TAKENGON – Bawang merah terus mengalami kenaikan di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Pada Selasa (19/5) harga bawang merah di pasar tradisional yang beberapa waktu lalu Rp 35 ribu/kg kini naik menjadi Rp 50 ribu/ kg.
Faktor pemicu kenaikan harga bawang merah dalam sebulan terakhir adalah menipisnya pasokan yang didapatkan penjual dikarenkan turunnya produksi bawang merah di kalangan petani.
Menurut petani bawang merah di Toweren, Mustakin, mereka tidak dapat menanam bawang merah karena lahan yang digunakan dalam fase cocok tanam padi tiga bulan belakangan ini.
“Umur padi rata-rata masih mencapai tiga sampai tiga bulan setengah dan masa panen padi berkisar antara enam bulan, sedangkan umur bawang hanya berkisar sekitar tiga bulan dalam masa panen, sebagian besar petani memanfaatkan lahan padi untuk berganti tanam dengan bawang setelah padi selesai di panen,” ungkapnya.
Selain disebabkan kelangkaan, kenaikan harga bawang merah juga disebabkan oleh terhambatnya keluar masuk barang dari luar Kota Takengon disebabkan wabah virus covid-19, khususnya pasokan dari Sumatera Utara.
Reporter: Ahmad Amin









