Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Partai Republik Sebut Tak Semua Bantuan Senjata yang Dikirim Sampai ke Ukraina

Admin1 by Admin1
08/08/2022
in Internasional
0
Partai Republik Sebut Tak Semua Bantuan Senjata yang Dikirim Sampai ke Ukraina

Militer Ukraina mempersiapkan peluru howitzer FH-70 saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Wilayah Donbas, Ukraina 18 Juli 2022. FH70 adalah howitzer 155mm yang kuat yang dikembangkan bersama oleh Inggris, Italia, dan Jerman, yang menggunakan persenjataan kaliber 39 155mm. REUTERS/Gleb Garanich

Jakarta – Sejumlah anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Republik menemukan penolakan mereka telah diperkuat oleh laporan berita CBS News, yang menyebut hanya 30 persen kiriman senjata dari negara-negara Barat, yang sampai di garda depan untuk membantu Kiev menghadapi Rusia.

Sebelumnya beberapa politikus Partai Republik menentang paket bantuan ke Ukraina senilai USD 40 miliar (Rp 594 trilun).

“Inilah salah satu alasannya saya memberikan suara ‘NO (tidak)’,” kata anggota DPR Amerika Marjorie Taylor Greene sambil merujuk pada laporan CBS News.

Greene adalah satu dari 57 anggota DPR dari Partai Republik, yang menentang kucuran bantuan besar-besaran Amerika Serikat ke Ukraina. Paket bantuan itu didukung oleh semua politikus Partai Demokrat.

Ada 11 anggota Partai Republik yang menentang RUU paket bantuan ke Ukraina tersebut di tingkat Senat. RUU itu pada akhirnya lolos dengan raihan 86 suara dukungan dan 11 suara menolak.

CBS dalam pemberitaannya menyebut hampir USD 60 miliar (Rp 892 triliun) bantuan dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa yang dikucurkan ke Ukraina sejak invasi Rusia ke negara itu pada Februari 2022. Namun sebagian besar senjata yang dikirimkan tersebut gagal sampai ke tangan tentara Ukraina, yang bertempur di garda depan.

Menyerahkan bantuan senjata ke tentara yang sedang terlibat dalam pertempuran, membutuhkan sebuah jaringan yang komplek. Mulai dari tingkat kekuasaan, oligarki, hingga para pemain politik. Penasehat senior di Amnesty International Donatella Rovera mengatakan pada CBS kalau belum ada informasi pasti soal kemana sisa bantuan senjata-senjata itu larinya.

Anggota DPR Amerika Serikat Lauren Boebert mengatakan pengawasan terhadap pengiriman bantuan senjata ke Ukraina sudah dihentikan sebelum laporan CBS tayang.

“Sekarang, CBS mengungkapnya. Apapun kasusnya, saya senang fakta-fakta sekarang keluar. Mayoritas bantuan ke Ukraina itu penipuan,” kata Boebert.

Anggota Senat Amerika Serikat dari Partai Republik Rand Paul sudah memutuskan untuk menunda proses pemungutan suara RUU pengucuran bantuan ke Ukraina. Dia berkeras harus ada pemimpin yang ditunjuk untuk memonitor kemana saja dan bagaimana uang bantuan tersebut digunakan.

Mitra-mitra Paul menolak memasukkan prasyarat pemantauan tersebut dan memilih meloloskan RUU paket bantuan besar-besaran ke Ukraina itu beberapa hari kemudian. Seorang pejabat di badan intelijen Amerika Serikat mengatakan pada April 2022 lalu kalau pengiriman bantuan senjata itu, jatuh ke lubang hitam yang besar segera setelah senjata-senjata itu sampai Ukraina.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

LPSK Bakal Jamin Perlindungan Keluarga Bharada E Jika Justice Collaborator Disetujui

Next Post

Hadapi Wabah PMK, Satgas TMMD Kodim Abdya Berikan Sosialisasi kepada Peternak

Next Post
Hadapi Wabah PMK, Satgas TMMD Kodim Abdya Berikan Sosialisasi kepada Peternak

Hadapi Wabah PMK, Satgas TMMD Kodim Abdya Berikan Sosialisasi kepada Peternak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mualem Lantik Dr. Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

Mualem Lantik Dr. Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

23/06/2026
Banda Aceh Terima Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara

Banda Aceh Terima Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara

23/06/2026
Sekda M Nasir Ditetapkan Jadi Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

Sekda M Nasir Ditetapkan Jadi Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

23/06/2026
Malam Ini, Ada Festival Meurukôn Aceh di Taman Budaya

Malam Ini, Ada Festival Meurukôn Aceh di Taman Budaya

23/06/2026
DPRA Usul Pemerintah Abadikan Dana Program Jaminan Kesehatan Aceh

DPRA Usul Pemerintah Abadikan Dana Program Jaminan Kesehatan Aceh

23/06/2026

Terpopuler

Marhaban (De’ Boy) Pimpin KNPI Pidie Jaya Secara Aklamasi

Marhaban (De’ Boy) Pimpin KNPI Pidie Jaya Secara Aklamasi

23/06/2026

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Abdya Tanam Lima Hektar Lahan untuk Varietas Padi Sigupai

5.535 KK Terdampak Bencana di Pidie Jaya Mulai Terima Bantuan Jadup dan Stimulan Ekonomi

Gelar Raker Tahunan, Al Zahrah Komit Wujudkan Pendidikan Berkualitas

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com