Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Tren Investasi Emas Dinilai dapat Hambat Pertumbuhan Ekonomi Aceh

redaksi by redaksi
11/02/2025
in Ekonomi
0
Tren Investasi Emas Dinilai dapat Hambat Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Guru Besar Jurusan Ekonomi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK) Prof Said Munasdi di Banda Aceh, Aceh. (ANTARA/Nurul Hasanah)

Banda Aceh – Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) menyatakan tren investasi emas di Aceh dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Hal ini disebabkan oleh berkurangnya likuiditas dalam masyarakat akibat peralihan aset dalam bentuk emas yang sifatnya tidak produktif,” kata Guru Besar Ekonomi Manajemen FEB USK Prof Said Munasdi di Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga emas kini yang terus terjadi membuat masyarakat Aceh cenderung mengalihkan uang mereka ke dalam bentuk emas sebagai langkah perlindungan aset (safe haven) ataupun mencari keuntungan.

Namun, kondisi ini justru menghambat perputaran uang di sektor ekonomi produktif.

“Ketika masyarakat lebih memilih menyimpan uangnya dalam bentuk emas, uang tersebut tidak berputar dalam aktivitas ekonomi yang dapat mendorong pertumbuhan, seperti investasi di sektor riil atau konsumsi yang meningkatkan permintaan pasar,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan tren investasi emas dapat menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi daerah karena uang yang diinvestasikan dalam emas tidak berkontribusi langsung terhadap peningkatan produksi atau penciptaan lapangan kerja.

“Semakin banyak uang yang tertanam dalam emas, semakin berkurang jumlah uang yang beredar di masyarakat. Padahal, dalam sistem ekonomi, uang berperan seperti darah dalam tubuh manusia. Jika peredarannya tersendat, maka ekonomi daerah juga melemah,” katanya.

Prof Said juga menyoroti data pertumbuhan ekonomi Aceh yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), di mana pada tahun ini pertumbuhan ekonomi Aceh mencapai 4,66 persen. Angka ini masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 5,03 persen.

Di samping itu, berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi di Aceh masih didominasi oleh komponen pengeluaran dan konsumsi.

Oleh karena itu, dia menilai jika tren investasi emas terus meningkat, pertumbuhan ekonomi Aceh bisa semakin terhambat karena pertumbuhan ekonomi daerah ini masih bergantung pada sektor pengeluaran dan konsumsi.

“Padahal, pertumbuhan ekonomi yang tinggi sangat diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi di Aceh dapat meningkat dengan investasi yang menghasilkan efek berganda (multiplie reffect), seperti investasi di sektor industri atau bisnis yang menciptakan lapangan kerja.

Namun, dengan banyaknya masyarakat yang lebih memilih emas, sektor-sektor produktif di Aceh bisa semakin melemah.

Ia juga mengingatkan bahwa Aceh memiliki keterbatasan dalam jumlah investor yang masuk sehingga semakin banyak masyarakat yang menyimpan uang dalam emas justru akan memperparah masalah likuiditas di daerah.

“Jika kondisi ini berlanjut, daya beli masyarakat bisa menurun karena uang yang seharusnya beredar dalam aktivitas konsumsi dan investasi malah terserap dalam bentuk emas. Dalam jangka panjang, ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi Aceh,” katanya.

Sumber: antara

Previous Post

Puskesmas Meuraxa Luncurkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

Next Post

Illiza-Afdhal Dilantik Mualem untuk Wali Kota Banda Aceh

Next Post
Illiza-Afdhal Dilantik Mualem untuk Wali Kota Banda Aceh

Illiza-Afdhal Dilantik Mualem untuk Wali Kota Banda Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Muslim Ayub: Pancasila Bukan Sekadar Slogan, Harus Diamalkan Setiap Hari

Muslim Ayub Ajak Generasi Muda Maknai Cinta Tanah Air dengan Cara Kekinian

28/09/2026
Dandim Aceh Selatan Sidak Sejumlah Dapur MBG, Tekankan Higienitas dan Kebersihan

Dandim Aceh Selatan Sidak Sejumlah Dapur MBG, Tekankan Higienitas dan Kebersihan

28/09/2026
Meski Telah Ada Perjanjian Penghentian Panen, PT Cemerlang Abadi Diduga Masih Kelola Hasil di Lahan Sengketa Abdya

Meski Telah Ada Perjanjian Penghentian Panen, PT Cemerlang Abadi Diduga Masih Kelola Hasil di Lahan Sengketa Abdya

28/09/2026
Riuh Hasan Basri di Media, Mahlil: Ada Motif Politik

Riuh Hasan Basri di Media, Mahlil: Ada Motif Politik

28/09/2026
Irwansyah Advokasi Pembangunan Dayah Liwaul Mukhlisin

Tangkap Pencuri Meteran Air, Ketua DPRK Banda Aceh Apresiasi Jajaran Polresta Banda Aceh

28/09/2026

Terpopuler

Tren Investasi Emas Dinilai dapat Hambat Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Tren Investasi Emas Dinilai dapat Hambat Pertumbuhan Ekonomi Aceh

11/02/2025

Hasan Basri Bongkar APBK, Pemerintah Bukan Milik Toke

Ditantang Mundur, Hasan Basri: Laporkan Saya ke Mendagri

Riuh Hasan Basri di Media, Mahlil: Ada Motif Politik

Sibral Balik Hantam Tudingan Hasan: Tak Hadir Bukan Tak Dilibatkan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com