Aceh Barat Daya – Menkopolhukam RI, Prof. DR. Mahfud MD, SH, SU, MIP, bersilaturahmi kepada Pendiri Majelis Pengkajian Tauhid Tassawuf Indonesia (MPTT-I) Abuya Syekh H. Amran Waly Al Khalidi, serta ribuan jamaah MPTT-I di komplek Pondok Pesantren Tauhid Irfani, Blang Pidie, Aceh Barat Daya, Kamis (01/02/2024).
Dalam acara yang bertajuk “Silaturahmi Nasional dan Zikir Kebangsaan”, kehadiran Mahfud. MD disambut langsung oleh Pendiri MPTT-I Abuya Syekh. H, Amran Waly Al Khalidi, Ketua Umum Dewan Pengurus Besar MPTT-I Abi Sahal Tastari Waly dan para pengurus, para pimpinan Dayah/Pondok Pesantren, para alim ulama,serta ribuan jamaah MPTT-I.
Dalam pidato sambutannya, Mahfud MD, yang juga diketahui sebagai Cawapres pasangan dari Capres Ganjar Pranowo bernomor urut 03, menyampaikan rasa terimakasihnya karena diterima dengan baik dan penuh ukhwah oleh MPTT-I.
Ia juga berterimakasih karena sudah di-do’akan, dengan do’a “semoga nanti pimpinan Indonesia di-Ridhoi oleh Allah SWT”.
“Saya berterimakasih atas do’a itu, dan tentu saya pun berdo’a kepada Allah, mudah-mudahan Allah memberi yang terbaik bagi Indonesia,” ucap Mahfud.
Mahfud mengaku bahwa ia agak susah berkampanye dan lebih senang bersilaturahmi. Menurutnya berkampanye merupakan perbuatan mewarkan diri untuk mendapatkan jabatan, yang mana oleh Rasullullah itu perbuatan yang dilarang.
Mengutip Sabda Rasullullah Muhammad SAW kepada Abdurrahman Bin Samurah, Mahfud menyampaikan; “Hai Abdurahman, jangan sekali-kali kamu meminta dan mengejar-ngejar jabatan, kalau engkau mendapat jabatan itu karena engkau minta, maka Allah membiarkan kamu mewakilkan kepada kamu sendiri bekerja. Tetapi jika engkau memperoleh jabatan itu karena diminta bukan karena meminta, Allah akan membantumu,” terang Mahfud.
“Oleh karena itu, bagi saya,” kata Mahfud, “yang lebih dipentingkan itu adalah do’a, dari pada saya meminta dukungan atau berkampanye.
Sebelumnya, dalam sambutan Ketua Umum Dewan Pengurus Besar MPTT-I Abi Sahal Tastari Waly menyampaikan bahwa, kedatangan Menkopolhukan RI, Prof. DR. Mahfud, MD, merupakan niat yang baik dan berbaik sangka kepada Abuya serta MPTT-I, untuk mengharapkan keberkahan dari Allah SWT.
“Beliau merupakan salah satu kader pemimpin di Negara Republik tercinta ini, dari itu kita harus bersyukur kepada Allah,” kata Abi Sahal.
Ia menambahkan, “Jikalau kita menginginkan sesuatu kita harus berpegang dengan Allah dan bertawakal agar dimudahkan hajat, begitu juga sebaliknya jikalau kita berkeinginan dengan diri kita, maka hajat kita sulit dicapai.”
“Maka kita semua, juga Bapak Mahfud Md dan teman-teman, harus ada Allah dalam hatinya dan juga kepada Allah dia berlindung serta bertawakal, untuk dimudahkan apa yang kita harapkan dan apa yang diharapkan oleh Bapak Mahfud Md,” ujarnya.
“Semoga harapan dan cita-cita, agar Negara kita selalu berada dalam lindungan Allah, senantiasa mendapat keberkahan dari-Nya di bawah pimpinan yang adil lagi bijaksana dalam menata Negara yang tercinta” harap Abi Sahal.
“Agar warga Negara dapat menjadi hamba Allah yang baik, berakhlak mulia, beriman dan berma’rifat dengan Tauhid Hakiki. Maka, InsyaAllah, kita semua terhindar dari bala, permusuhan, baik dalam negeri dan luar negeri, saling melengkapi dan berkasih sayang di negara yang kita cintai ini. Pungkas Abi Sahal Tastari Waly. (FJ)











