SIGLI – 12 Eks Kombatan GAM wilayah Teupin Raya, berkumpul dan menyatakan dukungan untuk dibangun Mesjid di lokasi Bekas Rumoeh Geudong.
Hal itu dikatakan Azhari (Nagoya) yang di dampingi langsung oleh 12 mantan Kombatan GAM wilayah Teupin Raya, Sabtu, 24 Juni 2024.
“Terkait rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Pidie, pada acara kick off pelaksanaan rekomendasi penyelesaian non yudisial pelanggaran HAM berat masa lalu, Apapun yang akan dibangun oleh Pemerintah Pusat di lokasi Rumoh Geudong, kami sangat mendukung,” kata Azhari
Pembangunan masjid di lokasi Rumoeh Geudong sangat bermamfaat bagi seluruh masyarakat. Selain itu, lokasi itu juga menjadi tempat ziarah bagi keluarga korban pelanggaran HAM nantinya.
“Eloknya tidak perlu ada penolakan dari berbagai pihak dan kenapa harus sekarang baru muncul penolakan tersebut,” katanya
“Kondisi Rumoeh Geudong sejak tahun 1998 telah rusak akibat dibakar, dan kondisi terakhir hanya tersisa puing-puing beton”
“Saat ini pemerintah Pusat ingin memberikan perhatian khusus bagi korban pelanggaran HAM berat Rumoeh Geudong, dan ini harus kita support,” Ujar Nagoya
Nagoya meminta, Presiden Jokowi supaya tidak merespon tiga usulan dari Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak), sebab permintaan tersebut hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Pihak tersebut dinilai juga tidak pernah memperhatikan kondisi mantan Kombatan GAM khususnya Wilayah Teupin Raya.
“Ada 200 lebih Kombatan GAM diwilayah Teupin Raya masih hidup dengan kondisi ekonomi sangat memperhatikan, Coba lihat hasil selama dua periode Pemerintahan Aceh sebelumnya, mereka juga tidak pernah memberikan rekomendasi terkait pelanggaran HAM Rumoeh Geudong,” jelasnya.
Dikatakannya, Pemerintah Pusat memberikan solusi terkait dengan pelaksanaan rekomendasi penyelesaian non yudisial terhadap pelanggaran HAM berat masa lalu di Aceh. Pihaknya mendukung sepenuhnya upaya Pemerintah tersebut.
“Kami mewakili seluruh mantan Kombatan GAM Teupin Raya, siap membantu dan mendukung pemerintah pusat untuk membangun masjid di lokasi Rumoeh Geudong,” tutupnya.[Mul]











