Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Kasus Hepatitis yang Paling Banyak di Asia Tenggara

Admin1 by Admin1
31/07/2022
in Kesehatan
0

Jakarta – Hepatitis termasuk masalah kesehatan yang mendapat perhatian besar di dunia. Istilah hepatitis mengacu pada salah satu dari lima bentuk penyakit, masing-masing disebabkan oleh virus yang berbeda. Penyakit ini disebut hepatitis A sampai E.

Lantas, hepatitis jenis apa yang menempati kasus paling tinggi di Asia Tenggara? Dari lima jenis, Hepatitis A dan E menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Hepatitis B, C, dan D menyebar melalui darah dan produk darah, jarum suntik yang terkontaminasi, dan kontak seksual dengan orang yang terinfeksi.

Gejala hepatitis adalah mual, muntah, kram perut, dan penyakit kuning. Orang yang terinfeksi memiliki kemungkinan tidak menunjukkan gejala sama sekali tetapi masih dapat menyebarkan penyakit. Tingkat keparahan penyakit bervariasi, tidak hanya menurut jenisnya tetapi juga antara orang yang terinfeksi dengan jenis virus hepatitis yang sama.

Kasus tertinggi di Asia Tenggara adalah hepatitis B. Virus ini ditemukan di seluruh dunia dalam frekuensi yang berbeda. Selain di Asia Tenggara, juga tertinggi di Afrika, sebagian besar Timur Tengah, pulau-pulau Pasifik Selatan dan Barat, Meksiko, dan Amerika Tengah. Virus hepatitis B (HBV) menyebar melalui cairan tubuh.

Dikutip dari Penn Medicine, HBV dapat menyebabkan infeksi kronis yang mengakibatkan penyakit hati aktif yang mengarah ke sirosis atau kanker dan kematian dini. Tidak semua penderita menunjukkan gejala. Jika mengalami gejala dapat memakan waktu hingga enam bulan untuk berkembang.

Orang dapat terpapar HBV melalui seks bebas dan transfusi darah. Berbagi jarum dan pisau cukur yang terkontaminasi juga bisa pemicu. Saat bepergian, Anda harus ingat jarum yang terkontaminasi tidak hanya ditemukan di kalangan pengguna narkoba atau di rumah sakit tetapi juga di salon tato dan klinik akupunktur.

Risiko cedera akibat kecelakaan, terutama dari kecelakaan lalu lintas, jauh lebih tinggi bagi para turis daripada orang-orang di lingkungan sendiri. Cedera ini memerlukan perawatan medis yang melibatkan suntikan, infus, atau transfusi darah, yang meningkatkan risiko terkena HBV.

Turis lansia, terutama yang memiliki masalah jantung, memerlukan perawatan medis yang melibatkan risiko paparan yang sama. Vaksin Hepatitis B tersedia dan dianggap aman untuk semua orang. Semua turis internasional harus menerima vaksin ini sebelum keberangkatan.

Vaksin membutuhkan tiga dosis, biasanya diberikan selama periode 6-18 bulan. Namun, jadwal efektif yang dipercepat dari tiga dosis adalah 21 hari. Ketika jadwal dipercepat digunakan, disarankan untuk mendapatkan vaksin booster yang diberikan 12 bulan kemudian.

Vaksin kombinasi HAV/HBV juga tersedia dan dapat diberikan. Vaksin HBV dapat digunakan untuk mengobati orang yang telah terpapar HBV untuk mencegah penyakit berkembang.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Prabowo Subianto Hadiri Pernikahan Putri Anies Baswedan, Ini Kata Pengamat

Next Post

PLN Bakal Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Banda Aceh dan Aceh Besar

Next Post
Tarif Listrik 900 VA Rumah Tangga Mampu Naik Awal Tahun Depan

PLN Bakal Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir di Banda Aceh dan Aceh Besar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Sudah Hampir 6 Bulan Warga di Krueng Mane Tak Bisa Tanam Padi

Ohku, Sudah Hampir 6 Bulan Warga di Krueng Mane Tak Bisa Tanam Padi

02/06/2026
Kadinsos Aceh Ajak ASN Perkuat Pelayanan dan Hadirkan Inovasi untuk Masyarakat

Kadinsos Aceh Ajak ASN Perkuat Pelayanan dan Hadirkan Inovasi untuk Masyarakat

02/06/2026
Satu Hektare Lahan Pinus di Weh Pesam Bener Meriah Terbakar

Satu Hektare Lahan Pinus di Weh Pesam Bener Meriah Terbakar

02/06/2026
Mualem Saksikan Langsung RDP DPR-RI Bahas Revisi UUPA

Mualem Saksikan Langsung RDP DPR-RI Bahas Revisi UUPA

02/06/2026
Pemerintah Aceh Diminta Bersikap Kritis Soal Pengelolaan Blok Andaman

Pemerintah Aceh Diminta Bersikap Kritis Soal Pengelolaan Blok Andaman

02/06/2026

Terpopuler

Penggunaan Musik Tari Tanpa Izin oleh SMAN 1 Jangka Bireun Disesalkan Komposer

Penggunaan Musik Tari Tanpa Izin oleh SMAN 1 Jangka Bireun Disesalkan Komposer

31/05/2026

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Bertemu DPR RI dan Mendagri, Aliansi PPPK PW Minta Presiden Perhatian Nasibnya

Kaya SDA Tapi Miskin, Hasto: Jangan Seperti di Aceh

Kasus Hepatitis yang Paling Banyak di Asia Tenggara

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com