Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Hiburan

Kamal Farza Kenalkan Buku Puisi “Surat Cinta” di Margonda

Admin1 by Admin1
13/03/2020
in Hiburan
0
Kamal Farza Kenalkan Buku Puisi “Surat Cinta” di Margonda

DEPOK – Pengacara yang juga Penyair Aceh, J Kamal Farza, akan memperkenalkan buku puisi tunggalnya berjudul “Kumpulan Surat Cinta” pada acara Malam Sastra Margonda, di Depok, Sabtu malam, 14 Maret 2020. Buku itu diterbitkan oleh Imaji Indonesia pada Maret 2020. “J Kamal Farza akan memperkenalkan bukunya bersama dua sastrawan lain dari Yogyakarta dan Lampung,” kata Willy Ana, manajer Imaji Indonesia, yang juga salah seorang inisiator Malam Sastra Margonda.

Penulis lain yang akan memperkenalkan bukunya adalah sastrawan asal Lampung, Mahrus Prihany dengan buku cerpen berjudul “Seseorang yang Menunggu di Simpang Bunglai” dan penyair dari Arif Wibawa dengan buku berjudul “Sekedar Interupsi”.”Memperkenalkan buku baru adalah salah satu program untuk mendorong teman-teman penulis untuk terus berkarya,” ujar Willy yang belum lama ini menerima penghargaan sebagai tokoh inspiratif Bengkulu sebagai insiator dan Ketua Festival Sastra Bengkulu.

Secara terpisah, Kamal Farza mengatakan pengenalan bukunya di Malam Sastra Margonda atas insitif Imaji, yang kebetulan inisitator Malam Sastra Margonda. “Saya akan berbicara beberapa menit tentang proses kreatif saya berkarya pada acara itu. Mungkin juga membaca satu-dua puisi dalam buku saya,” ujar Kamal di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020.

Ia menambahkan sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan buku puisinya itu secara mandiri di sebuah bersimbol Aceh di Jakarta. “Sebab puisi-puisi itu saya tulis di Aceh, merepresentasikan persoalan di Aceh dan diri saya sebagai orang Aceh.”

Malam Sastra Margonda diinisiasi dan digerakkan Mustafa Ismail (penyair asal Aceh), Tora Kundera, Willy Ana (penayir Asal Bengkulu), dan Sigit Che. Bertajuk “Dongeng Tentang Kita”, Malam Sastra Margonda (MSM) kali ini untuk memperingati Hari Dongeng Sedunia yang jatuh pada 20 Maret 2020. Malam Sastra Margoda, yang merupakan program dari Komunitas Sastra Margonda, diadakan di Miebiee Pasta, Jl. Merpati 6 No.237, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, tiap Sabtu malam pekan bulan berjalan mulai pukul 19.00 hingga 22.30 WIB. “Acara diwarnai dengan pembacaan puisi, petikan cerita, mendongeng, musik, dan peluncuran buku,” tutur Willy Ana lagi.

Sejumlah penyair akan adu lucu dengan tampil sebagai komedian. “Bang Moes (sapaan akrab Mustafa Ismail), yang kita kenal selama ini sebagai penyair dan jurnalis sebuah media nasional akan kembali tampil sebagai komedian,” kata Tora Kundera menambahkan. “Sastrawan lain yang akan adu lucu menjadi komedian adalah penyair dari Yogyakarta Mahwi Air Tawar dan penulis dan filosof asal Bengkulu Iwan Kurniawan.”

Sejumlah nama penting yang dijadwalkan tampil dalam kegiatan ini adalah Fanny J Poyk, Sihar Ramses Simatupang, Endang Supriyadi, Iman Sembada, Edrida Pulungan (Medan), Listin Wahyuni (Yogyakarta), Juli Hantoro, Titik Nurhayati, Vivin Sri Wahyuni, Moksha Ragadewa, Ahmad Suyudi, Khairullah Ahyari, Roso Suroso, dan Raden Mas Sudarmono. “Adapun pertunjukan musik menampilkan Ki Sungsang Sumbal dan kawan-kawan,” ujar Sigit Che.

Untuk kegaitan mendongeng akan tampil pasangan ayah-anak, Gunawan Wicaksono bersama Indonesiana Ayuningtyas Wicaksono (8 Tahun). Gunawan adalah lulusan sastra Jawa FIB UI dan dikenal sebagai fotografer sebuah majalah terkemuka Indonesia.

Direnanakan, kegiatan ini akan disiarkan secara langsung di akun Instagram @sastramargonda dan Youtube: Sastra Margonda. “Kegiatan ini salah satu upaya menciptakan ruang kreatif bagi anak muda untuk berekspresi. Makanya Malam Sastra Margonda tak hanya menyajikan karya sastra, tapi juga berbagai karya seni bidang lainnya,” ujar Mustafa Ismail.

Margonda adalah nama seorang pejuang yang meninggal dalam pertempuran ketika pasukannya menyerang tentara Inggris di Kali Bata pada 16 November 1945. Ia lahir di Bogor, dan masuk anggota BKR di Bogor. Setelah mengikuti pendidikan kemiliteran, ia bergabung dengan Batalion Kota Bogor dengan pangkat letnan muda. Dari Bogor, ia naik kereta api dan bergabung dengan pasukan Batalion I di Depok.

Dulu Depok adalah kota kecamatan dari Kabupaten Bogor. Sejak 20 April 1999, Depok ditetapkan menjadi kotamadya yang terpisah dari Kabupaten Bogor. Margonda kemudian disematkan menjadi nama jalan utama di Depok. [rls)

Previous Post

Bosan Jadi Pengusaha, Abu Heri Lalu Banting Stir Jadi Petani

Next Post

Siswa MIN 3 Langsa Ikut Ramaikan Acara Tadzkia Fair

Next Post
Siswa MIN 3 Langsa Ikut Ramaikan Acara Tadzkia Fair

Siswa MIN 3 Langsa Ikut Ramaikan Acara Tadzkia Fair

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

TNI Membabi Buta Tembak Warga Pada Perayaan Maulid Di Pidie

TNI Membabi Buta Tembak Warga Pada Perayaan Maulid Di Pidie

05/11/2026
KPA Luwa Nanggroe Desak Ketua DPRA Ambil Sikap Tegas Soal Penembakan di Tiro Pidie

KPA Luwa Nanggroe Desak Ketua DPRA Ambil Sikap Tegas Soal Penembakan di Tiro Pidie

05/11/2026
Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Bireuen dan Dua Anaknya dari Malaysia

Warga di Tiro Ditembak, Azhari Cage: Panglima TNI Wajib Menindak Pelaku yang Terlibat

04/11/2026
HMI Sigli Kecam Dugaan Penembakan Warga Sipil di Pidie, Desak Panglima TNI Usut Tuntas

HMI Sigli Kecam Dugaan Penembakan Warga Sipil di Pidie, Desak Panglima TNI Usut Tuntas

04/11/2026
Sekretaris JASA Pidie Jaya Kecam Penembakan Warga Sipil di Tiro, Desak Pengusutan Tuntas

Sekretaris JASA Pidie Jaya Kecam Penembakan Warga Sipil di Tiro, Desak Pengusutan Tuntas

04/11/2026

Terpopuler

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

02/11/2026

Bupati Anak Tukang Jahit Ini Berani Minta Dua Hal ke Menteri Didepan Ratusan Nelayan

Abdya Jadi Contoh: Kampung Nelayan Merah Putih Lhok Pawoh Disorot Mentri

Kamal Farza Kenalkan Buku Puisi “Surat Cinta” di Margonda

Warga di Tiro Ditembak, Azhari Cage: Panglima TNI Wajib Menindak Pelaku yang Terlibat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com