Nagan Raya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat hingga saat ini mulai menyiagakan personel setelah tiga desa di Kecamatan Pante Ceureumen, kabupaten setempat terendam banjir luapan dengan ketinggian air berkisar antara 20-49 centimeter.
“Banjir luapan ini terjadi akibat tingginya curah hujan sejak dua hari belakangan ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah kepada wartawan, Minggu malam.
Ada pun empat desa yang mulai terendam banjir sejak Minggu sore, di antaranya Desa/Gampong Canggai, Gampong Lawet, Gampong Seumantok, serta beberapa wilayah titik lain di seputaran Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.
Menurutnya, banjir luapan ini murni dipicu oleh faktor cuaca ekstrem yang melanda wilayah hulu dan hilir Aceh Barat dalam 48 jam terakhir.
Ia menyebutkan, tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Barat selama dua hari terakhir mulai memicu luapan sungai. Kondisi ini terjadi akibat meluapnya debit air Sungai (Krueng) Meureubo pada Minggu sore.
Teuku Ronal mengatakan kondisi genangan air hingga saat ini masih dalam kategori setinggi mata kaki hingga betis orang dewasa. Meski air sudah memasuki pekarangan dan sebagian rumah warga, situasi dinilai masih relatif aman dan terkendali.
Ia menyebutkan, hingga saat ini juga belum ada warga yang mengungsi ke posko darurat. Warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing sambil mengamankan barang berharga.
BPBD Aceh Barat saat ini terus menyiagakan personel di lapangan untuk memantau perkembangan debit air secara berkala.
Mengingat cuaca yang masih berpotensi hujan, warga yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Krueng Meureubo diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan air yang lebih tinggi secara tiba-tiba.
BPBD Aceh Barat menyatakan akan segera melakukan pembaruan (update) data secara berkala mengenai luasan wilayah terdampak serta total kepala keluarga (KK) yang mengalami kerugian akibat bencana ini, demikian Teuku Ronal.









