Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Forkopimda Banda Aceh Ajukan Peninjauan Ulang Penetapan Zona Merah Covid-19

Admin1 by Admin1
08/06/2020
in Nanggroe
0
Forkopimda Banda Aceh Ajukan Peninjauan Ulang Penetapan Zona Merah Covid-19

Banda Aceh – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh mengajukan permohonan peninjauan ulang penetapan Banda Aceh ke dalam zona merah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) oleh Pemerintah Aceh.

Seperti diketahui, Pemerintah Aceh telah memetakan 23 kabupaten/kota ke dalam zona merah dan hijau terkait Covid-19. Ada 14 daerah berstatus zona hijau dan sembilan zona merah termasuk Banda Aceh.

Keputusan Forkopimda tersebut diambil usai menggelar rapat koordinasi di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Senin 8 Juni 2020. “Kami mengajukan permohonan untuk meninjau ulang penetapan Banda Aceh sebagai zona merah Covid-19,” kata Wali Kota Aminullah Usman mewakili Forkopimda.

Hadir pada rapat itu, Wakil Wali Kota Zainal Arifin, Ketua DPRK Farid Nyak Umar, Kapolresta Trisno Riyanto, Dandim 0101/BS Hasandi Lubis, Kajari Erwin Desman, Ketua MPU Damanhuri Basyir, dan unsur Forkopimda lainnya beserta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Menurut Aminullah, dari sisi apapun Banda Aceh tidak layak ditetapkan sebagai zona merah. “Kasus positif nihil dan yang tiga sebelumnya pun terinfeksi di luar kota, artinya belum ada transmisi lokal. PDP juga nihil dan ODP yang kita awasi dengan ketat trennya juga terus menurun,” katanya lagi.

Masih menurut Aminullah, penetapan zona merah untuk Banda Aceh dan delapan kabupaten/kota lainnya menjadi “blunder”, “karena pemerintah pusat baru saja mengapresiasi Aceh dalam penanganan Corona.”

Oleh sebab itu, Forkopimda Banda Aceh bersepakat mengajukan peninjauan ulang zona merah Covid-19. “Selain mengesampingkan atau menyia-nyiakan begitu banyak upaya yang sudah kita lakukan, juga akan sangat berdampak pada ekonomi masyarakat,” ujarnya.

“Segera kita menyurati pemerintah provinsi untuk memohon peninjauan ulang ini, karena dari hasil kajian epidemiologis yang telah kita lakukan, Banda Aceh layak ditetapkan sebagai zona hijau Covid-19,” ujarnya lagi

Berdasarkan penilaian mandiri yang dilakukan pihaknya sesuai Kepmendagri 440-830, Banda Aceh berada di zona aman alias zona hijau dengan nilai total 100. “Kajian itu ada sub-sub indikatornya; pertama, jumlah kasus positif setidaknya selama 14 hari, dan kedua, jumlah ODP/PDP selama 14 hari terakhir,” katanya.

Kemudian ketiga, jumlah kematian yang dimakamkan dengan protokol Covid-19 selama setidaknya 14 hari, dan penularan langsung pada petugas kesehatan. “Hasil grafik keempat sub indikator itu semua menurun. Kesimpulannya Banda Aceh berada di zona hijau,” katanya.

Informasi terakhir yang ia terima, pemerintah provinsi saat ini tengah mengevaluasi penetapan zonasi dimaksud. “Ya kita tunggu hasil evaluasinya. Jika tetap merah, mau tidak mau kita harus memperketat lagi protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” katanya.

Protokol kesehatan tersebut di antaranya cuci tangan, jaga jarak, wajib masker, penyemprotan disinfektan, rapid test dan swab, hingga pemberlakuan jam malam jika diperlukan.

“Di samping penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 bagi warga, setiap pendatang ke Banda Aceh diharuskan tes swab dulu dan wajib menggunakan masker,” kata Aminullah. []

Tags: banda aceh
Previous Post

Kabar Baik, 6 Nelayan Aceh yang Ditahan di Thailand Segera Bebas

Next Post

Dyah Bagikan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Aceh Jaya

Next Post
Dyah Bagikan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Aceh Jaya

Dyah Bagikan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Aceh Jaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Setelah “Poh Bandet”, Bang Gaes Rilis Lagu “Gas Beracun”, Suarakan Pencemaran Udara

Setelah “Poh Bandet”, Bang Gaes Rilis Lagu “Gas Beracun”, Suarakan Pencemaran Udara

05/06/2026
18 Ahli Waris Korban Banjir Aceh Utara Terima Santunan Kematian

18 Ahli Waris Korban Banjir Aceh Utara Terima Santunan Kematian

05/06/2026
PN Banda Aceh Jatuhkan Pidana Pelayanan Masyarakat kepada Anak Pelaku Pencurian

PN Banda Aceh Jatuhkan Pidana Pelayanan Masyarakat kepada Anak Pelaku Pencurian

05/06/2026
Bupati Aceh Tamiang Terima Kunjungan Kodaeral 1 Bahas Langkah Strategis

Bupati Aceh Tamiang Terima Kunjungan Kodaeral 1 Bahas Langkah Strategis

05/06/2026
Akun TikTok Catut Nama Wali Kota Banda Aceh, Pemko Tegaskan Hoaks

Akun TikTok Catut Nama Wali Kota Banda Aceh, Pemko Tegaskan Hoaks

05/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

23 Tahun Wafat, Pengaruh Abu Muhammad Ali Alfalaki Tetap Hidup: Ribuan Jamaah Padati Haul di Teupin Raya

Forkopimda Banda Aceh Ajukan Peninjauan Ulang Penetapan Zona Merah Covid-19

Krak, Prabowo Mau Sambungkan Rel KA dari Lampung Sampai Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com