Aceh Selatan- Abrasi pantai yang tiap tahun terjadi, kali ini merusak tiga unit rumah warga Kampong Lhok Pawoh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan Sabtu Malam (02/07).
Keuchik Lhok Pawoh, Teungku Yulizar yang ditemui Minggu (03/07) di lokasi kejadian saat gotong royong penanggulangan sementara mengatakan, tiga rumah mengalami kerusakan parah, yakni rumah Cut Rosmala, Jailin dan Rasyidah (janda).
Sementara empat rumah lainnya terdampak masing-masing rumah Halimah, M Nizar, M Isa Siregar dan Supriadi, untuk menghindari kerusakan lebih parah, masyarakat melaksanakan gotong royong.
“Bersama masyarakat sekitar kita membuat tanggul darurat menggunakan goni plastik berisi tanah dan batu. Namun terjangan ombak tinggi kian mengganas dan sudah sangat berbahaya sehingga dikhawatirkan rumah warga ambruk,” jelas Teungku Yulizar.
Sudah dua tahun terakhir kita memperjuangkan pembangunan break water pengaman pantai, baik dalam Musrenbang kecamatan hingga kabupaten, namun hasilnya belum terakomodir hingga tiga rumah masyarakat terancam amblas.
” Kami berharap Gubernur Aceh dan Pemkab Aceh Selatan dapat menaruh perhatian akan peristiwa ini, karena dampak yang akan ditimbulkan mungkin lebih parah lagi, ” pinta Keuchik Lhok Pawoh.
Sementara itu Sekretaris komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sembilan, Hendriyono meminta Pemerintah Aceh segera turun tangan sebelum musibah yang lebih parah menimpa warga.
“Saya sudah melihat langsung kondisi peristiwa abrasi pantai ini, jika tidak segera ditanggulangi, maka tiga rumah lainnya terancam amblas. Salah satu rumah sudah dalam keadaan tergantung akibat tanah digerus abrasi di bagian bawah. Kami mendesak pemerintah Aceh mengalokasikan dana tanggap darurat,” Tegas Hendriyono.
Apabila lamban direalisasi pembangunan Break Water pengaman pantai, kemungkinan rumah-rumah penduduk yang berdampingan akan mengalami hal serupa. Tidaj tertutup kemungkinan abrasi meluas hingga menggerus badan jalan nasional, jelas Anggota DPRA. (zasrial)









