Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pemantauan Hilal di Aceh Besar Terkendala Cuaca Mendung

redaksi by redaksi
01/03/2025
in Nanggroe
0
Pemantauan Hilal di Aceh Besar Terkendala Cuaca Mendung

Tim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh sedang memantau hilal 1 Ramadhan 1446H di Observatorium, Tgk Chik Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Jumat (28/2/2025). ANTARA/Nurul Hasanah/aa.

Banda Aceh – Kantor Kementerian Agama Provinsi Aceh menyebut proses pemantauan hilal di Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, untuk penentuan awal Ramadhan 1446 Hijriah terkendala cuaca mendung.

Kepala Kemenag Aceh Azhari mengatakan pemantauan hilal dilakukan menjelang matahari terbenam. Jika cuaca cerah, hilal kemungkinan besar akan terlihat. Namun, jika mendung atau tertutup awan tebal, potensi hilal terlihat menjadi kecil.

“Kalau kondisinya cerah, Insya Allah nampak. Tapi kalau mendung, diselimuti awan yang begitu tebal, kemungkinan tidak nampak,” katanya.

Proses rukyat hilal sendiri diperkirakan berlangsung sekitar pukul 18.52 WIB. Jika hilal terlihat, maka awal Ramadhan akan ditetapkan pada Sabtu (1/2). Namun, keputusan final tetap menunggu sidang isbat yang akan diumumkan oleh Menteri Agama pada pukul 19.30 WIB.

“Keputusannya tetap kita tunggu dalam sidang isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama. Setelah semua daerah melaporkan kondisi rukyat hilal, baru nanti diumumkan apakah awal Ramadhan jatuh besok atau lusa,” katanya.

Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi rukyat Aceh masih mendung. Ia berharap, jika angin membawa awan menjauh sebelum waktu pemantauan berakhir, maka hilal di Aceh Besar masih berpotensi terlihat.

“Kondisinya agak mendung, tapi kalau takdir Allah, tiba-tiba angin arah barat menghilangkan mendung, bisa saja cerah. Jadi kita tidak bisa memprediksi secara pasti,” katanya.

Selain di Aceh Besar, Kemenag Aceh juga melakukan rukyat hilal di lima lokasi lainnya, yaitu Tugu 0 KM Kota Sabang, Bukit Blang Tiron Perta Arun GasLhokseumawe, Pantai Lhokgeulumpang Setia Bakti Aceh Jaya, POB Suak Geudubang Aceh Barat, Pantai Nancala Teupah Barat Simeulue.

Meskipun pemantauan hilal di Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, terkendala cuaca, Azhari mengatakan masih ada potensi hilal dapat dilihat di Kota Sabang karena cuaca di sana yang cerah.

“Di Sabang, kita tempatkan tugu KM 0 kilometer dan informasinya di sana masih cerah,” katanya.

Sebagai informasi, Aceh menjadi daerah harapan penentu hilal awal Ramadhan di Indonesia. Hal ini karena syarat elongasi geosentris hanya terpenuhi di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang.

Data dari Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh di Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, hilal sore hari sudah di atas ufuk pada posisi 4,67 derajat di atas ufuk dan elongasi 6,4 derajat geosentris.

Sumber: antara

Previous Post

Farid Nyak Umar Motivasi Ibu-Ibu KWT Manfaatkan Lahan Perkarangan Menjadi Usaha Produktif

Next Post

Basarnas Evakuasi Jenazah Remaja Tenggelam di Aceh Besar

Next Post
Basarnas Evakuasi Jenazah Remaja Tenggelam di Aceh Besar

Basarnas Evakuasi Jenazah Remaja Tenggelam di Aceh Besar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iran Tangguhkan Perundingan dengan AS Buntut Israel Bombardir Lebanon

Iran Tangguhkan Perundingan dengan AS Buntut Israel Bombardir Lebanon

02/06/2026
Iran Janji bakal Permudah Kapal Jepang Melintasi Selat Hormuz

Iran Janji bakal Permudah Kapal Jepang Melintasi Selat Hormuz

02/06/2026
Ade Naylan Sadida: Juara MTQ, Hafizah 30 Juz Raih Best Award SDGs Internasional, Kini Lolos Pendidikan Dokter USK

Ade Naylan Sadida: Juara MTQ, Hafizah 30 Juz Raih Best Award SDGs Internasional, Kini Lolos Pendidikan Dokter USK

01/06/2026
Tuanku Muhammad: JKA Jangan Disunat karena Alasan Dana Otsus yang Dipangkas

Fraksi PKS DPRK Dukung Wali Kota Tegakkan Syariat yang Terintegrasi dan Terpadu di Banda Aceh

01/06/2026
Panas dan Angin Kencang Berpotensi Perluas Karhutla di Aceh

Panas dan Angin Kencang Berpotensi Perluas Karhutla di Aceh

01/06/2026

Terpopuler

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

01/06/2026

Penggunaan Musik Tari Tanpa Izin oleh SMAN 1 Jangka Bireun Disesalkan Komposer

Senat UIN Ar-Raniry Angkat Suara Soal Turunnya KPK ke Aceh

Kaya SDA Tapi Miskin, Hasto: Jangan Seperti di Aceh

Pemantauan Hilal di Aceh Besar Terkendala Cuaca Mendung

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com