BANDA ACEH – Para pengunjung lokasi wisata Ulee Lhee Kota Banda Aceh diduga kerap melanggar pemberlakuan syariat Islam dan aturan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran virus Corona.
Pantauan atjehwatch.com pada Minggu 31 Januari 2021, puluhan muda-muda terlihat masih nongkrong di sejumlah lokasi jajanan dalam kawasan Ulee Lhee, jelang magrib hingga Isya tiba. Mereka terlihat masih nongkrong saat azan Magrib berkumandang.
“Ini pemandangan tiap akhir pekan. Seharusnya saat magrib tiba, yang laki-laki ke masjid yang tak jauh dari sini,” ujar seorang warga di lokasi.
“Memang para penjual minuman bermobil itu tutup. Tapi para pengunjung lelaki dan perempuan masih berbaur di sana hingga Isya dan malam hari. Ini bertentang dengan semangat syariat Islam,” katanya lagi.
“Jelang magrib, arus kendaraan justru sering macet di sini. Jalanan sempit karena jadi lapak parkir para muda mudi.”
Sebelumnya, kata warga lainnya, semasa kepemimpinan Mawardi-Illiza, aktivitas di Ulee Lhee dibatasi hingga pukul 18.00 WIB. Namun kini dirasa lebih longgar.
“Ini melanggar prokes sekaligus syariat Islam. Harusnya petugas WH dan Satpol PP berjaga-jaga di lokasi. Wisata tetap jalan dan syariat Islam serta Prokes tetap ditegakan,” ujar Mawardi, warga lainnya.









