Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pelaku Pariwisata di Aceh Alih Profesi Jadi Petani

Admin1 by Admin1
13/05/2020
in Nanggroe
0
Pelaku Pariwisata di Aceh Alih Profesi Jadi Petani

Pertanian. Foto : MI/Ramdani

BANDA ACEH –  Kalangan pelaku pariwisata di Provinsi Aceh beralih profesi menjadi petani karena usaha mereka terhenti akibat dampak pandemi covid-19.

Hal ini dialami Kisswoyo, pemilik Travel Aceh, yang mengatakan dirinya terpaksa beralih profesi menjadi petani karena tidak ada kegiatan usaha lainnya yang bisa menopang perekonomian keluarga.

“Saat ini kondisi pariwisata lumpuh total. Tidak hanya di Aceh, tetapi juga hampir di seluruh dunia. Untuk menopang hidup, terpaksa beralih menjadi petani,” ungkap Kisswoyo dikutip dari Antara, Rabu, 13 Mei 2020.

Kisswoyo mengaku mulai menggarap tanah miliknya yang selama ini ditelantarkan, menjadi lahan bercocok tanam. Beberapa jenis tanam yang dikembangkan seperti jahe, terong, melon, dan cabai.

Kisswoyo yang juga Wakil Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aceh berharap pandemi virus korona yang dikenal dengan nama covid-19 berakhir dan sektor pariwisata kembali bergairah.

“Kegiatan bercocok tanam ini tetap saya pertahankan setelah pandemi covid-19 dan akan menjadi usaha sampingan. Pandemi covid-19 telah mengubah pola pikir bahwa pertanian tidak boleh ditinggalkan,” kata Kisswoyo.

Alih profesi jadi petani juga dilakukan Faisal. Sekretaris ASPPI Aceh ini yang sebelumnya sering membawa wisatawan berkeliling Aceh, kini mengalihkan kegiatan sehari-harinya sebagai petani.

“Banyak pelaku pariwisata di Aceh beralih profesi sebagai petani karena pandemi covid-19. Saya beralih menjadi petani karena tidak ada kegiatan lain,” kata Faisal.

Faisal mengatakan lahan tani yang digarapnya sekitar 3.000 ribu meter persegi. Lahan tersebut ditanami jahe serta sayuran untuk dikonsumsi sehar-hari.

“Selain tanam jahe, saya juga mengembangkan bercocok tanam dengan hidroponik. Saya akan pertahankan usaha tani ini setelah pandemi covid-19. Paling tidak, kegiatan pertanian ini bisa menjadi usaha sampingan ke depannya,” kata Faisal.

Sumber: Medcom.id
Tags: acehCorona
Previous Post

Ini Data Kerusakan Sementara Akibat Banjir Bandang di Kebayakan

Next Post

Perpres 64/2020 Diteken, Ini Rincian Kenaikan Iuran BPJS Per 1 Juli 2020

Next Post

Perpres 64/2020 Diteken, Ini Rincian Kenaikan Iuran BPJS Per 1 Juli 2020

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

05/08/2026
Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

05/08/2026
Forkopemras Aceh Selatan Minta Peserta Seleksi JPT Pratama Andalkan Kompetensi dan Integritas, Bukan Kedekatan

Forkopemras Aceh Selatan Minta Peserta Seleksi JPT Pratama Andalkan Kompetensi dan Integritas, Bukan Kedekatan

05/08/2026
Wakil Rektor USK Harap PPG USK Lahirkan Guru Profesional dan Religius

Wakil Rektor USK Harap PPG USK Lahirkan Guru Profesional dan Religius

05/08/2026
Eksekusi Putusan Inkracht, Kejari Pidie Jaya Lelang Solar dan iPhone Secara Terbuka

Eksekusi Putusan Inkracht, Kejari Pidie Jaya Lelang Solar dan iPhone Secara Terbuka

05/08/2026

Terpopuler

Pelaku Pariwisata di Aceh Alih Profesi Jadi Petani

Pelaku Pariwisata di Aceh Alih Profesi Jadi Petani

13/05/2020

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Kejari Pidie Jaya Lelang 1.296 Liter Solar dan iPhone Rampasan Negara, Eksekusi Aset Hasil Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com