Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Muda Balia: Penguasa Aceh Gagal Memanfaatkan Budaya sebagai Suara Rakyat

Joe Samalanga by Joe Samalanga
14/06/2026
in Nanggroe
0
Muda Balia: Penguasa Aceh Gagal Memanfaatkan Budaya sebagai Suara Rakyat

BANDA ACEH – Seniman hikayat Aceh, Muda Balia, melontarkan kritik keras terhadap pemerintah yang dinilainya belum serius memanfaatkan kebudayaan sebagai instrumen pembangunan masyarakat. Menurutnya, berbagai seni tradisi Aceh selama ini hanya dijadikan pelengkap acara seremonial tanpa upaya nyata untuk membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan.

“Kalau pemerintah benar-benar peduli budaya, buatlah pertunjukan rutin, pelatihan, workshop, dan festival yang terukur. Jangan hanya dipanggil saat ada acara besar lalu selesai begitu saja,” kata Muda Balia dalam sebuah wawancara, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, pemerintah seharusnya menjadikan seni tradisi sebagai ruang pendidikan publik sekaligus sarana memperkuat identitas Aceh. Ia menilai selama ini para pelaku seni tradisi, khususnya penghikayat, kehilangan ruang hidup karena minimnya perhatian dan kebijakan yang berpihak.

Muda Balia mengusulkan agar pemerintah membentuk sistem pembinaan penghikayat dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Salah satunya melalui pemilihan penghikayat atau “penyair istana” yang bertugas menyuarakan aspirasi rakyat sekaligus menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada masyarakat.

“Fungsi penghikayat dulu bukan sekadar menghibur. Mereka menjadi penghubung antara rakyat dengan penguasa. Keluhan masyarakat disampaikan melalui hikayat, sementara kebijakan pemimpin diteruskan kepada rakyat,” ujarnya.

Ia menilai fungsi tersebut kini hampir hilang. Akibatnya, seni hikayat kehilangan peran strategisnya dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Lebih jauh, Muda Balia menyinggung kondisi Aceh yang menurutnya sedang menghadapi krisis nilai. Di satu sisi, Aceh dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi agama dan budaya, namun di sisi lain berbagai persoalan sosial masih terus terjadi.

“Agama, budaya, dan kebangsaan seharusnya berjalan bersama. Kalau semuanya hanya menjadi slogan dan identitas, sementara nilai-nilainya tidak hadir dalam kehidupan sehari-hari, maka masyarakat kehilangan arah,” katanya.

Ia menilai pemerintah terlalu sering berbicara tentang pelestarian budaya tanpa menghadirkan kebijakan yang mampu menghidupkan para pelaku budaya itu sendiri. Padahal, menurutnya, seniman tradisi merupakan aset penting dalam menjaga moralitas, identitas, dan karakter masyarakat.

“Kita bangga menyebut Aceh sebagai daerah budaya dan syariat, tetapi apakah para penjaga budaya itu sendiri sudah diperhatikan? Jangan sampai yang tersisa hanya nama besar Aceh, sementara para pelaku budayanya hidup dalam kesulitan,” tegasnya.

Muda Balia berharap pemerintah Aceh tidak lagi memandang kebudayaan sebagai sektor pelengkap pembangunan, melainkan sebagai fondasi yang mampu memperkuat jati diri masyarakat dan menjadi sarana efektif membangun komunikasi antara rakyat dan penguasa.

“Jika pemerintah ingin budaya hidup, jangan hanya membangun panggung. Bangun juga manusia dan ekosistem yang membuat kebudayaan itu terus bernapas,” pungkasnya.[]

Previous Post

International Office UIN Ar-Raniry Gelar Webinar Karier Internasional “The Aussie Hustle”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Muda Balia: Penguasa Aceh Gagal Memanfaatkan Budaya sebagai Suara Rakyat

Muda Balia: Penguasa Aceh Gagal Memanfaatkan Budaya sebagai Suara Rakyat

14/06/2026
International Office UIN Ar-Raniry Gelar Webinar Karier Internasional “The Aussie Hustle”

International Office UIN Ar-Raniry Gelar Webinar Karier Internasional “The Aussie Hustle”

14/06/2026
Cabdisdik Aceh Timur Sukses Gelar O2SN, SMAN Unggul Raih Juara Umum

Cabdisdik Aceh Timur Sukses Gelar O2SN, SMAN Unggul Raih Juara Umum

14/06/2026
Pesisir Pantai Lambadeuk Ditanami 200 Batang Mangrove

Pesisir Pantai Lambadeuk Ditanami 200 Batang Mangrove

14/06/2026
Kapal Mati di Tengah Laut, 26 Penumpang Dievakuasi ke Pulau Panggang

Kapal Mati di Tengah Laut, 26 Penumpang Dievakuasi ke Pulau Panggang

14/06/2026

Terpopuler

Muda Balia: Penguasa Aceh Gagal Memanfaatkan Budaya sebagai Suara Rakyat

Muda Balia: Penguasa Aceh Gagal Memanfaatkan Budaya sebagai Suara Rakyat

14/06/2026

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Polhukab IPELMASRA Tolak Tambang Beutong Ateuh

Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com