Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Gagal Dapat Minyak Saudi dan UEA, Dubes Inggris: Butuh Waktu

Admin1 by Admin1
24/03/2022
in Internasional
0
Gagal Dapat Minyak Saudi dan UEA, Dubes Inggris: Butuh Waktu

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins. Kredit: ANTARA Foto/ (ist)

Jakarta – Inggris gagal mencapai kata sepakat dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab soal pasokan tambahan minyaknya. Dalam misinya lepas dari energi Rusia itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang mengunjungi negara-negara Teluk itu minggu lalu, pulang ke Downing Street 10, dengan tangan hampa.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins, mengatakan, negaranya akan terus berupaya mencari persediaan, selain dari Saudi dan UEA. Sebab, masalah utama dari energi Rusia, menurut Jenkins, adalah keuntungan yang didapat Vladimir Putin dan kroninya digunakan untuk pembiayaan perang.

“Mungkin butuh sedikit waktu, tapi kami ingin melakukannya secepat kami bisa,” kata Jenkins saat ditemui di Gedung Kedutaan Besar Inggris, Jakarta, Rabu, 23 Maret 2022.

Selain masalah kemanusiaan, lepasnya Inggris dari minyak Rusia diyakini Jenkins tepat untuk perubahan iklim, karena negaranya memiliki peluang lebih luas untuk beralih dari bahan bakar fosil. Dia menilai, selama ini tidak ada efisiensi sama sekali dalam penggunaan energi.

“Bukan hanya tentang persediaan, tapi permintaan, pemanfaatan, tentang lingkungan,” ujar Jenkins.

Menteri Bisnis dan Energi Inggris, Kwasi Kwarteng, mengumumkan pada awal Maret, bahwa mereka akan menghentikan impor minyak Rusia dan berbagai produknya pada akhir 2022. Keputusan ini dibuat karena invasi Rusia ke Ukraina.

Sejauh ini, Inggris telah membekukan aset bank Rusia senilai 300 miliar pound atau senilai Rp 5,6 kuadriliun. Pengoperasian Bank Rusia dengan aset global sebesar 348 miliar pound atau senilai Rp 6,4 kuadriliun, serta Bank Sentral di Moskow, juga telah diputuskan. Selain itu, Inggris juga menghapus bank-bank penting Rusia dari SWIFT atau sistem pembayaran internasional.

Inggris memberikan sanksi kepada lebih dari 1000 individu, entitas, dan anak perusahaan sejak invasi Putin ke Ukraina. Demi melakukannya, undang-undang di Inggris diubah dengan tujuan bisa mengambil tindakan lebih keras terhadap oligarki dan pihak lain di sekitar Putin. Lebih dari 3 juta perusahaan Rusia, termasuk Gazprom, mengumpulkan uang di pasar modal Inggris.

Inggris juga menambah tarif impor sebesar 35 persen bagi sejumlah barang dari Rusia dan Belarusia. Larangan ekspor barang mewah kelas atas ke Rusia juga diberlakukan. Inggris pun melarang pesawat Rusia untuk beroperasi di wilayah udara negaranya, begitu pun dengan kapal.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Rusia Akan Buka Kembali Layanan Visa dan Penerbangan untuk WNI

Next Post

Rumah Zakat Aceh Bantu Komunitas Wareh Nanggroe

Next Post
Rumah Zakat Aceh Bantu Komunitas Wareh Nanggroe

Rumah Zakat Aceh Bantu Komunitas Wareh Nanggroe

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Muda Balia: Penguasa Aceh Gagal Memanfaatkan Budaya sebagai Suara Rakyat

Muda Balia: Penguasa Aceh Gagal Memanfaatkan Budaya sebagai Suara Rakyat

14/06/2026
International Office UIN Ar-Raniry Gelar Webinar Karier Internasional “The Aussie Hustle”

International Office UIN Ar-Raniry Gelar Webinar Karier Internasional “The Aussie Hustle”

14/06/2026
Cabdisdik Aceh Timur Sukses Gelar O2SN, SMAN Unggul Raih Juara Umum

Cabdisdik Aceh Timur Sukses Gelar O2SN, SMAN Unggul Raih Juara Umum

14/06/2026
Pesisir Pantai Lambadeuk Ditanami 200 Batang Mangrove

Pesisir Pantai Lambadeuk Ditanami 200 Batang Mangrove

14/06/2026
Kapal Mati di Tengah Laut, 26 Penumpang Dievakuasi ke Pulau Panggang

Kapal Mati di Tengah Laut, 26 Penumpang Dievakuasi ke Pulau Panggang

14/06/2026

Terpopuler

Gagal Dapat Minyak Saudi dan UEA, Dubes Inggris: Butuh Waktu

Gagal Dapat Minyak Saudi dan UEA, Dubes Inggris: Butuh Waktu

24/03/2022

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Polhukab IPELMASRA Tolak Tambang Beutong Ateuh

Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com