ULEE GLEE – Para pedagang di Pasar Ulee Glee, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, membantah adanya pemotongan dana bantuan UMKM yang disalurkan kepada para pedagang setempat.
Menurut Kepala Haria Pasar, Iqbal, semua kebijakan yang diambil berdasarkan musyawarah dan hasil keputusan bersama.
“Saya selaku Kepala Haria sangat dirugikan atas pencemaran nama saya, yang mana saya dituduh menyunat (memotong) dana tersebut sebanyak 350.000. Padahal sampai saat ini sepersenpun dana yang dituduhkan itu tidak saya ambil,” ujar Iqbal yang menghubungi atjehwatch.com, Selasa malam 14 September 2021.
Lanjut Iqbal, sesuai hasil rapat bersama pedagang bahwa dalam setiap maulid pihaknya sepakat untuk menyumbang uang.
“Kalau prihal maulid itu tidak menyangkut dengan Haria, hal itu antara ketua pelaksana dengan pedagang-pedagang di pasar ikan Ulee Glee. Dan saya sebagai Haria Pasar ikan tidak menyuruh untuk memotong dana UMKM untuk maulid,” ujar dia.
“Namun dengan prihal maulid kami pasar ikan Ulee Glee sudah melakukan 2 kali dan menjelang 3 kali untuk tahun ini. Sungguh sayang ada oknum yang tidak senang dengan kekompakkan pasar ikan Ulee Glee.”
“Sesuai hasil rapat bersama pedagang, dalam setiap maulid kami, sepakat untuk menyumbang uang sebanyak 300.000. Hal tersebut sudah kami lakukan dari tahun-tahun lalu,” kata Iqbal.
Masih menurut Iqbal, kebetulan tahun ini para pedagang mendapat bantuan UMKM sebanyak Rp1 juta, dan atas persetujuan dan kesepakatan para penerima bantuan tersebut mereka menyerahkan 350.000 pada bendahara, dengan rincian 300.000 acara maulid dan 50.000 diberikan untuk pedagang yang tidak mendapatkan bantuan UMKM tahun ini.
“Semua itu berdasarkan musyawarah bukan dipotong atau disunat oleh oknum pengelola pasar atau oleh Haria,” kata Ikbal.
Sementara itu, beberapa pedagang lainnya juga ikut membantah adanya pemotongan ini.
“Tidak benar kabar itu, bohong dan merusak nama baik seseorang. Mereka tidak memotong tapi kami ikhlas dengan suka rela memberikan 350.000 digunakan untuk acara maulid nantinya dan 50.000 untuk saudara – saudara kami yang tidak mendapatkan bantuan, intinya bukan disunat para pengelola,” ucap Keuchik M.Nur.
Di tempat yang sama, salah satu pedagang lainnya, Nurhayati, 43 tahun, pada media juga mengatakan tidak ada pemotongan semua itu atas kesepakatan dan hasil musyawarah.
“Tidak dipotong kami suka rela dan ikhlas kok. Apalagi untuk acara maulid dan membantu sesama,” ujar Nur.
“Pasar ikan Ulee Glee masuk ke wilayah gampong Pulo itu benar, tapi prihal UMKM itu tidak menyangkut dengan gampong, tapi menyangkut dengan pasar ikan Ulee Glee,” ujar Keuchik Pulo, Jamaluddin, menambahkan.
“Perihal teknis pengambilan dana UMKM pedagang langsung datang ke Bank Aceh dan dikasih rekening Bank Aceh, lalu ditarik oleh rekening masing masing. Tidak menyangkut dengan Haria lagi perihal penarikan bantuan UMKM,” ujar Bang Him, pedagang pasar ikan Ulee Glee lainnya.









