BLANGPIDIE – Masyarakat Gampong Lhang Kecamatan Setia Kabupaten Aceh Barat Daya keluhkan aktivitas Truk pengangkut tanah timbun ke lokasi pembangunan PT. Wings Food di wilayah Gampong tersebut.
Akibat aktivitas penimbunan itu menimbulkan debu atau polusi udara yang mengancam kenyamanan warga dan pengendara.
Keluhan tersebut disampaikan sejumlah Ibu-ibu warga Gampong Lhang dengan mendatangi lokasi pembangunan itu dan meminta pihak proyek untuk selalu membersihkan dengan menyiram badan jalan setiap harinya, agar debu dari aktivitas truk pengangkut material timbunan itu tidak membahayakan terutama bagi pengendara yang melitas, Minggu (13/06/2021).
“Kami sangat mendukung adanya pembangunan perusahaan di wilayah kami, namun kami sangat berharap kepada pihak perusahaan untuk selalu membersihkan badan jalan saat proses pengangkutan berlangsung,” ujar Kasmawati salah seorang dari sejumlah Ibu-ibu yang mendatangi lokasi proyek PT Wings Food itu.
Mewakili dari massa perempuan itu, Kasmawati mengakui, beberapa hari terakhir ini kawasan jalan Nasional lintasan Kecamatan Setia sangat pekat dengan debu apalagi saat siang hari. Dan menurutnya itu sangat mengganggu kenyamanan masyarakat yang berada di pinggir jalan, apalagi para Ibu-ibu pedagang Gorengan dan Kios.
“Banyak dagangan kami yang kurang laku karena sudah bercampur debu dan sebagian kios ada yang tutup karena terganggu oleh polusi udara itu,” ungkapnya.
Kasmawati juga meminta pihak perusahaan agar menghentikan aktivitas truk pengangkut material tanah tersebut jika tidak mampu mengurangi polusi udara di wilayah yang terkontaminasi.
Menurut pantauan awak media, polusi udara dari debu atau butiran padat yang dihasilkan oleh aktivitas truk pengangkut tanah itu dapat menyebabkan kecelakaan dan kerugian bagi masyarakat. Hampir setiap rumah di tepi jalan Nasional Kecamatan Setia masuk debu, dikhawatirkan karena polusi itu masyarakat sekitar bisa terkena penyakit Inveksi Saluran Pernapasan (ISPA). Sebab jelas, debu itu datang dari proses pemecahan tanah urung bahan produksi material.
Reporter: Rusman










