Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Mantan Pejabat Bank Sentral AS Didakwa Jadi Mata-mata China

redaksi by redaksi
01/02/2025
in Internasional
0
Mantan Pejabat Bank Sentral AS Didakwa Jadi Mata-mata China

Seorang mantan pejabat senior The Fed didakwa membocorkan informasi rahasia ke China. (Istockphoto/wragg)

Jakarta – Jaksa Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada Jumat (31/1) mereka telah mendakwa seorang mantan penasihat bank sentral, Federal Reserve (Fed), dengan tuduhan spionase ekonomi atas nama China. Dia dituduh mencoba mencuri rahasia dagang.

Departemen Kehakiman (DOJ) AS mengatakan telah mendakwa John Harold Rogers, 63, dengan tuduhan memata-matai untuk China saat bekerja sebagai penasihat senior di Dewan Gubernur Federal Reserve (FRB).

Rogers diduga telah membocorkan informasi rahasia dari dewan Fed dan dari komite penetapan suku bunga saat ia bekerja untuk Divisi Keuangan Internasional FRB.

“Informasi rahasia yang diduga dibagikan Rogers dengan rekan konspiratornya dari China, yang bekerja untuk aparat intelijen dan keamanan China dan yang menyamar sebagai mahasiswa pascasarjana di universitas RRC, bernilai secara ekonomi jika dirahasiakan,” kata DOJ dalam sebuah pernyataan.

DOJ mengatakan bahwa, sejak 2018, Rogers “diduga mengeksploitasi pekerjaannya di FRB dengan meminta informasi rahasia dagang mengenai kumpulan data ekonomi milik perusahaan,” termasuk pertimbangan tarif terhadap China.

“Ia meneruskan informasi tersebut secara elektronik ke akun email pribadinya, yang melanggar kebijakan FRB, atau mencetaknya sebelum bepergian ke China, sebagai persiapan untuk pertemuan dengan rekan-rekan konspiratornya,” imbuh mereka.

Saat berada di China, Rogers kemudian membagikan informasi tersebut selama pertemuan rahasia yang diadakan di kamar hotel, saat ia berpura-pura mengajar di universitas setempat.

Ia dibayar sekitar $450.000 untuk pekerjaan paruh waktunya di universitas China tersebut.

“Pada tanggal 4 Februari 2020, sebagai tanggapan atas pemeriksaan oleh Kantor Inspektur Jenderal untuk Dewan Federal Reserve, Rogers berbohong tentang akses dan penyampaian informasi sensitif serta hubungannya dengan rekan-rekan konspiratornya,” kata DOJ.

Tuduhan konspirasi untuk melakukan spionase ekonomi dan membuat pernyataan palsu memiliki hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda US$5 juta, dan masing-masing 5 tahun penjara, kata DOJ.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

STAIN Meulaboh Luncurkan Gerakan ‘One Man, One Student’, Mahasiswa KIP Jadi Duta Kampus

Next Post

Ukraina Sebut Pasukan Korea Utara Mundur dari Garis Depan

Next Post
Ukraina Sebut Pasukan Korea Utara Mundur dari Garis Depan

Ukraina Sebut Pasukan Korea Utara Mundur dari Garis Depan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Gelar Sosialisasi Anti Bullying dan Kesetaraan Gender

KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Gelar Sosialisasi Anti Bullying dan Kesetaraan Gender

04/08/2026
Mahasiswa KPM Mandiri Bina Generasi Qurani di Burni Bius Baru

Mahasiswa KPM Mandiri Bina Generasi Qurani di Burni Bius Baru

04/08/2026
Dewan Terima Dokumen R-KUA-PPAS APBK Banda Aceh 2027 dari Eksekutif

Dewan Terima Dokumen R-KUA-PPAS APBK Banda Aceh 2027 dari Eksekutif

04/08/2026
GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

GerPALA Dukung Bupati Aceh Selatan Hapus Kavling Pokir DPRK 2027, Selama Ini Dewan Dinilai Kurang Produktif

04/08/2026
Polda Sumut Duga Eks Istri Polisi di Medan Ambil Senpi di Tas

Polda Sumut Duga Eks Istri Polisi di Medan Ambil Senpi di Tas

04/08/2026

Terpopuler

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

02/08/2026

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

Jaksa Masuk Inspektorat Pidie Jaya, Advokat: Legalitas Bukan Jaminan Pengawasan Bebas Intervensi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com