Sigli – Sebagai salah satu bentuk dukungan untuk melestarikan budaya bangsa, khususnya budaya Aceh, Pemerintah Gampong Kruet Teumpeun menyelenggarakan Khanduri Apam serta lomba Tet Apam.
Kegiatan yang berlangsung di Komplek Meunasah Gampong tersebut di ikuti oleh 8 kelompok ibu-ibu dari Dua Dusun di Desa tersebut yaitu dusun Teumpeun dan Dusun Kruet.
Kegiatan dalam rangka memperingati Isra’ dan Mi’raj 1442 Hijriyah, yang merupakan agenda Tahunan setiap bulan Ra’jab. Begitu kata Keuchik Kruet Teumpeun M Rifki Abdullah S.Pd.
M Rifki mengatakan, kegiatan itu juga sebagai upaya meningkatkan kekompakan dan silaturrahmi antar sesama Warga.
“Ini menjadi penting dan akan terus kita lakukan rutin setiap tahunnya, akan menjadi agenda tahunan bagi kami sehingga generasi kedepan tidak meninggalkan tradisi yang baik ini,” ujar Ketua Panitia Hj Ummul Huda S.Pdi
Sementara itu salah satu tokoh Perempuan Gampong setempat, Hj Khairani S.Pd mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada Pemerintah Gampong terutama keuchik yang telah membangkitkan kembali semangat kebersamaan masyarakat desa ini.
“Terlihat jelas kegembiraan para peserta lomba dan masyarkat semua dalam mensukseskan acara ini,” ujarnya.
Hadir Pula dalam kegiatan yang cukup meriah tersebut Wakil Bupati Pidie beserta Istri, Teungku Mastur Yahya anggota Komisi Kebenaran dan Rekonsoliasi Aceh, Muspika Kec Glumpang Tiga dan Tamu undangan lainnya yang terlihat berada di panggung utama yang telah disiapkan panitia.
Dalam sambutannya Wakil bupati Pidie ikut menyemangati peserta Lomba Tet Apam dengan menyerahkan bonus tambahan untuk para Juara.
Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail juga tak lupa mengirimkan bingkisan hadiah untuk peserta Lomba karena beliau berhalangan Hadir ke lokasi Acara, karena bersamaan khanduri apam juga di rumah dinasnya.
Keuchik M Rifki yang didampingi ketua panitia mengucapkan terimakasih kepada Wakil Bupati Pidie beserta rombongan yang telah bersedia hadir ke desanya, begitu pula ke pada pihak Muspika setempat.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi momen kebangkitan bagi semua elemen masyarakat untuk mencapai tujuan menjadikan desa kita menjadi Desa yang layak dihuni dan menarik dikunjungi serta melestarikan adat dan budaya Pidie,” ujarnya.











