Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Saat Damai Sebatas Berhenti Perang

Admin1 by Admin1
16/08/2021
in Saleuem
0

SETIAP 15 Agustus diperingati sebagai hari damai di Aceh. Provinsi paling ujung Pulau Sumatera yang memiliki sejarah konflik panjang pun akhirnya berhenti berperang.

Ya, 15 Agustus 2005 lalu, atau 16 tahun silam, perjanjian damai ditandatangani di Helsinki.

Fase kedua konflik di Aceh pun berhenti.

Ini bukan satu-satunya yang pernah tercatat dalam sejarah. Ada Gerakan DI/TII, fase pertama konflik di Aceh usai ploklamasi kemerdekaan RI, yang berakhir di Ikrar Lamteh.

Gerakan DI/TII dimotori Teungku Daud Beureueh. Ikrar Lamteh yang dicetuskan pada 7 April tahun 1957.

Saat itu, Jakarta menjanjikan sejumlah keistimewaan untuk Aceh. Salah satunya dalam menjalankan syariat Islam.

Namun janji ini kemudian berujung dengan kekecewaan. Hanya berselang sekitar 20 tahun, Aceh kemudian kembali bergejolak. Pada 4 Desember 1976, giliran Hasan Tiro memploklamirkan Aceh Merdeka.

Sedangkan Konflik GAM-RI berakhir di meja runding Helsinki, Swedia. Ada sejumlah kewenangan yang dijanjikan untuk Aceh saat itu dengan syarat GAM harus memotong senjata dan mengakui kedaulatan Republik Indonesia.

Salah satunya dana Otsus. Namun hingga 16 tahun lamanya, dana Otsus ternyata belum mampu mensejahterakan rakyat Aceh. Terbukti, Provinsi Aceh masih menjadi daerah termiskin di Sumatera.

Dana Otsus raib tak berbekas setiap tahunnya. Salah satunya diindikasi karena prilaku korup para pejabat di daerah ini.

Suara suara sumbang pun kini kembali bermunculan di Aceh.

Hasil perjanjian di Helsinki, terutama Otsus, masih dinikmati oleh segelintir elit di Aceh. Para kombatan, mayoritasnya, masih morat marit di pedalaman.

Sedangkan bagi rakyat, damai ini masih terasa sebatas berhenti perang.

Sebelumnya, pejuang Aceh juga pernah terlibat konflik dengan Belanda yang menjadi sejarah perang terbesar dan terlama yang pernah dilakoni Negeri Kincir Angin itu.

Belum juga termasuk perang dengan Jepang dan Amerika saat Indonesia belum ada.

Perang begitu akrab dengan Aceh. Demikian juga dengan damai.

Perang di Aceh, terutama dengan Belanda, tercatat hampir ratusan tahun. Sedangkan damai hanya bertahan di fase 20-an.

[Mungkin] Aceh bisa berbangga bahwa kita begitu heroik di medan perang. Belum ada yang mampu menundukan Aceh di medan perang. Bahkan Belanda sekalipun. Namun Aceh, sering kali tak berkutik di meja runding. Sejarah membuktikannya.

Kini, setelah 16 tahun usia perdamaian di fase kedua, pemimpin di Aceh, harusnya belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Prilaku korup hanya akan membuat Aceh kembali dalam siklus yang sama.

Selamat hari perdamaian di Aceh.

Previous Post

Peringatan Hari Damai Aceh Berlangsung Kondusif dan Aman

Next Post

Heboh, Seorang Wanita Memerkosa Pria dan Merekamnya untuk Pemerasan

Next Post

Heboh, Seorang Wanita Memerkosa Pria dan Merekamnya untuk Pemerasan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bulog Sigli Gelontorkan Ribuan Ton Beras, Bentengi Pidie-Pidie Jaya dari Ancaman Gejolak Harga Pangan

Bulog Sigli Gelontorkan Ribuan Ton Beras, Bentengi Pidie-Pidie Jaya dari Ancaman Gejolak Harga Pangan

07/06/2026
Din Saja: Seniman Sudah 35 Tahun Mengeluh, Dinas Kebudayaan Perlu Dievaluasi

Din Saja: Seniman Sudah 35 Tahun Mengeluh, Dinas Kebudayaan Perlu Dievaluasi

07/06/2026
SMAN 1 Idi Rayeuk Juara Piala Bupati Al-Farlaky 2026

SMAN 1 Idi Rayeuk Juara Piala Bupati Al-Farlaky 2026

07/06/2026
Pemkab Aceh Timur Sediakan Lahan untuk Pusat Rehabilitasi Narkoba

Pemkab Aceh Timur Sediakan Lahan untuk Pusat Rehabilitasi Narkoba

07/06/2026
Polres Aceh Selatan Periksa Enam WNA Asal Tiongkok

Polres Aceh Selatan Periksa Enam WNA Asal Tiongkok

07/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com