Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

BPKP Aceh Rekomendasi RSUD Meulaboh Perbaiki Alat Cathlab Rp11 Miliar

redaksi by redaksi
08/04/2025
in Lintas Barat Selatan
0
BPKP Aceh Rekomendasi RSUD Meulaboh Perbaiki Alat Cathlab Rp11 Miliar

Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, dr Ilum Anam memperlihatkan Cathlab (alat kateterisasi jantung) senilai Rp11 miliar yang rusak sebelum digunakan, dan siap dilakukan perbaikan tahun ini untuk melayani kesehatan masyarakat setempat, Selasa (8/4/2025). ANTARA/Teuku Dedi Iskandar

Meulaboh – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Aceh merekomendasikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat memperbaiki alat Cathlab (kateterisasi jantung) senilai Rp11 miliar yang selama ini rusak.

“Rekomendasi ini sudah kami terima dari BPKP Aceh, kami siap memperbaikinya,” kata Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, dr Ilum Anam kepada ANTARA, di Meulaboh, Selasa.

Ia menjelaskan, Cathlab (Catheterization Laboratory) adalah ruangan khusus di rumah sakit yang digunakan untuk melakukan prosedur diagnostik dan pengobatan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Cathlab juga dikenal sebagai kateterisasi jantung.

Alat ini sebelumnya dibeli pada tahun 2018 lalu dengan perencanaan sekitar tahun 2015-2016 senilai Rp11 miliar.

Alat canggih tersebut kemudian tidak bisa digunakan hingga tahun 2025 setelah seorang dokter ahli yang membidangi peralatan tersebut meninggal dunia beberapa tahun lalu, sehingga peralatan operasi kateterisasi jantung hingga saat ini terbengkalai.

Ilum Anam mengatakan pihaknya pada tahun 2025 berencana memfungsikan alat Cathlab tersebut, setelah mendapatkan persetujuan dari Dewan Pengawas RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh setelah usulan perbaikan peralatan tersebut disetujui.

Ia mengaku peralatan yang rusak tersebut saat ini sudah bersedia dilakukan perbaikan oleh pihak ketiga, yang sepakat melakukan kerja sama operasional (KSO) dalam pengelolaan alat Cathlab di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, tanpa harus menggunakan biaya atau modal dari rumah sakit.

Ada pun biaya perbaikan alat operasi kateterisasi jantung tersebut, kata dia, mencapai Rp2,6 miliar lebih dan sudah ada pihak ketiga yang siap melakukan perbaikan, tanpa harus melakukan pembayaran di muka.

Ilum Anam mengatakan apabila rencana kerja sama operasional tersebut terjalin, maka pada tahun 2025 ini, manajemen RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh telah bisa melakukan operasi kateterisasi jantung bagi pasien yang mengalami penyakit jantung.

Selain itu, saat ini pihaknya juga telah memiliki tenaga ahli dan profesional yang mampu menggunakan alat Cathlab tersebut, setelah paramedis dan dokter ahli menyelesaikan studi di masing-masing bidang kesehatan dalam pengelolaan dan penggunaan alat kateterisasi jantung.

Ilum Anam mengatakan jika alat tersebut dioperasikan pada tahun ini, maka dapat meningkatkan pendapatan rumah sakit dan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor kesehatan, karena alat ini dapat digunakan untuk mengoperasi jantung 80-100 orang pasien setiap bulan.

“Jika diizinkan oleh dewan pengawas, kami optimis alat kateterisasi jantung ini bisa beroperasi minimal di tahun ini atau awal tahun 2026 mendatang,” demikian Ilum Anam.

Sumber: antara

Previous Post

Kloter Pertama Jemaah Haji Aceh Terbang 18 Mei 2025

Next Post

Kanwil Bea Cukai Aceh Musnahkan Ribuan Karung Bawang Merah dan Pakaian Bekas Ilegal

Next Post
Kanwil Bea Cukai Aceh Musnahkan Ribuan Karung Bawang Merah dan Pakaian Bekas Ilegal

Kanwil Bea Cukai Aceh Musnahkan Ribuan Karung Bawang Merah dan Pakaian Bekas Ilegal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

20/04/2026
Pansus DPRK Aceh Besar Dalami LKPJ Bupati 2025

Pansus DPRK Aceh Besar Dalami LKPJ Bupati 2025

20/04/2026
Ohku, Aceh Tengah dan Gayo Lues Diterjang Banjir Longsor

Ohku, Aceh Tengah dan Gayo Lues Diterjang Banjir Longsor

20/04/2026
Direktur MUQ Aceh Selatan Bangun Kerjasama dengan Komisioner Baitul Mal Aceh

Direktur MUQ Aceh Selatan Bangun Kerjasama dengan Komisioner Baitul Mal Aceh

20/04/2026
Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026

Terpopuler

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026

BPKP Aceh Rekomendasi RSUD Meulaboh Perbaiki Alat Cathlab Rp11 Miliar

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com