22/04/2023) pagi menghadirkan Dr. Irhas, M.A. sebagai narasumber dengan tema “Exploring Emotional and Psychological Healing in The Qur’an.”
Dalam pemaparannya, Dr. Irhas menekankan bahwa konsep syifa’ tidak hanya dipahami dalam dimensi fisik, tetapi juga memiliki relevansi kuat dalam aspek psikologis dan mental.
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai penyembuhan dalam perspektif keilmuan Islam dapat berfungsi sebagai instrumen untuk mengatasi berbagai problematika emosional dan gangguan mental.
Pendekatan ini menempatkan manusia sebagai entitas holistik yang membutuhkan keseimbangan antara aspek spiritual, emosional, dan rasional.
Lebih lanjut, Irhas menguraikan krisis psikologis yang berkembang dalam masyarakat modern menuntut pendekatan integratif yang tidak hanya berbasis terapi konvensional, tetapi juga mengakomodasi nilai-nilai transendental. Dengan demikian, konsep emotional and psychological healing dapat menjadi alternatif pendekatan yang relevan dalam menjawab tantangan kesehatan mental kontemporer.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon, Dr. Muhammad Riza, M.A. menyampaikan bahwa program Coffee Morning merupakan salah satu inisiatif strategis LPPM IAIN Takengon yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, bagi dosen dan sivitas akademika.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi linguistik, tetapi juga sebagai ruang diskusi ilmiah yang mendorong pertukaran gagasan secara akademis dan global,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan Coffee Morning merupakan bagian dari rangkaian program unggulan LPPM IAIN Takengon yang terintegrasi dengan kegiatan rutin lainnya, seperti Rabu Berkah melalui Subuh Berjamaah, Magrib Mubarakah, serta pengembangan media diseminasi keilmuan melalui Podcast “Resonansi” yang direncanakan akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.
Melalui berbagai program tersebut, LPPM IAIN Takengon berupaya membangun ekosistem akademik yang produktif, kolaboratif, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran institusi dalam menghasilkan kontribusi nyata di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus membentuk sivitas akademika yang unggul secara intelektual dan spiritual.











