BANDA ACEH — Ketua Harian KONI Aceh H Kamaruddin Abubakar membakar semangat juang para atlet Wushu yang tampil di Prakualifikasi Pekan Olahraga Rakyat Aceh (Pra-PORA). Ia berharap, pada PON XXI mendatang, Wushu bisa menyumbang lima medali emas.
Harapan itu diutarakan pria yang akrab disapa Abu Razak ini saat pembukaan Pra-PORA Wushu Aceh, di GOR KONI, Senin (13/12). “Alhamdulillah, dari tiga kali ikut PON, baru pada PON XX di Papua, Wushu berhasil mempersembahkan medali,” sebut dia.
“Di PON Papua, dari dua atlet, satu berhasil merebut perunggu. Ini prestasi yang cukup bagus,” ujar Abu Razak. Pembukaan itu sendiri dihadiri pengurus teras KONI Aceh serta sejumlah pengurus provinsi cabang olahraga lain.
Sebagai informasi, pada PON XX Papua yang berlangsung di klaster Merauke, atlet Wushu Aceh Rahmad Dwi Kurniawan yang tampil di nomor Sanda putra kelas 70 kg berhasil meraih medali perunggu. Sedangkan Kahawitan Fitriadi, kelas 75 kg belum berhasil menyumbang kepingan medali.
KONI Aceh berharap, ke depan Wushu akan melahirkan atlet-atlet berpretasi yang bisa berbicara banyak di kejurnas, event-event nasional dan puncaknya pada PON XXI Aceh Sumut. “Cabor Wushu akan dipertandingkan di Medan pada PON mendatang. Kita harapkan, bisa berprestasi dan berhasil meraih lima medali emas,” sebut dia.
“Kalau pengurusnya mematok target tiga. Kita berharap ada tambah dua dari KONI, sehingga pada PON XX nanti bisa mendapat lima medali emas,” sebut Abu Razak.
Sebelumnya, Sekretaris Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (WI) Aceh, Zahirsyah Oemardi, mengatakan pada pelaksanaan Pora Pidie 2022, cabor wushu ikut dipertandingkan karena telah lolos verifikasi dan memenuhi syarat.
“Sebelum dipertandingkan di Pora, KONI Aceh memberi syarat setiap cabor yang jumlah nomor dan atletnya banyak, maka terlebih dahulu harus dilaksanakan Pra Pora,” kata dia dia dalam laporan pembukaan.
Katanya, atlet yang akan bertanding sesuai nomor dan kategori yang akan diperlombakan. Ada dua kategori yang akan dipertandingkan, yakni sanda dan taulu.
Untuk sanda dipertandningkan 11 nomor untuk putra dan putri, sedangkan taulo dipertandingkan enam nomor.
Zahir menambahkan, Pra-PORA ini diikuti 103 atlet dari 14 kabupaten/kota. Kegiatan tersebut akan berlangsung dari 13-17 Desember 2021. “Setiap nomor yang dipertandingkan di Pora Pidie diikuti delapan atlet, sebanyak tujuh atlet dari hasil Pra Pora dan satu atlet dari tuan rumah,” ucap dia.
Adapun untuk kelas sanda yang dipertandingan pada pelaksanaan Pra Pora adalah kelas putra: 48 kg, 52 kg, 56 kg, 60 kg, kelas 65 kg, kelas 70 kg, 75 kg. Untuk putri dipertandingkan kelas 48 kg, kelas 52 kg, 56 kg, 60 kg.
Sedangkan kelas taolu yang akan dipertandingankan pada pelaksanaan Pra Pora tahun 2021 adalah Tangan Kosong Utara, Tanga Kosong Selatan, Golok Utara dan Golok Selatan.








