Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Obrolan Nasir Djamil – Apaleh: Ingin Wujudkan Geurugok Jadi Kota Sate

Admin1 by Admin1
08/11/2020
in Sosok
0
Obrolan Nasir Djamil – Apaleh: Ingin Wujudkan Geurugok Jadi Kota Sate

BIREUEN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) H.Muhammad Nasir Djamil merasa kurang lengkap bila tidak singgah di “Sate Apaleh” yang kesohor di Geurogok, Kecamatan Gandapura, Bireuen. Nasir Djamil sudah terbiasa, bila berkunjung ke wilayah timur, “singgah” untuk bersantap lezatnya Sate khas Kota Juang tersebut.

Namun, kunjungan Nasir Djamil, Sabtu 7 November 2020 menjadi berbeda, sebab pemiliknya M. Saleh yang kemudian dikenal “Apaleh” turut menamaninya, bahkan Apaleh kepada Ketua Forbes DPR-RI itu Apaleh menjelaskan alasannya mengapa usaha “Satenya” tidak membuka cabang di tempat lain.

“Saya ingin menjadikan Geurugok ini menjadi Kota Sate, biar Geurugok dikenal orang,” keta Apaleh saat ditanya Nasir Djamil mengapa “Apaleh” tidak membuka cabang di Tempat lain.

Apaleh menjelaskan alasannya kalau dirinya sudah memulai usaha sate sejak masa Presiden Suharto (orde baru), dan banyak yang menawarkan untuk membuka cabang di Banda Aceh, tapi ditolak Apaleh. Kata Apaleh, dirinya harus menjadi rejeki di negerinya, harus menjadi raja di negeri sendiri–bila tidak berhasil di daerah sendiri–bagaimana bisa menjadi raja di negeri orang.

“Ada yang mengajak ke Banda Aceh, saya bilang tidak usah. Padahal anak ada yang kuliah di Banda tapi juga menolak,” kata Apaleh.

Apaleh juga menyampaikan apabila anak-anaknya 9 orang, hanya satu anak alaki-lakinya saja yang mengambil S2, sementara yang lain lebih memilih usaha dan menjalan pendidikan di pesantren.

“Saya melihat Apaleh sudah menang di Geurogok ini,” lnjut M. Nasir Djamil.

“Sekarang berkat orang makan disini, saya sudah membangun dayah perempuan, sebelumnya dayah untuk anak laki-laki saja,” ujarnya.

Dalam obsesi Apaleh–seperti dijelaskannya pada Nasir Djamil–dirinya sudah menyampaikan kepada seluruh santrinya agar suatu saat nanti–setelah dirinya tiada lagi–merekalah yang akan memperjuangkan Geurugok kedepan.

H.M. Nasir Djamil dan Apaleh

“Dalam Haji saya juga saya berdo’a untuk tiga hal saja. Pertama, nanti setelah saya meninggal Allah bisa menempatkan saya di sisi-Nya. Kedua, Saya memohon agar Dayah saya berkembang dan menyebar ke seluruh kampung saya, dan Ketiga, Memohon agar Geurugok bisa dijadikan Kota Sate,” jelas Apaleh.

Dikatakan Apaleh, dayah yang dia bangun dari hasil penjualan satentya tanpa pungutan biaya apapun. Bentuk Dayah Salafi, lebih tradisional.

Untuk kedai Sate Apaleh–katanya–bila dari Medan dirinya sendiri tidak menandai Geurugok, sering kelewatan. Takdir adanya Sate Apaleh sekarang orang tahu Kota Geurugok.

“Kalau arah dari Banda orang mengenal Geurugok. Kalau dari Medan dulu tidak tahu Geurugok. Sekarang takdirnya orang tahu Geurugok, begitu keluar dari Aceh Utara langsung Geurugok,” jelas Apaleh.

Ditanya Nasir, hingga jam berapa buka? Apaleh menyampaikan kedainya tidak pernah tutup selama 24 Jam.

“Kalau memang Apaleh ingin mewujudkan Geurugok Kota Sate maka harus ramai selalu. Cita-cita Apaleh seperti di Garut, Jawa Barat, yang menjadi Kota kulit, maka kini Geurugok menjadi kota sate,” Demikian penjelasan Nasir Djamil dipenghujung obrol-obrol dengan Apaleh, Pemilik toko Sate di Geurugok.[ji]

Tags: acehbireuenGeurugoknasir djamilSate Apaleh
Previous Post

Satgas Covid-19 Nasional Apresiasi Lagkah Aceh Turunkan Kasus Baru dan Meninggal

Next Post

Nelayan Pesisir Abdya Adakan Kenduri Laot dan Santuni Anak Yatim

Next Post
Nelayan Pesisir Abdya Adakan Kenduri Laot dan Santuni Anak Yatim

Nelayan Pesisir Abdya Adakan Kenduri Laot dan Santuni Anak Yatim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pemkab Aceh Selatan Salurkan Bantuan Masa Panik Kebakaran Pesantren

Pemkab Aceh Selatan Salurkan Bantuan Masa Panik Kebakaran Pesantren

18/06/2026
Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

18/06/2026
Lewat Puisi, LK Ara Kritik Eksploitasi Tambang dan Kerusakan Hutan

Lewat Puisi, LK Ara Kritik Eksploitasi Tambang dan Kerusakan Hutan

18/06/2026
Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

18/06/2026
Antusiasme Tinggi Warnai Muslimpreneur Talks 2026 IMMI UIN Ar-Raniry

Antusiasme Tinggi Warnai Muslimpreneur Talks 2026 IMMI UIN Ar-Raniry

18/06/2026

Terpopuler

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

15/06/2026

Obrolan Nasir Djamil – Apaleh: Ingin Wujudkan Geurugok Jadi Kota Sate

Diduga Dikuasai Oknum, Aset Alat Berat Pidie Jaya Jadi Sorotan Aktivis

Besok, Ribuan Pelajar Ramaikan Pawai Syiar 1 Muharram 1448 Hijriah di Banda Aceh

Aliansi Pemuda Pidie Jaya Ultimatum Pemkab dan DPRK: Banjir Surut, Penderitaan Warga Belum Berakhir

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com