Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Rusia, Cina, Pakistan Desak Amerika Bantu Afghanistan Lewati Krisis

Admin1 by Admin1
18/09/2021
in Internasional
0
Rusia, Cina, Pakistan Desak Amerika Bantu Afghanistan Lewati Krisis

Jakarta – Rusia, Cina, dan Pakistan mendesak Amerika pada Jumat kemarin untuk membantu Taliban menangani krisis di Afghanistan. Di sisi lain, mereka juga mendesak Taliban untuk bersikap lebih inklusif dan terbuka dalam menjalankan pemerintahannya.

Dikutip dari kantor berita Reuters, hal tersebut dibahas dalam Shanghai Cooperation Organisation Summit. Dibentuk 20 tahun lalu, organisasi tersebut beranggotakan Rusia, Cina, India, Pakistan, dan juga Iran. Mereka beranggapan Amerika harus membantu Afghanistan karena sedikit banyak krisis yang terjadi sekarang karena ulah mereka juga.

“Mayoritas dana bantuan untuk penanganan krisis dan pembangunan di Afghanistan paska-konflik seharusnya ditanggung Amerika dan negara anggota NATO. Mereka harus bertanggung jawab karena krisis sekarang adalah konsekuensi dari keberadaan mereka yang terlalu lama di Afghanistan,” ujar Presiden Rusia Vladimir Putin, dikutip dari kantor berita Reuters, Jumat, 17 September 2021.

Untuk langkah awal, Putin menyarankan Amerika untuk membuka kembali aset-aset Afghanistan yang berada di Amerika. Perlu diketahui, Amerika membekukan aset-aset Afghanistan karena khawatir Taliban akan menyalahgunakannya,. Nilainya mencapai miliaran Dollar Amerika.

Tanpa akses ke aset tersebut, kata Putin, Taliban beresiko kembali ke jalur-jalur ilegal untuk membangun kembali Afghanistan. Salah satu skenario yang mungkin terjadi menurut Putin adalah Taliban mengandalkan perdagangan narkotika dan senjata untuk mendapatkan pemasukan yang dibutuhkan.

PM Pakistan, Imran Khan, sepakat dengan Putin. Ia mengatakan, prioritas utama sekarang adalah mencegah krisis ekonomi dan krisis kemanusiaan di Afghanistan. Negara-negara yang berada di Afghanistan, kata Khan, seharusnya ingat bahwa Pemerintah Afghanistan banyak bergantung pada pendanaan asing untuk bertahan hidup.

“Menutup pendanaan asing sama saja dengan kolapsnya ekonomi di Afghanistan,” ujar Khan.

Perihal pemerintahan bentukan Taliban di Afghanistan, Rusia, Pakistan mengaku terus memantau perkembangan. Mereka mewaspadai segala kemungkinan buruk yang bisa timbul dari pemerintahan yang didominasi figur Pashtun itu.

“Taliban sebaiknya membuat struktur pemerintahan yang inklusif, merepresentasikan seluruh etnis dan mencegah wilayah Afghanistan digunakan untuk militansi internasional,” ujar Imran Khan.

Pemerintah Amerika, per berita ini ditulis, belum memberikan keterangan apapun soal kemungkinan membuka kembali aset-aset Afghanistan yang mereka bekukan.

US Federal Reserve, menurut situs United States Institute of Peace, membekukan cadangan mata uang asing Afghanistan senilai US$7 miliar. Hal itu membuat bank-bank di Taliban tidak bisa melakukan aktivitas penukaran uang. Dampaknya bisa nilai tukar yang kian menurun plus hyperinflasi di Afghanistan.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Ditagih Utang BLBI Rp 22,67 M, Keluarga Bakrie Kirim Perwakilan Temui Satgas

Next Post

Diduga Distrik Navigasi Kelas III Sibolga Dijadikan Tempat Pengolahan Kopra

Next Post
Diduga Distrik Navigasi Kelas III Sibolga Dijadikan Tempat Pengolahan Kopra

Diduga Distrik Navigasi Kelas III Sibolga Dijadikan Tempat Pengolahan Kopra

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Wabup Pijay Didesak Nonaktif Sementara Demi Prinsip Equality Before The Law

Ohku, Wabup Pijay Didesak Nonaktif Sementara Demi Prinsip Equality Before The Law

10/04/2026
Hemat BBM, Pemkab Aceh Barat Terapkan Aturan Bersepeda ke Kantor

Hemat BBM, Pemkab Aceh Barat Terapkan Aturan Bersepeda ke Kantor

10/04/2026
Irmawan Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh

Irmawan Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh

10/04/2026
BPBD Simeulue Kerahkan Bantu Warga Terdampak Banjir

Warga Pidie Jaya Aceh Kembali Mengungsi Akibat Banjir

10/04/2026
Illiza Terbitkan Surat Edaran WFO–WFH untuk ASN

Illiza Terbitkan Surat Edaran WFO–WFH untuk ASN

10/04/2026

Terpopuler

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

09/04/2026

Dua Terpidana TPPU Masuk DPO Kejari Banda Aceh

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com