BANDA ACEH – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banda Aceh bersilaturahmi dengan jajaran DPRK Banda Aceh untuk menyampaikan berbagai permasalahan dan masukkan tentang pelaksanaan tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terhadap guru dan tenaga kependidikan di Kota Banda Aceh.
Silaturahmi in juga berkaitan rencana pelaksanaan HUT PGRI ke 76 dengan berbagai aneka kegiatan dalam merayakan hari ulang tahun guru dan Hari Guru Nasional tahun 2021
Kedatangan rombongan PGRI yang dinahkodai Zulfikar, SE.,M.Si disambut oleh Ketua DPRK Kota Banda Aceh Farid Nyak Umar, ST, didampingi Wakil Ketua 1 Usman, SE, Ketua Komisi IV Tati Mutia Asmara, S. KH.,M.Si, bersama anggota Tgk. Januar Hasan dan anggota komisi 1 Syarifah Munirah, S.Ag.
Pertemuan berlangsung di ruang rapat pimpinan DPRK, Selasa 28 September 2021.
Dalam pertemuan tersebut ketua PGRI Kota Banda Aceh Zulfikar memaparkan pelaksanaan test PPPK yang sudah berlangsung beberapa hari yang lalu banyak kendala yang dihadapi peserta seleksi diantaranya banyak guru honorer memperoleh nilai di bawah target kelulusan. Faktor ini dipengaruhi oleh tingkat kesukaran soal dan narasi terlalu panjang
“Kalau penilaian sama antara guru yang sudah lama berbakti dengan guru guru muda ini memang tidak seimbang. PGRI berharap kepada DPRK untuk menyurati Kementerian Pendidikan supaya membuat aturan poin tambahan atau nilai lebih bagi guru honorer di usia 35 tahun dan lama masa pengabdian di tingkatkan lagi,” kata Zulfikar.
Di samping persoalan lain, kata dia, juga masih banyak tenaga operator sekolah yang gajinya masih jauh dibawah hidup layak.
“Untuk itu kami mohon dukungan anggaran dan peningkatan kesejahteraannya,” kata Zulfikar didampingi Sekretaris Samsuar, S.Pd beserta pengurus lainnya.
Menyangkut hal ini, Ketua DPRK Banda Aceh menyambut baik silaturahmi dari PGRI beserta jajarannya untuk membangun komunikasi dan sinergitas dalam membangun pendidikan yang bermartabat di Kota Banda Aceh.
“Kami akan mendukung penuh kegiatan PGRI baik atas nama lembaga ataupun secara pribadi. Masukkan dan usulan PGRI, juga bisa di ajukan pada Disdikbud Kota Banda Aceh serta Walikota Banda Aceh untuk kita bahas bersama,” kata Farid turut didampingi wakil ketua 1 Usman.
Sedangkan ketua komisi IV Tati Mutia menambahkan sebagai mitra kerja PGRI, DPRK akan mensupport kegiatan yang dilakukan oleh PGRI terutama dalam peningkatan mutu dan kesejahteraan.
“Disamping itu saya juga banyak menerima masukan maupun keluhan dari para guru menyangkut tenaga honorer dan persolan pendidikan lainnya,” kata Tati.[]












