Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Arkeolog Temukan Mural Kuno Mesir, Gambaran Musisi Profesional

Admin1 by Admin1
02/01/2020
in Internasional
0

Jakarta – Lagu-lagu dan musik Mesir Kuno mungkin selamanya hilang ditelan waktu. Namun para arkeolog telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa musisi profesional hadir di sekitar kebangkitan Firaun pada 3100 SM.

Mural makam kuno yang berusia lebih dari 5.000 tahun menunjukkan bahwa orang Mesir memainkan berbagai instrumen perkusi dan senar. Arkeologi dan penulis Katarzyna Taton mengatakan bahwa orang Mesir memainkan lusinan instrumen, beberapa di antaranya telah bertahan hingga hari ini.

“Masalah mendasar yang kami temui selama penelitian, adalah kurangnya peninggalan dalam bentuk notasi musik atau dokumen yang terkait dengan teori musik,” ujar Taton, dikutip Express. “Kami memiliki sedikit pemahaman tentang bagaimana instrumen disetel atau skala apa yang digunakan.”

Mengutip Badan Pers Polandia (PAP), baru-baru ini, di antaranya instrumen yang masih hidup adalah harpa, seruling, dan klarinet Mesir. Sayangnya, para peneliti tidak tahu suara dan komposisi apa yang dinikmati orang Mesir saat itu.

“Tapi tanpa notasi musik yang tersedia, dalam pemahaman modern, kita hanya bisa membuat perkiraan tertentu tentang sistem suara dan interval yang digunakan,” kata Taton.

Namun, para arkeolog yakin suara-suara Mesir Kuno sangat beragam dan berevolusi dari waktu ke waktu. Musik Mesir kuno berkembang hingga abad ke-4 SM dan penaklukan Alexander the Great. Setelah penaklukan, pengaruh Yunani dari seluruh Mediterania mulai terasa.

Kemudian, pengaruh budaya Kekaisaran Romawi tiba dan mendominasi Lembah Nil sampai kekuasaan Arab mengambil alih pada abad ke 7 Masehi.

“Musik Mesir Kuno adalah cerminan dari sejarahnya. Kita harus sadar berapa lama perkembangan yang kita bicarakan. Bagi orang-orang yang hidup di zaman Ramses II, Piramida pasti tampak tua, bagi Cleopatra VII yang kuno. Selama ini, budaya musik juga telah berubah,” tutur Taton.

Sebagai contoh, harpa sederhana yang dimainkan sekitar masa konstruksi Piramida 4500 tahun lalu sangat berbeda dengan yang dimainkan sekitar kelahiran Yesus Kristus.

Arkeolog juga telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa band-band Mesir yang dibentuk adalah pria, wanita, dan pemain instrumen yang tampil bersama. Musik memainkan peran penting, seremonial dalam kehidupan Mesir Kuno. Hathor, ibu dari dewa langit Horus diyakini terkait musik, tarian dan pesta.

“Musik hadir selama upacara resmi dan kegiatan sehari-hari, acara pengadilan dan hari libur keagamaan,” kata Taton. “Musik adalah elemen penting dalam kehidupan sehari-hari, itu menjadi atribut para dewa terbesar yang disembah di seluruh bangsa: dewi Hathor.”

Salah satu melodi tertua yang diketahui ditemukan oleh para arkeolog adalah Nyanyian Rohani Nomor 6 – sebuah lagu abad ke-14 SM dari Suriah utara yang didedikasikan untuk dewi Nikkal.

Sumber: tempo.co

Tags: alat musik di masa lampaumesirmesir kuno
Previous Post

Pemerintah Aceh Klaim Realisasi APBA 2019 Capai 90 Persen

Next Post

Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi Hingga Maret

Next Post

Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi Hingga Maret

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

31.051 Nama, 931,53 Ton Beras: Siapa Menjamin Bantuan Pidie Jaya Tepat Sasaran?

31.051 Nama, 931,53 Ton Beras: Siapa Menjamin Bantuan Pidie Jaya Tepat Sasaran?

19/08/2026
SD Alam Inklusif IOS dan BENTALA Perkuat Pendidikan Lingkungan

SD Alam Inklusif IOS dan BENTALA Perkuat Pendidikan Lingkungan

19/08/2026
Kemenag Aceh Timur Kunjungi Kediaman Dua Siswi Korban Musibah Kebakaran

Kemenag Aceh Timur Kunjungi Kediaman Dua Siswi Korban Musibah Kebakaran

19/08/2026
STIKes Assyifa Aceh Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Bira Lhok

STIKes Assyifa Aceh Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Bira Lhok

19/08/2026
Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong

19/08/2026

Terpopuler

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

17/08/2026

Arkeolog Temukan Mural Kuno Mesir, Gambaran Musisi Profesional

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

Ombudsman Diminta Turun ke MAA Pidie, Korwil LIN Soroti Proses PAW

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com