Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Kisah Hadia Ahmadi, dari Guru Jadi Tukang Semir Sepatu

Admin1 by Admin1
11/12/2021
in Internasional
0

Jakarta – Di tengah udara musim dingin yang menggigit, Hadia Ahmadi, 43 tahun, duduk di tepi jalan mencoba mencari uang beberapa sen dari pekerjaan sebagai tukang semir sepatu. Sebelum kelompok radikal Taliban merebut Afghanistan pada Agustus 2021 lalu, Ahmandi bekerja sebagai guru.

“Saya pindah pekerjaan (dari guru) menjadi penyemir sepatu ketika saya melihat anak-anak saya kelaparan,” kata Ahmadi, yang juga seorang ibu dengan lima anak.

Taliban menguasai Afghanistan menyusul ditariknya pasukan asing dari negara itu. Berkuasanya Taliban di negara itu, telah membawa ekonomi Afghanistan yang rapuh menjadi terjun bebas. Ada jutaan warga Afghanistan yang terancam kelaparan dan membuat keluarga yang dulunya kelas menengah, menjadi melarat.

Fondasi ekonomi Afghanistan sudah lama goyang dan bergantung pada bantuan, di mana saat ini bantuan tersebut hilang. Muncul kesenjangan, yang mencolok antara elit Kabul dan jutaan orang yang hidup pas-pasan.

Keluarga Ahmadi melambangkan kemajuan, yang dibuat oleh sebagian masyarakat Afghanistan selama 20 tahun negara itu didukung oleh Barat.

Setelah 10 tahun mengajar dan suaminya yang bekerja sebagai juru masak di sebuah perusahaan swasta dan satu anak mereka bekerja sebagai tenaga administrasi di sebuah badan pemerintah, keluarga Ahmadi menikmati sebuah kejayaan. Namun itu semua tersapu hanya dalam hitungan minggu.

Sekolah khusus perempuan di Afghanistan, ditutup. Walhasil, ini membuat Ahmadi langsung menjadi pengangguran. PHK selanjutnya dihadapi oleh suami, lalu putrinya.

Satu putra Ahmadi yang sedang kursus ilmu komputer, terpaksa berhenti. Sebab keluarganya sudah tak sanggup lagi membiayai.

Banyak keluarga di Afghanistan menjual isi rumah mereka. Mereka memajang perabotan rumah di pinggir jalan sepanjang Kota Kabul, demi bisa mendapatkan uang untuk makan.

“Sekarang ini kami menghabiskan hari-hari dengan kelaparan dan saat ini tidak ada satu pun sanak-saudara kami yang bisa membantu kami secara finansial,” kata Ahmadi.

PBB memperingatkan adanya bencana kemanusiaan di Afghanistan dan mencoba menggalang dana hingga USD 4,5 miliar (Rp 64 triliun) untuk menghindari kondisi semakin memburuk. Sayangnya, Taliban memblokade bantuan asing. Sekarang ini sistem perbankan nyaris lumpuh dan ekonomi Afghanistan telah dicekik oleh kurangnya uang tunai.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

KMP Aceh Hebat 1 Kembali Angkut Kendaraan di Dermaga Calang

Next Post

Sudah Divaksin, Pegawai Lab di Taiwan Positif Corona Setelah Digigit Tikus

Next Post

Sudah Divaksin, Pegawai Lab di Taiwan Positif Corona Setelah Digigit Tikus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Wali Nanggroe Terima Kapolda Aceh, Bahas Penanganan Bencana hingga Stabilitas Ekonomi

Wali Nanggroe Terima Kapolda Aceh, Bahas Penanganan Bencana hingga Stabilitas Ekonomi

11/03/2026
M. Ikram Al Ghifari Resmi Nahkodai DEMA FSH UIN Ar-Raniry

M. Ikram Al Ghifari Resmi Nahkodai DEMA FSH UIN Ar-Raniry

11/03/2026
Benteng Muda Indonesia Pidie Bagikan 1.000 Paket Takjil

Benteng Muda Indonesia Pidie Bagikan 1.000 Paket Takjil

11/03/2026
Bupati Abdya Buka Puasa Bersama Insan Pers, Berlangsung Hangat dan Akrab

Bupati Abdya Buka Puasa Bersama Insan Pers, Berlangsung Hangat dan Akrab

11/03/2026
Bupati Aceh Besar Serahkan Santunan untuk 4.800 Anak Yatim

Bupati Aceh Besar Serahkan Santunan untuk 4.800 Anak Yatim

11/03/2026

Terpopuler

Lantik 2.065 PPPK PW, Dr. Safaruddin: Jangan Jadi Buzer Politik

Lantik 2.065 PPPK PW, Dr. Safaruddin: Jangan Jadi Buzer Politik

10/03/2026

Haru, Bupati Abdya Sahur di Rumah Duafha Yang Berdinding Pelepah Rumbia Berlantai Tanah

Dr. Nasrul Zaman Desak Polda Aceh Tuntaskan Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Rp11,2 Miliar

Nyan, Kejagung Periksa Pejabat Bea Cukai Aceh Terkait Korupsi Ekspor Limbah Sawit

Pemkab Pijay Salurkan Bantuan Tabung dan Kompor Gas

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com