SIGLI – Penjabat (Pj) Bupati Pidie akan memaksimalkan pendataan korban Rumah Geudong untuk diberikan bantuan langsung setelah melakukan dua langkah, BAP dan verifikasi data, karena kick Off Pelanggaran HAM Berat di Rumoh Geudong itu bentuk negara meminta maaf kepada rakyatnya atas kejadian diluar nalar kemanusiaan masa lampau.
Hal itu dikatakan PJ Bupati Ir. Wahyudi Adisiswanto M.SI kepada Atjehwatch.com, Sabtu, 24 Juni 2023.
Wahyudi Adisiswanto menjelaskan bahwasanya negara mengakui dan akan menyelesaikan HAM berat di Aceh dengan Kick Off di Pidie.
Pemerintah merasa bersalah dan minta maaf melalui penyelesaian HAM berat secara Non-Yudisial.
“Kita patut bersyukur karena dengan dibangunnya mesjid di areal Rumoh Geudong itu, berati kita tidak mewariskan dendam kepada anak cucu bangsa kedepan,” ujar PJ. Bupati Pidie sela-sela mengunjungi areal Rumoh Geudong yang dipersiapkan untuk menyambut Presiden Republik Indonesia.
“Pemerintah akan menyelesaiankan melalui non-yudisial pelanggaran Hak Asasi Manusia berat masa Lalu (PPHAM), akan membentuk pos pengaduan dengan melibatkan seluruh elemen, seperti Lembaga KKR juga akan kita libatkan. Walaupun itu lembaga terpisah, dan kemarin di Banda Aceh sudah rapat koordinasi, karena ini peristiwa dunia bukan peristiwa biasa, jadi diharapkan seluruh elemen untuk berfikir positif demi masa depan anak cucu generasi Bangsa,” jelas Wahyudi Adisiswanto.[Mul]











