Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

UNHCR Ungkap 9 Ribu Warga Aceh Pernah Dapat Perlindungan PBB saat Konflik

Admin1 by Admin1
14/01/2024
in Nanggroe
0
UNHCR Ungkap 9 Ribu Warga Aceh Pernah Dapat Perlindungan PBB saat Konflik

Diskusi bertema 'Persoalan Pengungsi Rohingya Tanggung Jawab Siapa?' yang digelar Aceh Resource Development (ARD). (Agus Setyadi/detikSumut)

Banda Aceh – United Nations High Commissioner for Refugee (UNHCR) menyebut pihaknya pernah membantu warga Aceh yang menjadi pengungsi di Malaysia saat konflik antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) terjadi. Jumlah masyarakat yang mengungsi ke negeri jiran saat itu disebut berjumlah sekitar 9.000 orang.

“Tahun 1998 hingga 2003 kita semua tau sejarah yang terjadi di Aceh, ada data menunjukkan 8.000 hingga 9.000 lebih orang Aceh kemudian mengungsi karena konflik Aceh. (Mereka) mengungsi ke Malaysia,” kata Protection Associate UNHCR Muhammad Rafki dalam diskusi di Banda Aceh, Sabtu (13/1/2024).

Diskusi bertema ‘Persoalan Pengungsi Rohingya Tanggung Jawab Siapa?’ yang digelar Aceh Resource Development (ARD) menghadirkan tiga narasumber yakni Rafki, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin serta Tokoh Dayah Aceh Ustadz Masrul Aidi. Diskusi itu dihadiri berbagai kalangan.

Rafki menjelaskan pengungsi Aceh di Malaysia saat itu berada di bawah perlindungan PBB yakni UNHCR. Bahkan saat Pemerintah Malaysia berniat meluangkan paksa pengungsi, pihaknya getol membela.

“Maret 2003 ketika Pemerintah Malaysia berniat melakukan pemaksaan pulang saudara dari Aceh, yang paling tegas dan aktif melakukan pembelaan itu adalah UNHCR. Ini untuk menjawab siapa kami sebenarnya,” jelasnya.

Dia lalu berbicara masalah pengungsi yang ada di Indonesia saat ini. Berdasarkan data UNHCR, jumlah pengungsi di Indonesia sekitar 12 ribu orang dan setengahnya disebut berasal dari Afganistan.

Selain itu, ada juga pengungsi dari Etiopia, Gana, Kuwait, Venezuela, Uganda, Senegal serta sejumlah negara lainnya. Dia menyayangkan adanya protes yang dilakukan terhadap pengungsi Rohingya.

“Kita mempersoalkan Rohingya, dunia menyebutkan Rohingya adalah etnis terpersekusi di dunia. Dan ada istilah Rohingya itu adalah Palestina-nya Asia,” ujarnya.

Menurutnya, proses penanganan pengungsi tidak mudah serta tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dia menyebutkan, 80 persen pengungsi saat ini ditampung di negara-negara ekonomi ke bawah atau negara berkembang.

“Tidak di negara yang meratifikasi konvensi. Ini fakta sebenarnya yang mengejutkan,” ujar Rafki.

Sumber: detik.com

Previous Post

Pengurus MES Banda Aceh Resmi Dilantik

Next Post

Lokasi Penempatan Rohingya di Aceh Belum Ditentukan

Next Post
184 Imigran Rohingya Kembali Mendarat di Kuala Matang Peulawi

Lokasi Penempatan Rohingya di Aceh Belum Ditentukan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Meubureu Ikan Jangko Tradisi Yang Masih Terjaga Di Gampong Seng-Seng Meukek

Meubureu Ikan Jangko Tradisi Yang Masih Terjaga Di Gampong Seng-Seng Meukek

09/06/2026
STAIN Meulaboh Seleksi Ratusan Calon Mahasiswa Baru Jalur UM-PTKIN 2026

STAIN Meulaboh Seleksi Ratusan Calon Mahasiswa Baru Jalur UM-PTKIN 2026

09/06/2026
UIN Ar-Raniry Jadi PTKIN Paling Diminati di Sumatera, 2.640 Peserta Ikuti UM-PTKIN

UIN Ar-Raniry Jadi PTKIN Paling Diminati di Sumatera, 2.640 Peserta Ikuti UM-PTKIN

09/06/2026
Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

08/06/2026
Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

08/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

HUT Pidie Jaya 2026: Antara Perayaan, Pemulihan Pascabencana dan Penguatan Syariat

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com