Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Harga Batubara Merosot, Industri Kalori Rendah di Aceh Terancam

redaksi by redaksi
01/02/2025
in Ekonomi
0
Harga Batubara Merosot, Industri Kalori Rendah di Aceh Terancam

Ilustrasi kegiatan tambang batu bara. Foto: MI/Angga Yuniar

BANDA ACEH – Harga komoditas batu bara terus merosot, menambah beban bagi industri pertambangan, khususnya batu bara kalori rendah di Aceh. Kondisi ini diperparah dengan biaya produksi yang hampir setara dengan harga jual, seperti yang dialami oleh PT Mifa Bersaudara.

Koordinator Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK), Pocut Nurul Alam, menjelaskan penurunan harga global menjadi penyebab utama kondisi ini. Harga batu bara dunia khususnya yang kalori rendah, telah mengalami penurunan signifikan. Sementara itu, biaya produksi perusahaan di Aceh sudah sangat dekat atau bahkan hampir sama dengan harga jual.

“Ini jelas menjadi tantangan besar, karena margin keuntungan menjadi sangat tipis,” kata Nurul, Sabtu, 1 Februari 2025.

Perusahaan batu bara kalori rendah di Aceh tidak hanya terhambat oleh penurunan harga batu bara, mereka juga menghadapi tantangan dari regulasi dan wacana kewajiban sosial yang semakin meningkat, seperti Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) yang kini didorong 2,5?ri penjualan.

Di tengah kesulitan tersebut, banyak perusahaan di Aceh juga menghadapi kendala efisiensi. Salah satu hambatannya adalah tingginya stripping ratio. Stripping ratio yang tinggi menyebabkan biaya operasional tidak mudah untuk ditekan.

“Mengurangi stripping ratio memerlukan investasi besar pada peralatan dan teknologi, yang sulit dilakukan di tengah situasi harga yang terus menurun,” jelasnya.

Kondisi ini semakin memperburuk prospek industri batu bara kalori rendah di Aceh. Sumber daya batu bara kalori rendah umumnya memiliki tantangan lebih besar dalam hal efisiensi biaya produksi dibandingkan dengan batu bara kalori tinggi. Ditambah dengan harga yang terus menurun, beberapa perusahaan mungkin harus mempertimbangkan opsi lain, seperti menutup tambang dengan biaya produksi yang tidak lagi terjangkau.

Meski begitu, Pocut menekankan pentingnya langkah-langkah strategis yang dapat diambil oleh pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, seperti perbaikan dalam kebijakan fiskal atau dukungan teknologi untuk meningkatkan efisiensi.

“Namun, dengan stripping ratio yang tinggi dan harga yang terus turun, prospek jangka pendek bagi batu bara kalori rendah di Aceh tidak terlalu optimis. Dibutuhkan inovasi dan kebijakan yang lebih mendalam untuk menyelamatkan industri batu bara ini,” ungkapnya.

Sumber: metrotvnews.com

Previous Post

Pemerintah Aceh Diminta Bentuk Lembaga Ekraf untuk Petakan Potensi Lokal

Next Post

Bunda Inklusi Kunjungi Madrasah Inklusif Pertama di Aceh

Next Post
Bunda Inklusi Kunjungi Madrasah Inklusif Pertama di Aceh

Bunda Inklusi Kunjungi Madrasah Inklusif Pertama di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Teuku Riefky Harsya Bantu Beasiswa PIP Bagi 2300 Penerima di Pidie Jaya

Teuku Riefky Harsya Bantu Beasiswa PIP Bagi 2300 Penerima di Pidie Jaya

12/06/2026
‎YARA Bekali Aparatur Gampong Julok dengan Pemahaman Hukum dan Peradilan Adat ‎ ‎

‎YARA Bekali Aparatur Gampong Julok dengan Pemahaman Hukum dan Peradilan Adat ‎ ‎

12/06/2026
Soal Izin Tambang di Beutong Ateuh,  T. Sultan Iskandar Muda: Jangan Khianati Suara Masyarakat

Soal Izin Tambang di Beutong Ateuh, T. Sultan Iskandar Muda: Jangan Khianati Suara Masyarakat

12/06/2026
Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

Ohku, Wabup Pidie Jaya Absen di Paripurna HUT ke-19, Ada Apa Dibalik Ketidakhadirannya?

12/06/2026
Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar

12/06/2026

Terpopuler

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

‎Masyarakat Gayo Patungan Perbaiki Jalan Nasional, YARA: Pengakuan Tito Karnavian Soal Infrastruktur Rusak Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata

11/06/2026

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Harga Batubara Merosot, Industri Kalori Rendah di Aceh Terancam

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com