BANDA ACEH – Di awal tahun 2021 sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Aceh diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya beberapa daerah mengalami banjir dan longsor.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh tercatat ada empat daerah yang direndam banjir awal tahun ini.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Sunawardi mengatakan, di Kabupaten Aceh Timur banjir mulai terjadi sejak Jumat (1/1/2021) sekitar pukul 23.00 WIB.
“Akibat hujan deras yang tejadi di Kabupaten Aceh Timur menyebabkan banjir dengan ketinggian air 2050 cm,” kata Sunawardi, Minggu (3/1/2021).
Data sementara tercatat, ada delapan kecamatan yang dilanda banjir. Di antaranya, Kecamatan Birem Bayeun lima desa, Idi Timur dan Peudawa masing-masing tiga desa.
Kemudian Kecamatan Darul Ihsan, Ranto Peureulak, dan Idi Tunong masing-masing dua desa. Sedangkan Indra Makmu serta Peureulak masing-masing satu desa.
Untuk dampak dari banjir, hanya Kecamatan Idi Timur yang baru terdata. Sedikitnya tercatat 125 rumah terendam banjir. Sementara di kecamatan lainnya masih dalam proses pendataan.
“Debit air di beberapa titik terus meningkat meningkat,” ujar Sunawardi.
“Selain banjir longsor juga terjadi, di Gampong Alue Sentang, Kecamatan Birem Bayeun. Tebing jalan longsor menutupi badan jalan sepanjang 15 meter,” imbuhnya.
Hujan lebat yang melanda Kota Langsa juga mengakibatkan daerah ini dilanda banjir sejak Sabtu (2/1/2021) sekitar pukul 03.00 WIB.
Data sementara, ada dua kecamatan yang dilanda banjir, yakni empat desa di Kecamatan Langsa Baro dan tiga desa di Kecamatan Langsa Barat.
“Total korban yang terdampak ada 1.545 kepala keluarga atau 6.937 jiwa,” sebut Sunawardi.
Dikabarkan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Langsa terus melakukan patroli di beberapa kecamatan. Selain itu bantuan logistik juga terus disalurkan kepada warga yang terkena dampak banjir.
Kemudian, empat desa yang ada di Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe dilanda banjir. Banjir sendiri dikatakan telah terjadi sejak, Sabtu (2/1/2021) sekitar pukul 07.00 WIB.
“Hujan dari Jumat malam (1/1/2021) hingga pagi hari menyebabkan meluapnya Krueng (Sungai) Pase dan sungai-sungai lainnya yang ada disekitar,” kata kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh tersebut.
Debit air dikabarkan terus meningkat hingga laporan terakhir pada Minggu (3/1/2021). Sementara, untuk korban dan dampak yang ditimbulkan, masih dalam pendataan.
Sedangkan hujan lebat yang melanda Kabupaten Aceh Utara mengakibatkan dua sungai di kabupaten tersebut, yakni Krueng Keureuto dan Krueng Pirak meluap.
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Aceh Utara, Inspektur Polisi Satu Sudiya Karya mengatakan, ada 11 desa di Kecamatan Matangkuli yang terendam air akibat luapan kedua sungai tersebut sejak Sabtu (2/1/2021) sekitar pukul 15.30 WIB.
“Gampong sepanjang daerah aliran sungai Krueng Keureuto dan Krueng Pirak telah terendam oleh air banjir akibat luapan sungai krueng keureuto dan krueng pirak,” kata Sudiya, Minggu (3/1/2021).
Adapun 11 desa tersebut, di antaranya Gampong Alue Euntok, Tumpok Barat, Hagu, Alue tho, Ceubrek Pirak, Lawang, Tanjong H Muda, Siren, Meunye Pirak, Pante Pirak, dan Leubok Pirak.
“Ketinggian air berkisar antara lebih kurang 30-60 cm, warga hingga saat sekarang ini masih bertahan dirumah masing-masing (belum ada yang mengungsi). Untuk giat masyarakat masih berjalan sebagai biasa,” tambahnya.










