Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional Teknologi

Eks Jenderal Israel Akui Sulit Menghancurkan Program Nuklir Iran

Admin1 by Admin1
20/04/2021
in Teknologi
0
Eks Jenderal Israel Akui Sulit Menghancurkan Program Nuklir Iran

Amos Yadlin, mantan kepala intelijen militer Israel yang menghancurkan program nuklir Irak dan Suriah. Foto/Kobi Gideon/Flash90/Times of Israel

TEL AVIV – Seorang mantan jenderal Israel pernah membantu menghancurkan program nuklir Irak dan Suriah telah mengakui bahwa menghancurkan program nuklir Iran lebih sulit.

Pensiunan jenderal Amos Yadlin adalah salah satu pilot yang berpartisipasi dalam pemboman pembangkit listrik tenaga nuklir Irak pada bulan Juni 1981 sebagai bagian dari “Operasi Opera”.

Saat menjabat sebagai kepala intelijen militer Israel 16 tahun kemudian pada tahun 2007, dia juga membantu merancang “Operasi Orchard”, yang menargetkan dan menghancurkan pembangkit listrik tenaga nuklir Suriah.

Namun, dalam wawancara dengan CNBC, dia menjelaskan bahwa menangani program nuklir Iran sangat berbeda. Faktor pertama yang perlu diperhatikan adalah elemen kejutan.

“Saddam dan Assad terkejut,” katanya. “Iran telah menunggu serangan ini selama 20 tahun,” katanya lagi.

Selain itu, program Irak dan Suriah terletak di satu wilayah sementara Iran jauh lebih dibentengi dan tersebar di lusinan situs di seluruh negeri, yang akan membuat upaya serangan terhadap program nuklirnya menjadi jauh lebih kompleks.

Lebih lanjut, Yadlin menekankan bahwa badan-badan intelijen tidak memiliki data intelijen yang memadai mengenai semua situs, beberapa di antaranya dilaporkan tersembunyi di bawah tanah dan di daerah pegunungan.

“Iran telah belajar dari apa yang telah kami lakukan tetapi kami juga telah belajar dari apa yang telah kami lakukan dan sekarang kami memiliki lebih banyak kemampuan,” paparnya, yang dilansir kemarin (19/4/2021).

Pernyataan Yadlin muncul ketika pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden terus mempertimbangkan pilihannya dengan Iran untuk kembali ke kesepakatan nuklir 2015 yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Saat ini, Washington dan Teheran menunggu satu sama lain untuk membuat langkah dan konsesi pertama.

“Kesepakatan pertama terbukti menjadi masalah, lihat seberapa cepat mereka bergerak,” kata Yadlin, mengacu pada langkah Iran baru-baru ini untuk memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen yang signifikan, yang merayap menuju tingkat kelas militer 90 persen.

“Mereka bisa memiliki cukup uranium yang diperkaya untuk menghasilkan dua atau tiga bom dengan cepat.”

Sebuah rencana untuk menyerang dan menghancurkan program nuklir Iran, tampaknya hanya satu opsi yang tersedia untuk Israel.

Menurut CNBC, yang mengutip ahli strategi militer Israel, opsi lain termasuk mendorong perjanjian yang lebih kuat antara Iran dan penandatangan kesepakatan nuklir, menggunakan sanksi dan diplomasi untuk terus menekan Iran, serta menggunakan serangan rahasia dan tindakan klandestin seperti serangan siber.

Bahkan dilaporkan ada opsi untuk mencoba perubahan rezim di Iran dengan memicu sentimen anti-pemerintah dan memanfaatkan elemen oposisi. Namun, itu dilaporkan sebagai strategi yang paling sulit karena besarnya kekuatan dan pengaruh yang dimiliki ulama Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di dalam negeri.

Sumber: sindonews.com

Previous Post

Polri Terbitkan Surat DPO untuk Jozeph ‘Nabi ke 26’ Paul Zhang

Next Post

Gempa Nias Terasa hingga ke Padang dan Aceh

Next Post
Gempa 6,4 SR Sempat Buat Warga di Sinabang Panik

Gempa Nias Terasa hingga ke Padang dan Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Datang ke Aceh, Sekjen Demokrat tekankan pentingnya Soliditas

Datang ke Aceh, Sekjen Demokrat tekankan pentingnya Soliditas

18/06/2026
Ketua Baitul Mal Banda Aceh: Banyak Pengusaha Bangkrut Karena Abai Zakat

Ketua Baitul Mal Banda Aceh: Banyak Pengusaha Bangkrut Karena Abai Zakat

18/06/2026
Pemprov Aceh dan Forbes Sepakat Kawal Penguatan Kewenangan dan Fiskal dalam Revisi UUPA

Pemprov Aceh dan Forbes Sepakat Kawal Penguatan Kewenangan dan Fiskal dalam Revisi UUPA

18/06/2026
Pemkab Aceh Jaya Imbau Para Ayah Ambil Rapor dan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Pemkab Aceh Jaya Imbau Para Ayah Ambil Rapor dan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

18/06/2026
Koordinasi Penyelesaian Masalah Pertanahan di Aceh Dinilai Belum Optimal

Koordinasi Penyelesaian Masalah Pertanahan di Aceh Dinilai Belum Optimal

18/06/2026

Terpopuler

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

Kakanwil Kemenag Aceh Lantik 40 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Kerja Tim dalam Melayani Umat

18/06/2026

Diduga Dikuasai Oknum, Aset Alat Berat Pidie Jaya Jadi Sorotan Aktivis

Aliansi Pemuda Pidie Jaya Ultimatum Pemkab dan DPRK: Banjir Surut, Penderitaan Warga Belum Berakhir

Prodi MKM FK USK Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Universiti Kebangsaan Malaysia

Pesisir Pantai Lambadeuk Ditanami 200 Batang Mangrove

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com