Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Rektor: PPKM Level 3 di Banda Aceh Tidak Ada Artinya…

Admin1 by Admin1
10/08/2021
in Nanggroe
0
Rektor Unsyiah Usulkan Lembaga Pendidikan Satu Atap di Revisi UU Sisdiknas

Banda Aceh – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh Prof Samsul Rizal menyoroti pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di Banda Aceh. Dia menilai masyarakat masih bebas berkumpul seperti biasa seolah pandemi Corona atau COVID-19 telah berakhir.

“PPKM level 3 yang terjadi di Banda Aceh saat ini seperti tidak ada artinya. Masih banyak orang yang berkumpul atau beraktivitas secara bebas seolah pandemi sudah berakhir,” kata Samsul kepada wartawan, Senin (9/8/2021).

Samsul mengatakan pandemi COVID-19 bakal berakhir bila seluruh masyarakat patuh menjalankan protokol kesehatan demi mencegah virus Corona. Dia kemudian mencontohkan kenaikan Corona varian Delta di Amerika Serikat karena warga dan pemimpinnya abai terhadap prokes.

Dia meminta pegawai di lingkungan USK menjadi contoh di tengah masyarakat. Selain itu, dia menyarankan pemerintah melakukan pelacakan dan tes Corona secara masif di Banda Aceh.

“Jadi tidak ada gunanya kalau hanya USK saja yang peduli. Maka banyak orang berkomentar, ketika kita umumkan USK ada sembilan orang meninggal dan 300 positif, langsung heboh. Padahal, kita melakukan tracing seperti itu agar mudah mendeteksi sebaran virus ini,” jelas Samsul.

“Pandemi COVID-19 yang terjadi hari ini adalah bukti, bahwa dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian,” sambungnya.

Sebelumnya, kasus positif Corona di Aceh melonjak dalam beberapa hari terakhir. Satgas Penanganan COVID-19 menilai lonjakan itu terjadi akibat warga semakin mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

“Kepatuhan terhadap prokes tampak melonggar di kalangan masyarakat. Tingkat kepatuhan memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan melorot dari urutan ketiga ke urutan keenam di Sumatera,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, kepada wartawan, Jumat (6/8).

Saifullah mengatakan data penurunan tingkat kepatuhan prokes diketahui berdasarkan monitoring tim Perubahan Perilaku Satgas COVID-19 Nasional. Pemantauan dilakukan dalam dua pekan, yakni 26 Juli-1 Agustus 2021.

Hasil monitoring pekan ke-4, kata Saifullah, tingkat kepatuhan warga Aceh memakai turun menjadi sekitar 85,05%. Pada pekan sebelumnya, jumlah masyarakat mengenakan masker sebesar 88,92% dari 632.305 orang yang dipantau pada 107.178 lokasi tempat-tempat umum di Aceh.

Sementara itu, tingkat kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan turun dari 91,36% menjadi 87,98%. Dia menyebut kelonggaran warga mematuhi prokes itu berdampak terhadap kenaikan kasus positif.

“Hasil analisis data oleh tim pakar Satgas Penanganan COVID-19 Nasional dalam periode yang sama, kasus aktif COVID-19 di Aceh meningkat dari 19,86% menjadi 22,74 persen,” jelas Saifullah.

Sumber: detik.com

Previous Post

Ini Kata Bupati Aceh Utara Soal Dugaan Korupsi Monumen Samudera Pasai

Next Post

Perkuat Pengawasan Isi Siaran, KPI Aceh Berharap Bimbingan MPU

Next Post

Perkuat Pengawasan Isi Siaran, KPI Aceh Berharap Bimbingan MPU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ketua KIP Aceh: Usulan Aceh Singkil–Subulussalam Jadi Dapil Tersendiri Dimungkinkan Secara Hukum

Ketua KIP Aceh: Usulan Aceh Singkil–Subulussalam Jadi Dapil Tersendiri Dimungkinkan Secara Hukum

17/06/2026
Semangat 1 Muharram, Al Zahrah Canangkan Resolusi Baru Bagi Santri dan Pesantren

Semangat 1 Muharram, Al Zahrah Canangkan Resolusi Baru Bagi Santri dan Pesantren

17/06/2026
Aliansi Pemuda Pidie Jaya Ultimatum Pemkab dan DPRK: Banjir Surut, Penderitaan Warga Belum Berakhir

Aliansi Pemuda Pidie Jaya Ultimatum Pemkab dan DPRK: Banjir Surut, Penderitaan Warga Belum Berakhir

17/06/2026
Evaluasi Besar-Besaran Sektor Kesehatan, Bupati Sarjani Kumpulkan Seluruh Pimpinan Faskes

Evaluasi Besar-Besaran Sektor Kesehatan, Bupati Sarjani Kumpulkan Seluruh Pimpinan Faskes

17/06/2026
Ari Palawi Soroti Minimnya Dukungan Pemerintah terhadap Pengembangan Ekosistem Seni di Aceh

Ari Palawi Soroti Minimnya Dukungan Pemerintah terhadap Pengembangan Ekosistem Seni di Aceh

17/06/2026

Terpopuler

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

Kursi Kosong di HUT Pidie Jaya, Simbol Retaknya Harmoni Bupati dan Wakil Bupati?

15/06/2026

Rektor: PPKM Level 3 di Banda Aceh Tidak Ada Artinya…

Diduga Dikuasai Oknum, Aset Alat Berat Pidie Jaya Jadi Sorotan Aktivis

Besok, Ribuan Pelajar Ramaikan Pawai Syiar 1 Muharram 1448 Hijriah di Banda Aceh

Pesisir Pantai Lambadeuk Ditanami 200 Batang Mangrove

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com