Nagan – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh saat ini terus memacu pengerjaan preservasi jalan dan jembatan di ruas Calang menuju Simpang Peut, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.
“Proyek ini bertujuan utama untuk memperlancar arus lalu lintas di kawasan tersebut, sekaligus meningkatkan kualitas jalan agar mampu mencapai standar nasional,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPJN Aceh Zulkarnaini di Nagan Raya, Minggu.
Zulkarnaini mengatakan pelebaran ruas jalan di Nagan Raya, Aceh yang saat ini dikerjakan oleh BPJN Aceh di PPK 2, sebagai upaya pemerintah untuk memperlancar arus lalu-lintas masyarakat, sekaligus meningkatkan standar jalan di daerah ini.
Ia menjelaskan, proyek yang sedang berjalan ini bukanlah pembukaan jalan baru, melainkan program perluasan atau pelebaran dari badan jalan yang sudah ada sebelumnya.
Dia merinci, pelebaran dilakukan pada sisi kiri dan kanan jalan masing-masing selebar 1,5 meter, sehingga total lebar badan jalan saat ini mencapai 6 meter. Proyek preservasi ini mencakup total panjang jalan hingga 3,35 kilometer.
“Ini perluasan, jadi kita luaskan jalan ini, pelebaran kiri-kanan 1,5 dengan 1,5 meter, jadi badannya sudah ada 6 meter. Ini panjangnya total 3,35 kilometer,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai target rampung nya proyek tersebut, Zulkarnaini optimis pengerjaan dapat diselesaikan tepat waktu pada akhir kuartal ketiga tahun ini.
“Ini insya Allah kita target selesai tanggal 10 September 2026 tahun ini, insya Allah,” katanya menambahkan.
Proyek pelebaran jalan ini juga disebut berkaitan erat dengan instruksi dari Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo terkait mobilisasi material, termasuk untuk mendukung fasilitas umum seperti sekolah rakyat.
Zulkarnaini menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen menjalankan arahan pusat demi kemaslahatan masyarakat luas.
“Ini salah satunya, jadi instruksi dari Pak Menteri tetap kita jalankan. Semua yang diinstruksikan oleh beliau adalah untuk melancarkan semua lalu lintas, kemudian juga untuk bermanfaat ya untuk masyarakat yang ada di Aceh, khususnya ini di Aceh Barat dan Nagan Raya,” pungkasnya.










